
keesokan paginya suasana cukup ramai karena mereka ingin menyaksikan matahari terbit
" dave " panggil sean saat dirinya keluar dari tenda dan hanya menemukan dave
"hm " jawab dave singkat
" kemana yang lain ? " tanya sean
" pergi jalan-jalan katanya " jawab dave seraya menawarkan rokok kepada sean
" terima kasih " ucap sean
" kapan kau akan menindak lanjuti masalah mu dengan carla sean ? lebih cepat lebih baik " ucap dave menoleh kearah sean dengan muka serius
" entah lah , mungkin setelah pulang dari sini " jawab sean datar
" semalam aku melihatnya berdua dengan laki- laki , tapi bukan teman rombongannya " ucap dave membuat sean seketika menoleh ke arah dave dengan pandangan tajam
" berdua ? kau tidak salah lihat dave ? " tanya sean memastikan
" ya mereka duduk di pinggir danau , lumayan jauh dari lokasi tenda berada " jelas dave
" kenapa memangnya ? " tanya dave justru penasaran dengan ekspresi sean
" semalam saat aku menerima telepon , ternyata carla berusaha menguping pembicaraan ku dengan dimas " jelas sean dengan mata lurus kedepan
" lalu apa yang terjadi ? apakah carla mengetahui sesuatu ? " tanya dave
" entah lah aku juga tidak tau " jawab sean
" berarti waktu itu carla baru bertemu dengan laki-laki yang dibicarakan dave ? cihhh malam-malam berduaan dipinggir danau apakah tidak takut dimakan ikan " omel sean dalam hati
"kau mau kemana? " tanya dave ketika melihat sean hendak pergi
" mencari angin " jawab sean singkat lalu pergi begitu saja dengan membawa ponselnya
saat sean tiba di tenda carla ternyata kondisi sedang sepi , mungkin sedang bersenang-senang . saat akan kembali ternyata carla datang bersama reza membuat sean tidak senang melihatnya
Dari kejauhan carla melihat sean seperti sedang mencari sesuatu ditendannya
"sean ? " gumam carla didengar oleh reza " kau mengenalnya ca ? " tanya reza karena carla sempat menyebut nama seseorang
" ahh ya aku mengenalnya " jawab carla sedikit gugup lalu keduanya berjalan mendekat kearah sean
" sean ? " panggil carla membuat sean berbalik arah melihatnya
__ADS_1
" kau datang juga rupanya " jawab sean ketika melihat kehadiran carla lalu diliriknya laki-laki yang bersama carla dengan sorot mata tajam
" dia siapa ca ? om kamu ? " bisik reza sembari menyenggol tangan carla
" husst dia bukan siapa-siapa aku oke " jawab carla dengan berbisik juga membuat sean menekuk alisnya kaget dengan jawaban carla
" apa katanya tadi ? aku bukan siapa-siapa dia ? " geram sean dalam hati
" ehem boleh pinjam perempuan ini sebentar ? " tanya sean dengan muka datar membuat reza sedikit takut dibuatnya
diliriknya carla dengan muka bingung " aaa silahkan kalau yang bersangkutan bersedia tuan bawa " jawab reza pada akhirnya tidak memihak siapapun
" mau kah kau ikut dengan ku nona ? " tanya sean dengan nada bicara ditekan serta senyum penuh kepalsuannya
"cihhh apa-apaan sean ini , berlagak sok ramah tapi lihatlah muka nya tidak menunjukkan ekspresi apapun " batin carla merasa jengah dengan tingkah sean
Mau tidak mau carla pun mengikuti langkah sean , entah sean akan membawanya kemana
" sean kita mau kemana ? kenapa jni jalan menuju restoran ? " tanya carla seraya menghentikan langkah nya membuat sean mau tidak mau juga menghentikan langkah nya
" hufff aku mau sarapan " jawab sean singkat " haa ?lalu kenapa kau mengajakku ? " tanya carla bertambah bingung
" tentu saja untuk menemaniku makan , atau kau saja yang ku makan ? " tanya sean dengan nada menggoda
" apaan sih , minggir " ucap carla tersipu malu dan memutuskan untuk jalan didepan agar sean tidak melihat mukanya yang tengah bersemu hahaha
setibanya di restoran ternyata suasana cukup ramai membuat carla mau tidak mau menunggu sean yang tertinggal dibelakang sambil mengomel tidak jelas
" lama banget sih jalannya " cetus carla
