
setibanya mereka di mansion Sean , dengan masih menangis ,Carla pun langsung masuk dengan berlari tanpa menunggu Sean .
"huhh" helaan napas berat keluar dari mulut Sean
didalam kamar Carla mengunci pintunya agar Sean ataupun siapapun tidak bisa masuk , karena dirinya tak ingin diganggu
" hiks hiks aku hanya ingin hidupku kembali seperti semula , tidak ada larangan dan paksaan dalam hidupku " gumam carla seraya terisak menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
tak lama terdengar pintu diketuk dari luar membuat carla berhenti menangis , siapakah yang mengetuk pintunya ? apakah tidak tau kalau penghuninya sedang galau ? hingga beberapa saat kemudian suara itupun menghilang dengan sendirinya
ceklek suara pintu dibuka membuat carla mengintip kearah pintu disela-sela selimut nya
" bukankah tadi sudah aku kunci ? " gumam nya dalam hati dengan mata memicing
setelah pintu terbuka sempurna munculah sosok tampan dan gagah ,siapa lagi kalau bukan Sean . melihat kedatangan Sean lantas Carla pun langsung menutup kembali seluruh tubuhnya dengan selimut
" heii" panggil Sean seraya menggoyangkan badan Carla agar bangun dari tidurnya
" bangun lah , ada yang ingin aku bicarakan " lanjutnya namun tidak ada respon sama sekali
"huhh ayolah Carla , jangan membuatku pusing " kesal Sean dengan tingkah Carla yang susah diatur menurutnya
" tidak ada yang menyuruh mu untuk menampungku sehingga membuatmu pusing " jawab carla dibalik selimut dengan ketus
" ini semua bukan aku yang meminta , tapi keadaan yang mengharuskan aku untuk menjagamu " jawab Sean dengan nada satu oktaf
mendengar Sean berbicara seperti itu , dibukanya selimut yang dipakainya hanya sebatas kepala " Kau selalu bilang begitu setiap aku bertanya , tapi kau tidak menjelaskan alasan kau melindungi ku dari apa ? kalaupun ada orang yang ingin membunuhku , apa alasan mereka melakukan itu ? aku bukan anak pejabat ataupun orang kaya pada umumnya yang memiliki banyak musuh , aku hanya anak seorang pemilik restoran sederhana yang jauh dari kata musuh di hidup kami " jelas nya dengan mata menatap kearah sean. mata yang penuh luka dan kebingungan
mendengar ucapan Carla yang terkesan menuntut dirinya membuat Sean memejamkan matanya sebentar
" asal kau tau hidupmu tidak sesederhana yang kau pikirkan " jawab Sean dengan mata menatap carla serius
" kau ini siapa sebenarnya ? kenapa seolah kau tau segalanya yang ada pada hidupku ? " selidik Carla mulai curiga dengan sosok Sean
" aku ? bukannya aku sudah bilang namaku adalah Sean . Apakah kau lupa dengan namaku ? perlukah kita berkenalan dengan cara yang lebih ekstrim agar kau tidak bisa melupakannya hem ? " tanya Sean seraya mengangkat kedua alisnya keatas dan berusaha menarik selimut Carla agar terlepas dari tubuh gadis itu
__ADS_1
"pergilah aku tidak mau ada didekat mu " dengan memegang erat selimut yang dikenakannya agar tidak ditarik oleh sean
Dengan seringai nya Sean pun memutuskan untuk ikut masuk kedalam selimut yang digunakan Carla
"aaaa" jerit Carla karena tiba-tiba muka sean berada didepan mukanya tanpa jarak sedikitpun
" dasar mesum , keluar kau dari sini sialan " umpat carla berusaha melepas pelukan Sean yang melilit tubuhnya , apa lagi oksigennya mulai berkurang karena udara yang kurang akibat tertutup selimut tebal diatas tubuh keduanya
" heii jangan membuang tenaga mu dengan sia-sia baby , kita gunakan saja tenaga mu ini dengan baik oke " ucap Sean dengan tangan nya yang mulai naik turun di punggung mulus milik gadis didepannya ini
" lepaskan tanganmu " geramnya dengan menggigit pundak Sean membuat Sean meringis
" kau bringas juga ternyata " ucap Sean ketika carla sudah melepas gigitannya
dibukanya selimut itu karena sudah gerah berada didalam nya apalagi ditambah sean yang mendekapnya erat
" minggir " usir Carla berusaha menyingkirkan tangan Sean dari tubuhnya
" tidak mau " jawab Sean malah memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Carla
" kamar ini berada di rumahku , jadi otomatis ini juga kamarku " jawab sean acuh dengan masih memejamkan matanya lelah dan tak butuh waktu lama akhirnya dirinya pun terlelap
" kenapa diam ? " tanya nya dalam hati karena dirinya tidak bisa melihat muka sean yang ada di dadanya sebagai bantalan yang empuk
" sean " panggil nya seraya menggoyangkan bahu sean pelan " kau tidur ? " tanya carla pelan dan berusaha bangkit agar bisa merubah posisinya agar nyaman .
