Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
siapa Sean ?


__ADS_3

" Apakah kalian sudah siap dengan rencana yang kalian susun ? " tanya seorang laki-laki diseberang telepon


" Ya , kami tidak mungkin melakukan penyerangan tanpa persiapan yang matang " jawab edrick , ketua mafia yang akan menyerang mafia Sean


tersenyum puas atas jawaban edrick , itu artinya sebentar lagi ia akan melihat kekhawatiran di muka Sean . Tidak mungkin Sean tidak tau apa yang terjadi dibalik ini semua .


" hem lakukan rencana kalian sebaik mungkin , kabari aku hasilnya nanti " ucap laki-laki itu seraya mematikan sambungan telepon begitu saja


"kita tunggu , apakah kau bisa melindungi anak dari seorang pembunuh " gumamnya dengan penuh dendam di hatinya


...----------------...


Dorr dorr ... Bunyi pistol saling menyahut diluar sana membuat Freya yang tengah berada didapur ,membatalkan niatnya untuk mengambil air dingin


" Ada apa diluar sana ? " gumamnya , karena penasaran diapun melangkah menuju pintu utama untuk melihat bunyi apa tadi? kenapa seperti bunyi pistol ?


"Dikunci ? " gumamnya kala ingin membuka pintu utama , pintu ini sengaja dikunci agar dirinya tidak keluar kah ? pikirnya .


Akhirnya dirinya pun memilih untuk berlari menaiki tangga agar segera sampai kamarnya . melihat dari balkon kamarnya adalah pilihan terbaik saat ini


Degg jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat bagaimana hancurnya keadaan dibawah sana . Banyak manusia terbaring dengan darah yang keluar dari tubuh mereka .


Freya yang terlalu syok , sampai tidak melihat bahwa dibawah sana ada yang tengah membidik pistol kearahnya dan Dorr


"Aaaa " jeritnya seraya menutup kedua telinga nya dan memejamkan mata . Tapi setelah beberapa saat dirinya diam mematung , hingga merasa bahwa dia baik-baik saja


Dibukanya perlahan mata nya dan ternyata seorang laki-laki bertopeng tengah memeluknya dengan napas naik turun , siapakah dia ? kenapa bisa ada disini ? batinnya seraya memandang laki-laki itu penuh tanya


" kau siapa ? " ucapnya dengan sedikit nada tinggi , takut bahwa orang disampingnya ini adalah salah satu dari orang jahat dibawah sana


" shutt , lebih baik kau masuk kedalam kamar mu " ucap pria itu seraya melepaskan pelukannya

__ADS_1


Dengan alis berkerut , dirinya berfikir seperti mengenal suara pria ini , tapi dimana ?


Keadaan dibawah sana ternyata sudah aman, para musuh sudah di bantai habis-habisan ,hanya beberapa yang berhasil kabur .


setelah dirasa aman ,laki-laki bertopeng itu pun menoleh kearah Freya seraya melepas topengnya "Sean " kaget Freya ,ketika melihat bahwa Sean lah yang ada dibalik topeng itu " Tunggu dulu , ini maksudnya apa ? kau dan yang terjadi dibawah sana ? kenapa kau berpakaian aneh dan memakai pistol? . Siapa kamu sebenarnya Sean ? " takut bercampur penasaran


" Sudahlah , nanti saja aku jelaskan . Aku masih ada urusan " ujar Sean lalu kembali pergi begitu saja meninggalkan Freya dengan penuh tanda tanya


" Hei ... kau mau kemana ? " teriak Freya ketika Sean berlari keluar begitu saja


...----------------...


"Bagaimana keadaan yang disana ? apakah sudah beres ? " tanya Sean pada sambungan earphone yang ada ditelinganya


" ya disini sudah beres . Bagaimana dengan nona Freya ? " tanya Dave


" hm , tapi sebagian ada yang kabur " jawab Sean . Saat ini dirinya tengah mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di Markas , tempat titik penyerangan yang dilakukan


Setibanya di markas , Sean pun langsung menuju ruang bawah tanah sebagai tempat penyekapan


" Apa yang mereka katakan ? " tanya Sean seraya duduk dibangku tunggal yang disiapkan oleh anak buahnya , duduk berhadapan langsung dengan penjara , disanalah para musuhnya berada .


"Seperti biasa , mereka akan tutup mulut dengan dalih kesetiaan " jawab Dean seraya tersenyum miring


" Wah wah patut diacungi jempol , aku kagum dengan kesetiaan kalian " ucap Sean dengan ekspresi yang dibuat-buat


" Tapi apakah anggotamu memikirkan nasib mu disini ? apakah mereka berniat menolong mu ha ? " tanyanya setengah berbisik , seraya berjalan mendekat , dimana dua orang yang tengah terikat itu tengah memandangnya bengis


" Kalian tau jawabannya ? " tanya nya dengan menggesekkan pisaunya disalah satu kulit mereka


"arghh " teriak salah satu tahanan membuat Sean bertambah semangat untuk mengoyak tubuh musuhnya ini

__ADS_1


" Jawabannya adalah..... mereka akan membiarkan manusia tidak berguna seperti kalian mati " ucap Sean seraya mengeluarkan pistolnya , yang dia sembunyikan dibalik jaket nya


" Bagaimana? masih tetap ingin setia ? atau menjadi pengkhianat demi nyawa kalian ? " tanyanya seraya berjalan mengitari mereka yang tengah menatapnya dengan pandangan sengit


" berbicara ataupun tidak , kau akan tetap membunuh kami " ucap salah satu tahanan


" Tergantung " jawab Sean dengan alis terangkat keatas seraya tersenyum " Kau bisa membuat pistol ini puas atas jawaban mu atau tidak hahaha" tawa Sean pun meledak begitu melihat wajah kesal dari musuhnya itu


"Sudahlah Sean , kau itu suka sekali banyak bicara " ujar Dean yang sedari tadi hanya memperhatikan Sean , seraya berdiri bersandar pada lemari yang digunakan untuk menyimpan alat-alat tajam ,gunanya yang tak lain adalah untuk menyiksa musuh atau pengkhianat


Mendengar ucapan Dean yang mengatai nya banyak bicara membuatnya kesal " Kau dengar ? gara-gara kalian aku dicap banyak bicara " kesal Sean menyalahkan dua orang didepannya membuat asisten Dean geleng-geleng kepala


Di vila


Freya yang tengah melamun diruang tengah , saat ini dirinya tengah menunggu kepulangan Sean , yang entah sekarang ada dimana


"huh membosankan sekali " gumamnya melempar ponsel nya begitu saja ,setelah beberapa kali berusaha menelepon Sean , namun tak kunjung mendapat jawaban


Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam "hah lebih baik aku tidur " kesalnya karena Sean yang tak memberi kabar apapun sejak kepergiannya tadi


Saat waktu menunjukkan pukul satu malam , terlihat mobil memasuki gerbang . Ternyata Sean sudah pulang


" ah lelahnya " gumam Sean ketika sudah turun dari mobil


" Sepertinya mandi lalu tidur sambil memeluk guling hangatku adalah pilihan terbaik saat ini " ucapnya seraya tersenyum dengan wajah kembali ceria . Seperti tengah mendapatkan kekuatan baru


...HAPPY READING ...


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2