
pagj itu dimeja makan suasana hening , hanya ada suara sendok beradu dengan piring .
" nanti malam aku ada perjalanan bisinis di luar negeri ,mungkin selama seminggu " ucap Sean saat dirinya sudah selesai makan
" oh kalau begitu aku pulang saja kerumah ku , boleh kan ? " tanya carla dengan wajah penuh harap
" kerumah mu ? " ulang sean yang sempat bingung dengan kalimat 'rumahku' . Dirinya sempat lupa kalau saat ini mereka hanya orang asing yang tinggal satu atap dan jangan lupakan bahwa Carla sudah meninggalkan rumahnya berminggu-minggu
" ya kenapa ? kau tidak mengijinkannya lagi ? " tanya Carla ketus karena mempunyai firasat bahwa Sean akan mempersulit dirinya
" iya " jawab sean malas
" iya apa? yang jelas dong ngomongnya " ketus carla karena Sean ngomong hanya setengah-setengah
" iya di izinkan " jawab Sean dengan nada tak kalas ketus
" nah gitu dong " puas carla dengan senyum miringnya walaupun sempat heran dengan nada ucapan Sean yang seakan tidak iklas mengeluarkan suaranya
" tapi dengan tabiatmu yang suka kabur-kaburan sepertinya tanpa izinku pun kau tetap akan pergi dari sini kan ? " sinis sean melirik ke arah Carla yang menikmati acara makannya, apalagi mendapat kabar baik bahwa dirinya bisa pulang dan terbebas dari Sean . ya , walaupun tidak selamanya , setidaknya seminggu cukup untuk dirinya istirahat
" haha kau pintar sekali " acungan jempol disertai tawa menggelegar di berikan kepada Sean oleh Carla
" cihhh " decih Sean melihat kelakuan absurd Carla walaupun sebenarnya dirinya cukup terhibur dengan tawa Carla yang manis dan apa adanya . sampai dirinya pun ikut hanyut dalam tawa tersebut
" aku berangkat dulu " ucap sean berdiri dari duduknya berniat kembali keatas untuk mengambil jas serta tasnya
" tunggu-tunggu" teriak carla ketika melihat Sean hendak melangkah menaiki tangga membuat Sean menghentikan langkah nya
" ada apa ?" bingung Sean
" kau tunggu disini saja oke . Biar aku yang mengambilkannya untukmu " ucap Carla tanpa pikir panjang langsung berlari menapaki setiap tangga yanga ada
"perhatikan jalanmu kancil " teriak Sean seraya menggelengkan kepalanya heran ketika melihat Carla berlari seperti dikejar setan saja
" keras kepala , suka membantah , kelakuan seperti anak kecil , untung sayang upsss keceplosan hahaha " batin sean saat memilih menunggu diruang tengah
sedangkan di dalam kamar , seorang gadis tengah berusaha keras memberi pelayanan yang baik kepada Sean , anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena sudah mengizinkannya pulang
" huhh untung ganteng , jadi aku masih bisa berbaik hati padamu . Coba aja kalau jelek ,gendut ,hitam pasti sudah ku bunuh dari dulu dirimu itu " omelnya setelah keluar dari kamar Sean berjalan menuruni anak tangga hingga tiba-tiba di pertengahan tangga kakinya tersandung mengakibatkan dirinya jatuh berguling-guling sampai kebawah
bukk bukk bukk suara jatuh beriringan menggema diruangan tersebut membuat seisi rumah kaget ditambah dengan teriakan seorang perempuan
__ADS_1
"akkhhhh " teriaknya setelah itu jatuh pingsan dengan kening berdarah
" hah Carla ?" kaget Sean ketika mendengar teriakan Carla ditambah suara jatuh yang cukup keras
" heiii bangun " panggil sean dengan panik menepuk-nepuk pipi Carla berulang kali tapi, tetap tak sadarkan diri
" Bibi " panggil Sean seraya mengangkat badan Carla dalam gendongnya
" panggilkan dokter saga untuk kemari , cepat " titah Sean ketika bi mirna sudah datang
" baik tuan "
setelah itu Sean pun langsung naik keatas menuju kamar Carla . Setibanya dikamar lantas ditidurkannya tubuh Carla dengan pelan-pelan
padahal biasanya suka main banting-banting aja diatas kasur wkwk
" haiss ada-ada saja " gumam Sean lalu mengecek kondisi ,Carla apakah ada cedera serius pada tubuhnya
Sean pun teringat jika pagi ini dirinya ada meeting penting dengan para manager kantor sebelum berangkat bisnis keluar negri . Dirinya pun memutuskan untuk menghubungi dave mengenai insiden jatuhnya Carla yang akan berakibat pada meeting nya , entah di tunda atau diundur beberapa jam kemudian .
