
*Flashback 2
" oh ya namamu siapa ? " tanya anak perempuan itu
" namaku Rayyan , lalu namamu siapa ? " tanya nya seraya tetap berjalan dan masih posisi menggendong si anak perempuan tadi
" Namaku shiena " jawab anak perempuan itu seraya tersenyum
setelah sempat bingung mau lewat jalan yang mana akhirnya mereka berdua pun sampai direstoran yang dimaksud anak perempuan tadi
" stopppp " ucapnya ketika melihat restoran yang ditempatinya tadi seraya menepuk pundak Rayyan kecil yang sampai saat ini masih setia menggendongnya
" apakah ini tempatnya ? " tanya Rayyan kecil
" iya , turun kan aku " jawab nya seraya turun dengan pelan
keduanya pun berjalan menuju restoran terlihat disana keluarga shiena berkumpul terlihat mama shiena sedang menangis hingga ditenangkan oleh beberapa saudarshiena
" mama " panggil shiena berjalan menuju mamanya dengan kaki pincang nya dipapah oleh rayyan
" sayang " teriak mama shiena berlari memeluk shiena seraya menangis .
"kau tak apa sayang ? " tanya nya dengan meneliti keadaan putrinya dari kepala sampai ujung kaki
" kau darimana hmm? mama khawatir denganmu sayang " lanjutnya memeluk sekali lagi
" shiena tak apa ma , maafkan shiena ya karena sudah membuat mama dan yang lain khawatir " cicit Shiena pelan seraya menghapus air mata mamanya
" ya tak apa sayang , lain kali jangan seperti itu ya " ucapnya dijawab anggukan oleh Shiena
" ini siapa sayang ? apakah kau punya teman disini ? " tanya sang mama ketika melihat keberadaan Rayyan dengan kondisi baju berlumur darah
" ini rayyan , dia yang menolongku untuk pulang ke sini " ucap Carla
" tapi ma , pamannya sedang terluka di hutan sana dan sedang membutuhkan bantuan untuk mengobati lukanya " jelas Carla dengan muka sedih
__ADS_1
" bisakah mama membantu paman rayyan untuk segera dibawa kerumah sakit agar segera di obati ? " mohon Carla seraya memandang ke arah Rayyan yang terlihat khawatir
" oh ya ? dimana pamanmu berada sayang ? mama shiena akan membantu sebagai imbalan karena kau sudah mengantar putriku dengan selamat " ucap mama Shiena beralih ke hadapan Rayyan
" dia ada di hutan pinggir danau , pamanku mengalami luka parah ( tertunduk sedih ) aku tidak tau apakah dia bisa bertahan lama atau tidak " isak Rayyan lolos begitu saja
" syuuttt tenang lah , kita akan berusaha dan berdoa agar pamanmu bisa kuat ya " bisik mama Shiena seraya mengelus punggung kecil Rayyan
" laki-laki harus kuat agar bisa menjaga orang yang disayangi nya oke " semangat mama Shiena kepada Rayyan seraya tersenyum lebar
kemudian mama Shiena pun beranjak menuju keluarganya , terlihat disana mereka bercakap-cakap serius sesekali melihat ke arah shiena dan Rayyan
" ayo sayang kita menjemput pamanmu " ajak mama Shiena seraya menggendong putrinya
sejak kejadian itu baik rayyan maupun shiena sudah seperti adik dan kakak , setiap tahunnya mereka akan pergi berkunjung ke danau tempat dimana pertama kali mereka bertemu hingga suatu kejadian naas menimpa adiknya itu karena sebuah insiden tembak yang terjadi beberapa tahun lalu antara geng mafia saat shiena pergi sekolah membuat nyawa shiena pun tak tertolong karena luka tembak yang cukup parah di bagian dada nya .
sejak kejadian itu , Rayyan laki- laki penyayang , lembut kepada siapapun dan mudah tersenyum itu hilang begitu saja berganti dengan Rayyan yang dingin dan tertutup . walau terkadang mama Shiena berusaha membuat Rayyan agar iklas menerima kepergian Shiena walau itu berat
" Takdir tidak ada yang tau Rayy , kita sebagai manusia harus iklas menerima apapun yang digariskan untuk kita termasuk kematian , dipisahkan dengan orang yang kita sayang adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup kita " ucap mama Shiena kala itu duduk di samping pusaran Shiena bersama Rayyan seraya mengelus batu nisan sang putri dengan tersenyum
" sudah lah lebih baik kita pulang dan beristirahat , sudah cukup hari ini kita mengunjungi Shiena , masih ada hari- hari esok untuk kembali " ucap mama Shiena seraya berdiri diikuti oleh Rayyan
*flashback off
sedangkan diluar sana keadaan sedang kacau , sean yang dihadapkan dengan banyak orang yang ternyata itu adalah salah satu musuhnya . entah dari klan mana , karena banyak yang ingin menjadi musuhnya hanya karena kekuasaan .
