Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
Kecewa


__ADS_3

"Awas saja kalau sampai dia masih tidak menjelaskan apa-apa kepadaku , aku akan pergi dari sini " gumamnya dengan rasa amarah di hatinya


.


.


.


.


Di Rumah


Sejak kepulangannya dari kantor , Sean tak melihat keberadaan Carla dirumahnya . Bahkan ketika ia selesai mandi dan turun kebawah pun tak melihatnya juga , kalaupun kabur mana mungkin ? rumahnya dijaga oleh pengawal dengan ketat , jadi tidak ada celah untuk Carla kabur dari sini , pikirnya.


"Bi...." teriaknya saat kakinya sudah menapaki anak tangga terakhir dirumahnya


"Ya tuan " jawab Bi Yati setelah dirinya sempat berlari terburu-buru dari belakang, ketika mendengar suara Sean yang menggema memanggil dirinya


" Dimana Carla ? " tanya Sean menatap pembantunya itu datar


" emm Nona sedang berada di paviliun belakang tuan " jawab Bi Yati sedikit takut , karena Nona mereka berada di paviliun belakang , di mana tempat para pembantu seperti dirinya tinggal disana


Mendengar jawaban salah satu pembantu nya ini membuat nya heran " Untuk apa dia disana ? apakah ini sudah berjalan lama ?" tanya Sean


" emm semenjak nona tinggal disini " ucapnya dengan menunduk karena masih takut memandang muka Sean


Tanpa menjawab, Sean, pun langsung pergi ke belakang menuju paviliun yang dimaksud pelayan nya tadi . Banyak pelayan yang sedang istirahat pun kaget akan kehadirannya di paviliun mereka , yang bahkan hampir tidak pernah didatangi oleh tuan mereka itu


" Selamat malam tuan " Begitulah kira-kira para pelayan menyapanya ketika melihat dirinya berjalan


" Dimana Carla ? " tanya nya pada salah satu pelayan yang berada didepan paviliun


" emm nona ada di dalam tuan " jawab pelayan tersebut menunduk takut

__ADS_1


Tanpa babibu Sean pun langsung masuk kedalam , membuat para pelayan yang berada diluar langsung panik dengan sendirinya . Entahlah apa yang membuat mereka begitu takut akan kehadiran Sean , apa yang sebenarnya terjadi didalam ?


" Apa yang kalian lakukan ?" teriak Sean ketika melihat kejadian yang membuatnya naik pitam . Carla dengan muka yang penuh coretan lipstik itupun membuat nya marah


Sedangkan para pelayan yang tadinya tengah tertawa riang bersama Carla itupun langsung terdiam tak kala melihat Sean yang tengah memandang mereka dengan penuh amarah


"Sean " gumam Carla , kemudian dia pun langsung bangkit dari duduk nya berjalan menghampiri Sean " Kenapa kau disini ?" tanya nya tepat didepan muka Sean dengan wajah bingung


" Ada apa dengan muka mu ?" tanya Sean tanpa menjawab pertanyaan wanita cantik didepannya yang tengah memandangnya bingung itu


Spontan dia pun langsung memegang wajah nya , yang terdapat noda lipstik yang ia dapatkan dari kekalahan akibat permainan nya tadi bersama para pelayan " Bukan apa-apa " jawabnya seraya menggelengkan kepalanya


"Untuk apa kau datang kesini ? untuk mencariku ?" tanya nya dengan menatap muka Sean yang tengah menatapnya juga dengan muka datarnya


" Menurutmu ? " jawabnya dengan balik bertanya kepada Carla atas jawabannya membuat Carla memutar matanya malas


" Sudahlah , bersihkan wajahmu itu , sudah seperti badut mampang saja kau ini " ucap Sean seraya menyipitkan matanya seolah jijik dengan kondisi muka Carla


"Berisik " ucapnya pelan dengan mendelikkan matanya pada Sean


" emm guys aku balik dulu ya , besok kita sambung lagi oke " pamitnya pada para pelayan , sedangkan pelayan hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tapi kembali menunduk ketika tak sengaja melihat kearah Sean yang tengah menatap mereka dingin


" Udah jangan melotot terus , nanti bisa copot itu mata baru tau rasa " bisik Carla , ketika Sean tengah memperhatikan para pelayan dengan muka dinginnya


Setelahnya Carla langsung menarik tangan Sean untuk menjauh dari paviliun tersebut menuju rumah utama .