Namun baru akan melepas tangan yang melilit tubuhnya membuat sean sadar akan gerakan dari tubuhnya
" Diamlah , aku mengantuk sekali " gumam Sean mengeratkan pelukannya ditubuh Carla
Carla yang bosan dengan gerak tubuh yang terbatas pun akhirnya mengambil ponselnya yang ada meja nakas .mengingat sudah lumayan lama dirinya meninggalkan teman-temannya serta restoran akhirnya memutuskan untuk menghubungi asisten sekaligus sahabatnya itu
" carlaaaaa" teriak seseorang diseberang telepon kala sambungan telepon itu terhubung membuat carla , menjauh kan ponsel itu dari telinganya agar tetap aman dari suara cempreng seorang fely
" ishh kau itu bisa tidak jangan teriak , seperti orang hutan saja " omel nya dengan suara pelan agar sean tidak terganggu
__ADS_1
" ehem maaf aku hanya senang saja kau menelpon ku "jeda nya "ngomong-ngomong kau itu ada dimana ? apakah kau masih bersama tuan Sean yang tampan itu ? " tanya nya penasaran
" tampan saja otakmu itu isinya " heran carla seraya menggelengkan kepalanya
" iya kau masih disini dengan Sean , entah sampai kapan aku akan tetap bersamanya ? " lirihnya dengan mengelus rambut sean pelan . Sebenarnya dirinya tidak tega membantah ucapan Sean sejak mendengar ucapan Dokter yang merangkap teman sean waktu itu , tapi terkadang tingkah Sean yang membuatnya muak
" apa yang membuatmu harus tetap bersama tuan Sean ? apakah karena hutang kita yang waktu itu ? " tanya fely penasaran
" *entahlah aku masih mencari jawabannya "
" oh ya bagaimana restorannya ? apakah masih lancar seperti biasanya ? "
" alhamdulilah sih masih lancar , kau serahkan saja semuanya padaku oke , kau nikmati hidupmu bersama Sean dengan baik " goda nya membuat carla berdecih
" kau juga jangan lupa bersihkan rumahku , atau kau suruh saja tukang bersih-bersih untuk membersihkannya dua hari sekali "
" baiklah nanti akan aku bersihkan buk boss haha " tawa fely meledak
akhirnya dirinya memilih ikut memejamkan mata nya karena mengantuk*
"sudah dulu ya , aku mau tidur " pamit Carla mematikan panggilan itu sepihak
pukul delapan malam , dua insan yang saling memeluk dengan mata terpejam belum memberi tanda akan bangun dari tidurnya , mungkin mereka terlalu nyaman hingga tidak mau hanya untuk sekedar membuka mata
" hoamm .....hah jam berapa ini ? " kaget carla karena tertidur cukup lama
diliriknya jam yang ada pada meja nakas samping tempat tidur menunjukkan pukul delapan malam
" sean bangun " panggilnya karena sean masih nyenyak dalam tidurnya
" emmm 5 menit lagi " gumam sean
" terserah " ketus carla
" minggir aku mau mandi " ditarik nya tangan sean dari tubuhnya lalu dirinya pun bangkit dari tidurnya , ingin menyegarkan badan dengan berendam
__ADS_1