" masuk " titah sean tanpa membalas omelan carla
setelah itu keduanya pun duduk dikursi samping tembok kaca
" pesanlah kau mau apa " ucap sean memberi buku menu kepada carla
" aku ingin mie ayam sama minum nya es jeruk 1 sama air mineral dingin " ucap carla pada waiters tersebut
" tambah sup sapi dengan nasi , sudah itu saja " ucap sean menyerahkan buku menu itu kembali kepada waiters
sejak tadi sean hanya memandangi carla yang asik bermain ponsel dengan tersenyum-senyum membuat sean tidak suka melihat nya karena ponsel itu dirinya diabaikan
" CARLA" panggil sean tapi tidak dijawab oleh carla membuat sean bertambah kesal tapi ditahannya karena takut nafsu makan nya hilang karena marah-marah
hingga makanan pun datang tapi carla tetap pada ponselnya
__ADS_1
" makan baru bermain ponsel " ucap sean setelah berhasil merebut ponsel carla membuat carla cemberut
" ya sudah sini kan ponselnya " pinta carla seraya menengadahkan tangan nya didepan sean tapi tidak digubris oleh sean membuat carla jengkel . diliriknya tangan sean dimana ponselnya berada , dengan gerakan cepat carla pun berdiri dan berusaha merebut ponselnya dari tangan sean . Namun naas saat dirinya berdiri tepat didepan sean , dirinya malah ditarik hingga duduk dipangkuan sean
tanpa aba-aba tiba-tiba sean menciumnya "emmm emmm" berontak carla seraya memukul dada sean
setelah terlepas carla langsung beranjak dari pangkuan sean lalu menarik tisu dan mengelap mulutnya yang sedikit berbekas oleh air liur mereka berdua
" dasar gila " ucap carla dengan pandangan sengit nya dan sean hanya tersenyum miring seraya mengelap bibir nya dengan ibu jari .
"itu hukuman untukmu karena membantahku " ucap sean
" makanlah carla , jangan membuat ulah " ucap sean kala carla masih terlihat marah padanya
" kau yang membuat ulah " jawab carla sambil melotot tidak terima ke arah sean
" kau lihat itu ? (tanya nya sambil menunjuk orang-orang yang ada disekitar mereka) mereka punya mata untuk melihat apa yang kau lakukan padaku tadi " protes carla masih dengan muka marahnya
"oh apakah aku perlu menghilangkan mata mereka ? agar mereka tidak bisa melihat kita hemm ? (tanyanya dengan muka menggoda ) dan setelah itu kita bisa melanjutkan kegiatan kita yang tertunda tadi ? Hahaha " tawa sean meledak ketika melihat muka carla yang malu setengah marah
" terserah , lebih baik aku pergi saja daripada disini , bersama orang gila sepertimu membuatku bisa ikut gila " ucap carla seraya berdiri dari duduknya tapi ditahan oleh sean
" duduk " titah sean tiba-tiba dengan muka berubah menyeramkan
" bodo amat " jawab carla melengos begitu saja berjalan disamping sean
mendapati carla yang membantah ucapannya dari awal ke restoran pun membuat sean berada dipuncak amarahnya . Ditariknya pergelangan tangan carla lalu dipaksanya untuk duduk kembali .
" lepasin nggk ? " ucap carla berusaha berdiri dari duduknya
" kalau kamu masih berani melawan perintahku , maka aku tidak akan segan-segan untuk membuatmu menderita nantinya " ucap sean pelan penuh penekanan tepat didepan muka carla dengan dirinya yang menunduk
Merinding itulah yang dirasakan carla saat ini . untuk melawan pun sudah tidak ada kekuatan lagi karena dirinya memang belum makan dari bangun tidur dan sekarang sudah hampir pukul sebelas siang
" besok kau pulang bersamaku " ucap sean tiba-tiba membuat carla yang sedang minum pun tersedak
"uhuk uhuk ..... pulang bersamamu ? " tanya carla dengan muka bingung sekaligus kaget
...HAPPY READING π...
makasih karena udah mau like dan favorit cerita aku ππ makin bersemangat lanjutin ceritanya kalau banyak yang baca . apalagi kalau ada komentar yang bisa membantu author agar bisa bikin cerita yang lebih baik pasti author seneng banget β€οΈβ€οΈβ€οΈ
.π
.π
__ADS_1
.π