" sial , mereka lama sekali " umpat sean berlari kearah mobil nya untuk mengisi peluru seraya menunggu teman-teman nya datang membantu
" carla bangun " ucap sean dengan dirinya sibuk mengisi peluru nya yang tersimpan di dashboard mobil nya
" emm ada apa sih ? " gumam carla hanya menggeliat kan badannya tanpa berniat membuka matanya
DORRR suara sautan peluru pun terdengar ,pertanda bantuan sudah tiba .
" aaaaaa ..." teriak carla seraya menutupi kedua telinga nya , kaget karena suara tembakan , bukan hanya satu kali bahkan dalam satu detik bisa sepuluh tembakan terlepas begitu saja dari berbagai tangan diluar sana
__ADS_1
" cihhh " sinis sean ketika melihat reaksi carla " kau bisa mengendarai mobil bukan ? " tanya sean dijawab anggukan kepala oleh carla
" good , sekarang kau bisa pergi dari sini , kemana pun asal jauh dari sini " jeda sean " kau paham carla ? " lanjut sean menatap carla serius
"kau gila ? " bentak carla dengan wajah marahnya " bagaimana kalau mereka mengejar ku ? sedangkan aku ? ( seraya menunjuk dirinya sendiri ) aku bukan perempuan yang ahli beladiri dan bukan pembalap yang bisa menghindar jika mereka mengejarku " cercahnya tanpa jeda
" hey , kau hanya fokus mengemudi mobilmu, jangan hiraukan apapun " yakin sean dengan menangkup wajah carla menggunakan kedua tangan nya
" No , aku tidak mau " tolaknya dengan menggelengkan kepalanya
"heyy tatap aku " ucap sean seraya mengangkat wajah carla yang menunduk
" kalau kau disini justru aku tidak bisa fokus melawan mereka.... " jeda sean " nyawaku yang mereka incar dan aku tidak mau melibatkan mu dalam hal ini carla " lanjutnya dengan wajah tegang karena perlahan musuh sudah berjalan mendekati mobilnya
" aku mohon , baru kali ini aku memohon dengan seseorang dan itu kau " mohon sean , entah dirinya pun tidak tau kenapa bisa memohon untuk keselamatan orang asing didepannya ini
carla yang melihat sean memohon untuknya agar segera pergi pun sedikit tersulut emosi , meskipun itu demi keselamatan nya tapi terdengar tidak masuk akal . sean yang menariknya untuk terlibat dengan hidupnya tapi justru sekarang ? entahlah apa tujuan sean melakukan semua ini
" OKE " finally carla seraya keluar dari mobil begitu saja membuat sean kalang kabut karena diluar sana peluru berterbangan tanpa bertuan .
" KELUAR " ucap carla membuka pintu mobil samping sean . setelahnya sean pun keluar seraya merangkul carla agar bersembunyi dibalik badannya tapi ditepis begitu saja oleh carla
" Ingat ! setelah aku pergi dari sini , jangan pernah berharap untuk bertemu atau mencariku lagi dengan alasan apapun itu . Jangan membuat ku terlibat dengan kehidupan mu " ucap carla menatap sean lamat -lamat membuat sean terdiam menatap kepergian carla begitu saja
tak lama terdengar teriakan dari salah satu temannya
" Sean cepatlah waktu kita tidak banyak " teriak Robert
" arghhh " kesal sean ketika melihat carla pergi dengan amarahnya membuat sean bingung harus melakukan apa . entahlah apa yang membuat sean begitu ingin mengejar carla dengan tujuan membujuk carla agar tidak marah dengan nya lagi
HAPPY READING
terimakasih yang udah mau baca cerita aku , terima kasih atas semangat kalian walaupun cuma beberapa tapi tidak masalah , semua butuh proses π intinya author bakal berusaha membuat cerita yang mengibur dan berkesan untuk kalian ..
ππ
__ADS_1