
Pagi hari dengan cuaca yang mendung diiringi dengan air hujan yang jatuh membasahi bumi membuat ke dua insan yang sedang bergumul dibawah selimut tebal itupun bertambah betah .
Tok tok tok suara ketukan pintu membuat Carla pun membuka matanya
" emhh siapa sih " gumamnya kesal karena masih mengantuk
" Iya ada apa ? " teriaknya tanpa bangkit dari ranjang
" itu non , ada tamu untuk tuan Sean , beliau sudah menunggu di bawah " jawab Bi marni dibalik pintu kamarnya
" Tamu ? " gumamnya seraya menoleh kearah Sean yang masih tertidur
Carla pun memutuskan untuk mencuci mukanya lalu keluar dari kamarnya dengan tetap menggunakan pakaian tidur nya yang cukup terbuka . Padahal di lantai bawah banyak sekali pengawal laki-laki yang berkeliaran dimana-mana
" Bi dimana tamunya ?" tanya Carla pada Bi marni yang tengah membuat minuman didapur
" Diruang tamu nona " jawab Bi marni
" oh baiklah , aku akan menemuinya dulu " ucap Carla kemudian melangkah menuju ruang tamu dimana tamu Sean berada . Dia hanya ingin tau , apakah tamunya itu seorang perempuan atau laki-laki dan ada urusan apa sampai datang kemari
Dari kejauhan dirinya hanya melihat punggung tegap seorang laki-laki , dengan pakaian rapi . "Sepertinya orang yang penting " gumamnya sebelum akhirnya memutuskan untuk berjalan mendekat
" Permisi " ucap Carla membuat laki-laki itupun menoleh kearahnya . " Degghh kenapa jantungku berdebar ? dan kenapa mukanya seperti tidak asing untukku ? " pikirnya dalam hati ketika matanya bertabrakan dengan mata laki-laki paruh baya didepannya ini
Setelah hening beberapa menit , tapi laki-laki didepannya ini tak kunjung berbicara , membuatnya sedikit heran . Apalagi laki-laki didepannya ini tengah menatapnya tanpa berkedip
" Halo tuan " ucap Carla , lagi dengan melambaikan tangannya didepan muka laki-laki paruhbaya tersebut
"Ya selamat pagi nona , maaf sudah mengganggu mu pagi-pagi begini " jawab laki-laki itu dengan tersenyum . Matanya yang tengah berkaca-kaca tak berani untuk mengedipkan mata barang sebentar pun .matanya memancarkan kerinduan dan luka yang begitu dalam . "Aku senang kalau kau baik-baik saja sayang " gumam nya dalam hati dengan perasaan haru ketika bisa bertemu dengan Carla .
" Oh tidak masalah tuan . Ini sudah pukul sepuluh , jadi sudah bukan siang lagi " ujarnya dengan tersenyum " oh ya silahkan duduk tuan " seraya dirinya juga memilih duduk didepan laki-laki paruhbaya tersebut
__ADS_1
Sedangakan dikamar , Sean tengah mengerjapkan matanya seraya tangannya meraba kasur ,mencari tubuh hangat yang dijadikannya guling semalaman " Tidak ada ?" gumamnya ketika tidak menemukan apapun
" kemana dia ? kenapa tidak membangunkan ku ?" ucapnya seraya bangkit dari tidurnya dan memilih duduk bersandar pada kepala ranjangnya
Diambilnya telepon rumah yang ada dimeja nakas nya untuk menghubungi yang ada dilantai bawah , tujuannya ingin menanyakan keberadaan Carla .
" ya tuan ? " ucap salah satu pelayan perempuan
" Dimana Carla? " tanya Sean
" Nona ada diruang tamu tuan , sedang menemui tamu tuan " jawab pelayan
" menemui tamuku ? siapa ?" tanya Sean dengan mengerutkan alisnya . Seingatnya hari ini dia memang sengaja mengosongkan jadwalnya
" iya tuan , seorang laki-laki paruhbaya " perkataan pelayan tersebut membuatnya terdiam beberapa saat
" Panggil Carla , suruh kembali ke kamar " titahnya pada pelayan tersebut sebelum panggilan diakhiri
*Diruang Tamu
" Permisi nona " ucap pelayan dengan membungkukkan badan nya
" ya ada apa ? " tanya Carla
" Tuan menyuruh nona untuk kembali kekamar "
" Dia sudah bangun rupanya " gumamnya
" em maaf tuan , saya tinggal dulu . Saya panggilkan Sean untuk datang menemui anda " ucap Carla dengan tersenyum
" Ya silahkan , aku juga tidak enak karena sudah mengganggu waktu kalian berdua " ucap laki-laki paruhbaya tersebut dengan tersenyum tulus
__ADS_1
Ceklek..... pintu terbuka dari luar , Carla pun masuk dan dilihat nya ranjang sudah kosong , itu tandanya Sean sudah bangun
"Kemana dia ? " ucapnya berjalan menuju ranjang , merapikan seprei dan bantal yang berserakan
suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Carla pada Sean yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya . Terdiam membeku ketika melihat bentuk perut Sean yang menggoda
" Dari mana kau ? " tanya Sean setelah menyadari kehadiran Carla di kamarnya yang sedang berdiri seraya memegang seprei ditangannya
" Aku dari bawah , kenapa memangnya ?" tanya Carla berhenti dihadapan Sean
" Dengan penampilanmu yang seperti ini , kau keluar dari kamar ? " tanya Sean dengan melirik tubuh Carla dari atas sampai bawah dengan pandangan menyipit
" Ya ... kenapa memangnya ? " tanya Carla ikut melihat tubuhnya dari bahu sampai bawah seolah berkata " tidak ada yang salah " pikirnya
" Celana pendek sampai tidak terlihat karena tertutup oleh bajumu " ucap Sean dengan menggelengkan kepalanya
" No problem ... I like it " jawab Carla begitu saja seraya mengedikkan bahunya . seolah tidak perduli dengan aksi protes Sean
" Ya kau memang suka memamerkan tubuhmu didepan laki-laki " jawab Sean , membuat Carla diam seraya memandang Sean dengan pandangan sulit diartikan . Hanya Carla dan Tuhan yang tau
" Ya aku memang suka menggoda pria , termasuk kau yang tergoda olehku " jawab Carla dengan tersenyum sinis
" Kau menemui siapa ? " tanya Sean setelah diam beberapa saat
" Menemui pacarku " jawab Carla begitu saja , dirinya hanya ingin melihat rekasi Sean . " untuk apa bertanya aku menemui siapa? bukannya dia sudah tau " gumamnya seraya sibuk memasang seprei
" cihhh punya nyali apa pacarmu datang kemari " sinis Sean seraya tersenyum miring .
" Tentu saja pacarku adalah manusia pemberani di dunia ini " jawab Carla dengan tersenyum membayangkan pria khayalannya . Padahal dirinya tidak benar-benar punya kekasih alias jomblo .
" Benarkah ? baiklah aku akan bersiap lalu datang menemuinya , dan membuktikannya sendiri , apakah perkataanmu ini benar atau tidak " ucap Sean seraya berjalan menuju walk in closet , memilih baju kaos serta celana training sebagai outfit rumahannya hari ini
__ADS_1
" Silahkan" ucap Carla yang telah selesai memasang seprei