Saat keduanya tengah berjalan beriringan , tiba-tiba Sean menarik tubuhnya untuk mendekat " Ada apa ? " tanya Carla mendongak menatap Sean


"Nothing " jawab Sean menatap kedepan dengan tangannya yang merangkul pundak Carla


" Besok kita akan mendaftarkan pernikahan kita " ucap Sean tiba-tiba membuat Carla langsung menghentikan langkah nya dan Sean pun juga otomatis berhenti


" Ada apa sebenarnya ? kenapa kau tiba-tiba mengajakku menikah ? " tanya nya dengan muka terkejut sekaligus bingung .

__ADS_1


Walaupun mereka sudah dapat dikatakan dekat , tapi untuk menikah? itu terlalu mengejutkan baginya . Apalagi pertemuannya dengan Sean bukanlah murni antara wanita dan pria yang ingin saling mendekatkan diri , melainkan dirinya yang awalnya terlibat hutang dan harus terpaksa tinggal dengan laki-laki dihadapannya ini dengan berbagai alasan yang Sean berikan padanya


" Dari awal aku memang berniat menikah denganmu ? bukankah itu sudah pernah ku katakan padamu ?" tanya Sean dengan muka datarnya


Ya , dari awal memang dia memberikan syarat untuk aku menikah dengan nya , tapi setelah semua yang terjadi , ku kira itu sudah terlewatkan . Rupanya dia menagihnya hari ini ? .


..."cihh aku terlalu percaya diri rupanya " pikirnya dalam hati...


" Untuk apa ? " tanya nya dengan muka datar


" Untuk apa ? bukan untuk apa-apa , aku hanya ingin melanjutkan syarat yang kuberikan waktu itu padamu " jawab Sean " atau kau sudah lupa dengan syaratku ? perlu ku ingatkan ? " tanya Sean lagi , mendekatkan wajahnya pada wajah Carla yang terlihat datar tengah menatapnya


Sedangkan Carla berusaha mengingat-ingat syarat mana yang Sean maksud , tidak perlu waktu lama dirinya ingat akan syarat yang sean maksud


#Flashback


Di Restoran


" tau tuan , tapi saya mohon keringanan dari tuan , tolong berikan saya waktu untuk membayar sisanya " mohon carla dengan tangan memohon seraya menunduk


" emm tapi ada syarat nya " ucap sean seraya tersenyum miring


" syarat ?? syarat apa tuan ? " tanya carla dengan muka bingung


" kau ku beri waktu selama 3 bulan tapi dengan syarat kau harus menikah denganku selama 3 bulan juga " ucap sean dengan wajah tegas


#Falshback off


"Tidak perlu " jawab Carla ketus , lalu pergi begitu saja dari hadapan Sean . Dirinya cukup kecewa ketika mengingat alasan dirinya ada disini , entahlah , padahal tidak seharusnya dia kecewa seperti saat ini .


Seharusnya syarat tersebut sudah dilakukan sedari dia tiba disini , tapi entah apa yang membuat Sean menunda semuanya , bahkan dirinya sudah hampir dua bulan serumah dengan Sean . Seandainya perjanjian itu sudah berjalan bukankah sedikit lagi ia bisa bebas atas hidupnya ? terbebas dari larangan serta aturan hidup yang Sean berikan padanya .


" Nasib sial bisa bertemu dengan nya " gumamnya dongkol dalam hati

__ADS_1


...~HAPPY READING ~...


mohon bantu like , comen dan makasih udah mampir dicerita aku 🙏❤️ Menurut kalian gimana ? ceritanya kurang mantap dan terlalu monoton ya ? author ngerasa gk pede kalau yang baca dikit nih


__ADS_2