" halo dave "
" sudah bos , aku sedang menyiapkan kan materi meeting kita nanti " jawab dave disela kegiatan nya
" Carla baru saja jatuh dari tangga dan pingsan , aku sedang menunggu Saga untuk memeriksa keadaan Carla " jelas Sean yang membuat seseorang diseberang telepon langsung berhenti dari kegiatannya
" jatuh ? bagaimana bisa ? " kaget Dave
" ya kau tau sendiri dia itu perempuan jadi-jadian " memutar bola matanya malas ketika mengingat tingkah Carla yang amburadul
" iya juga " jawabnya setuju dengan penilaian Sean " lalu ini bagaimana dengan meetingnya ? gk mungkin ditunda lagi kan ?" ucap Dave dengan nada rendahnya berusaha memberi peringatan agar meeting tetap berjalan sesuai jadwal
" mau ku tinggal perempuan pingsan itu ? setidaknya tunggu saga datang agar aku bisa mengetahui keadaannya " jawab Sean
" ayolah Sean kan ada bibi disana, kalau hanya ingin tau keadaannya nanti kan kau bisa menelepon bi mirna atau siapa pun yang ingi kau telepon " ucap dave memohon
" terserah ,intinya aku mau menunggu Carla diperiksa dulu " telak Sean menutup panggilan sepihak membuat manusia yang terlibat panggilan dengannya tadi pun jengkel dengan kelakuan bosnya yang semaunya itu .
" cihh alasan saja , bilang saja kalau kau mulai jatuh cinta dengannya , makanya kau khawatir yang berlebihan " omel dave
sudah seperti emak-emak
__ADS_1
" aduhh ini bagaimana?kerjaan yang lain aja belum di urus , ini malah diundur-undur terus , bisa jadi menumpuk ini kerjaan " bingung dave berusaha mencari jalan keluar
Di mansion Sean
Terlihat Sean sedang duduk dengan gelisah disamping Carla yang masih pingsan , menunggu kedatangan Saga yang menurutnya lambat sekali
" Dia itu Dokter apa bukan sih , lama sekali datangnya . Bisa-bisa pasiennya mati karena menunggu Dokter yang super lelet " omel Sean dengan mata sibuk melirik pintu lalu kembali melihat Carla begitupun seterusnya
bugghhh tiba-tiba tangannya ada yang memukul walaupun tidak seberapa
" kau menyumpahi ku mati haa ? " protes Carla yang ternyata sudah sadar walaupun belum sepenuhnya
" eh kau sudah bangun ? mana yang sakit ?" cercah Sean begitu saja ketika melihat Carla sadar
" ahh kepalaku pusing, badanku remuk semua dan kakiku sakit , sepertinya terkilir deh " gumam Carla dengan mata terpejam karena kepalanya cukup pusing untuknya membuka mata
" akhh Saga sialan " umpat Sean " kenapa dia itu menjadi lelet akhir-akhir ini " omel Sean bertambah khawatir ketika mendengar keluhan Carla tadi
setelah puas mengomel ,dirinya pun kembali duduk disamping Carla
"kau itu kenapa marah-marah ? " tanya Carla heran , dilihatnya Sean walaupun matanya tidak sepenuhnya terbuka
" bukan apa-apa . sudahlah kau lebih baik istirahat , sebentar lagi dokter akan datang memeriksa keadaanmu " ucap Sean . Tak lama ponselnya berbunyi pertanda telepon masuk
" dave ? " gumam sean
" Halo , bukannya sudah ku bilang aku tidak bisa meninggalkan Carla sendiri " ucap Sean setengah ngegas padahal Dave belum mengucapkan sepatah kata pun
" huhh Tuan Sean yang terhormat , aku tau dan paham tanpa kau menjelaskan untuk yang kedua kali " geram dave " dengar baik-baik , berhubung meeting ini tak kalah penting dari wanitamu itu ___" jeda Dave
" apa kau bilang wanitaku ? mulutmu minta ku jahit haaa ?" geram Sean dengan pelan agar Carla tidak mendengarnya
" aiss sudah lah katakan tujuanmu menelpon ku , awas saja kalau tidak penting " ancam Sean
" kau yang dari tadi menyela penjelasanku " jawab Dave tak mau kalah
" CEPAT atau ku matikan saja telepon mu ? mengganggu saja " bentak Sean diseberang telepon
" oke kita akan melakukan meetting dengan kau melihat dari Video call " jelas dave membuat Sean berfikir sejenak sebelum dirinya setuju dengan ide Dave .
...HAPPY READING ...
__ADS_1