
Matahari belum menampakkan wujudnya , tapi seorang wanita telah bangun dari tidur nya . Bahkan matanya baru terpejam pukul satu pagi sedangkan sekarang baru pukul empat pagi . Hati dan pikirannya tengah kacau , dadanya bergemuruh dengan jantung yang berdetak kencang membuatnya tak tenang. Matanya menatap sayu seorang laki-laki yang tengah tertidur dengan pulasnya . Polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya , bagaikan bayi baru lahir yang tak memakai busana .
"Ya mungkin kau memang diutus untuk menyakitiku , merubah segala angan yang dulunya sudah aku rangkai dengan sebaik mungkin berubah hancur dalam hitungan detik , bahkan aku sempat berfikir ini semua hanya mimpi , kau menimbulkan luka yang aku sendiri tidak tau penawarnya " bisiknya dalam kesunyian malam itu
Tangannya menggenggam erat gaun tidur yang membalut tubuhnya . Kepalanya mendongak keatas berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh . Cukup lama ia berdiam dengan posisi tersebut , sampai akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa penyatuannya dengan Sean .
matanya menatap pantulan cermin yang menampilkan wujud dirinya . Masih bertanya-tanya akan sesuatu yang sudah terjadi pada hidupnya saat ini ? Tak ada jawaban yang pasti , semua masih menjadi tanda tanya besar dalam otaknya .
Memilih bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar tersebut . Sekedar menenangkan diri dari kejadian semalam .
" Nona mau kemana ? " tanya salah satu pelayan yang tengah berjalan melintas di depannya
" aah... aku hanya ingin kembali ke kamarku " jawabku dengan senyum canggung . takut jika pelayan tersebut berfikir yang tidak-tidak tentangnya
.
.
( Pagi hari )
Berendam menjadi pilihan Sean saat ini . Berusaha mengalihkan sejenak masalah yang satu persatu muncul dihidupnya . Ya , yang hancur bukan hanya Carla tapi ia juga hancur disini . Memikul tanggung jawab menjaga putri kesayangan pamannya . Tapi , secercah cinta muncul dihatinya , membuat nya menjadi laki-laki yang posesif dengan dalih bahaya akan musuh diluar sana , membatasi gerak lingkup wanita nya . Ya , walaupun itu tidak sepenuhnya berbohong .
" Seharusnya aku tetap pada tugasku melindungi putri pamanku lalu menyelesaikan masalah-masalah yang ada , agar hidup nya aman dan jauh dari kata bahaya " ucapnya dalam hati
Matanya terpejam menikmati aroma terapy yang disajikan salah satu pelayannya tadi , sedikit membantu nya untuk rileks
__ADS_1
Meja makan dipenuhi dengan makanan seperti biasanya . Tapi hanya ada satu orang yang duduk seorang diri disana . Rasanya aneh sekali , dengan makanan sebanyak itu tidak mungkin jika disajikan hanya untuk satu orang
" Di mana Carla ?" tanya Sean pada kepala pelayan yang tengah berdiri tak jauh dari duduknya
Pelayan tersebut berjalan mendekat kala tuannya berbicara " Nona tidak keluar dari kamar tuan . Saya hanya melihatnya pagi-pagi sekali keluar dari kamar tuan lalu masuk kembali kedalam kamarnya sampai saat ini " jelas pelayan tersebut dengan menunduk hormat
" huhh .... kirim saja makanan kedalam kamarnya . Untuk beberapa hari ini saya tidak akan berada dirumah . Jaga Nona kalian dengan baik selama aku tidak ada " ucap nya . Dirinya tak ada pilihan lain sekarang , tak ada waktu lagi untuk mengulur yang memang seharusnya terjadi .
" Baik tuan " jawab pelayan diselingi dengan membungkukkan badannya lalu pergi melaksanakan tugasnya
tingggg ... dentingan sendok beradu dengan piring begitu nyaring terdengar . Sean meremas rambut nya sendiri , sampai otot tangannya pun muncul
" Arghhh ... " geramnya lirih , giginya menggertak tajam dengan mata terpejam .
.
.
" engghh ... berisik sekali " gumamnya kesal . Tidur nya terganggu oleh dering telepon yang terus berbunyi sejak tadi . Rasanya sudah lama sekali ponselnya tak mengeluarkan suara notifikasi dari pesan maupun telepon .
Tangannya berusaha meraih ponselnya yang entah ada di sebelah mana " aishh ... dimana sih ? " mau tidak mau dirinya pun bangun
"Fely ? Ada apa ? " gumamnya
" Ya halo Fel ? " tanya Carla setelah telepon tersambung
__ADS_1
Matanya melotot tajam setelah mendengarkan penjelasan Fely diseberang telepon " Aku akan kembali besok atau bahkan sekarang ? " ucap Carla panik . Entah apa yang dibicarakan Fely hingga membuat Carla seperti itu .
" Kau harus izin dulu dengan priamu Carla . Hidupmu bukan sebebas dulu " ucap Fely memperingati Carla akan hal itu
" arghh.. Bagaimana aku bisa lupa dengan itu " kesal Carla memukul kepalanya sendiri karena saking kesalnya
.
.
Didapur
Matanya sibuk melihat sekeliling , tapi tidak menemukan sosok yang dicarinya
" Bi ? " panggil nya pada pelayan yang sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak nanti malam
" Ya nona ? " jawab pelayan
" Tuan kemana ? " ucap Carla setengah berbisik , takut yang lain dengar ucapannya
" Tuan ? beliau sudah pergi sejak pagi tadi dan ada urusan yang membuatnya tidak akan pulang selama beberapa hari " jelas Pelayan
" Tidak pulang ? berarti aku bisa sepuasnya melakukan apapun yang aku mau " gumamnya yang masih terdengar oleh telinga pelayan
Pelayan tersebut tersenyum ketika mendengar ucapannya , entah apa yang lucu dari ucapanku " Nona , dengan tidak ada nya tuan disini , bukan berarti nona bisa bebas . Justru nona semakin diperketat penjagaannya ketika tuan tak ada " jelas Pelayan tersebut membuat Carla merenggut kesal
__ADS_1
.......HAPPY READING .......
❤️❤️❤️❤️