
Mereka tengah menunggu informasi selanjutnya agar bisa bertindak . Dari keterangan anak buahnya yang tadi mengawal Carla , mereka mengatakan bahwa yang menyerang mereka tidak menampakkan wajah sama sekali. Jadi saat ini mereka tengah menunggu Marcel , yang tengah fokus membobol CCTV di setiap jalanan yang Carla lewati tadi
" Bagaimana Cel ? " tanya Saga ,melirik kearah marcel yang tengah sibuk mengotak atik keyboard di laptopnya . Jarinya yang bergerak lincah dengan mata yang fokus pada layar laptop , membuat semua orang memperhatikannya dengan tegang
" one minut's " sahut Marcel tanpa mengalihkan pandangannya , bahkan matanya pun nampak memicing melihat kearah laptopnya
Selang beberapa saat , lebih tepatnya tak butuh waktu satu menit , marcel membuktikan kinerjanya " yeahhh aku mendapatkannya " seru nya diiringi dengan tawa bahagia atas apa yang ia dapatkan
Diletakkan nya laptop tersebut di atas meja , agar yang lain bisa melihat apa yang ia dapatkan
" Wow it's amazing dude " puji Robert dengan dua acungan jempolnya kepada Marcel
Marcel tak hanya mengetahui wajah-wajah penjahat tersebut , akibat kepintarannya dalam mencari informasi , ia pun mendapatkan identitas geng mafia mana yang membantu sang pelaku utama untuk melancarkan rencana nya
" Tunggu apa lagi , kita berangkat sekarang " ucap Sean , lalu beranjak dari duduknya dan tak lupa memakai jubah hitam nya
Semua anggota yang akan ikut andil dalam misi kali ini mulai bersiap , dengan senjata dan rompi anti peluru tak lupa mereka kenakan , semua anggota memakai tanpa terkecuali . Sean hanya tak ingin anggota nya terluka di bagian vital . setidaknya rompi tersebut bisa melindungi mereka dari tembakan peluru walaupun tidak seratus persen terjamin aman
Mobil keluar dari gerbang markas secara bergantian , selintas , terlihat seperti deretan mobil yang tengah konvoi di jalanan
" Pastikan earphone kalian dalam keadaan terhubung " ucap Sean pada earphone yang terpasang di telinganya . Otomatis semua anggota bisa mendengarnya apapun yang ia bicarakan begitupun sebaliknya
" Pergunakan dalam keadaan mendesak " lanjutnya lalu melepas kan jarinya yang semula menekan tombol yang ada di earphone nya , Tombol tersebut akan ditekan jika kita ingin berbicara dan jika tombol dilepas ,kita hanya bisa mendengar teman kita yang berbicara
__ADS_1
Laju mobil semakin bergerak cepat , menyusuri hutan-hutan rindang tanpa ada rumah sama sekali . Dipertengahan jalan , mobil yang ditumpangi Sean berbalik arah dan berhenti , dikuti oleh mobil yang lain yang juga ikut berhenti .
Tadi Sean sempat bertanya pada marcel jalan pintas menuju tempat yang akan mereka datangi , setelah marcel mendapatkan apa yang Sean mau , buru-buru Sean membuat plan baru tapi tidak dengan merubah plan pertama " Sebagian anggota akan lewat jalan pintas dan sebagian lagi lewat jalan utama . Robert, Saga dan Malik . Kalian lewat jalan pintas dan bawa anggota kalian untuk ikut bersama kalian " titah nya dibalas anggukan oleh anak buahnya
Kelompok utama yang dipimpin oleh Sean tiba lebih dulu di lokasi , secara terang-terangan Sean menyatakan perang pada mafia yang tengah menyandera Carla saat ini .
Dengan gerakan tangannya , semua anak buahnya pun mulai masuk , membuka jalan untuknya melangkah , menyingkirkan hama-hama menyebalkan yang ingin sekali membunuhnya
" Entahlah ...Dosa apa yang pernah kulakukan di masa lalu , hingga musuhku bisa sebanyak ini dan itu membuatku pusing " gumamnya dalam hati
Berjalan dengan langkah tegapnya , sesekali pistol yang ia pegang melepaskan anak pelurunya pada lawan
" Kau ikut denganku " ucapnya pada marcel yang berjalan dibelakangnya
"A² lakukan penyerangan , tunggu aba-aba dariku " ucap Sean pada earphone ditelinganya
Dari kejauhan anak buahnya berlari menuju kearahnya " Tuan , saya sudah mengecek semua ruangan yang ada dilantai satu .Tidak ada tanda-tanda apapun dilantai satu , hanya ada beberapa senjata yang mereka simpan di suatu ruangan " jelas salah satu anak buah Sean
" Bawa seluruh senjata yang ada disini " titahnya . setelah itu Sean pun memutuskan untuk naik kelantai dua dengan langkah cepatnya. Pasti Carla di sekap di salah satu ruangan yang ada dilantai atas
" cihhh gak sabaran banget sih " gumam Marcel ketika melihat Sean yang berlari tanpa mengajaknya . mau tak mau iapun menyusul berlari menaiki anak tangga yang akan membawanya ke lantai atas
Satu persatu pintu di tendang begitu saja oleh Sean , Banyak ruangan yang ada disana . Aneh nya tak ada satupun tanda-tanda keberadaan seseorang disana
__ADS_1
" Bagaimana ? " tanya nya pada marcel yang tengah mengecek semua ruangan yang ada
Mengangkat bahunya keatas disertai gelengan kepala , menandakan bahwa marcel tak menemukan apapun . Hanya ada ruangan kotor serta rapuhan kayu yang berjatuhan dilantai
earphone yang terpasang ditelinga mereka berdua menyala , menandakan akan ada yang berbicara " Tuan Sean , kami menemukan sebuah pintu rahasia yang tertanam di lantai menuju ruangan bawah tanah . Lokasi sebelah utara lantai bawah " ucap salah satu anak buahnya
Sean pun menoleh kearah marcel " beritahu anggota A² untuk masuk . sebagian ikut kita kearah utara dan sebagian ikut membereskan keributan didepan " titahnya pada marcel
" Baiklah " Marcel pun langsung memberi informasi sesuai perintah Sean .
......................
Sedangkan disuatu ruangan , seorang perempuan cantik yang tak berdaya , dengan tangan terikat dan mulut dilakban . Banyak goresan dikulit putihnya ,menimbulkan bercak merah yang memanjang seperti sebuah sayatan benda tajam , sungguh miris .
" Cihh cihhh sungguh kasian sekali . Aku jadi tidak tega melukai kulit putihmu ini " ucap seorang laki-laki yang tengah berjalan mengitari perempuan cantik yang terduduk dikursi kayu , ditangannya memegang pisau lipat yang tajam .
Perlahan mata lentik yang terpejam itupun terpaksa untuk terbuka oleh sang pemilik tubuh . Kepalanya yang terjuntai kebawah , tak ada tenaga untuknya menyangga kepalanya agar tetap tegak . Tubuhnya lemas tak berdaya akibat siksaan dari seorang laki-laki didepan ya ini . Laki-laki yang pernah ia jumpai di suatu tempat , yang dikenalnya dengan sifat ramah dan baik . Tak terlihat oleh mata nya saat laki-laki didepannya ini memiliki tujuan buruk dengan dalih ingin mengenalnya dan menjadi seorang teman untuknya .
" Aku tidak jahat , aku hanya menjalankan dendamku pada salah satu putri seorang laki-laki yang pernah melenyapkan nyawa seorang perempuan yang tak bersalah " ucap Rayyan
Ya , laki-laki yang dimaksud Carla adalah Rayyan , yang pernah bertemu dengannya beberapa kali
.......HAPPY READING .......
__ADS_1