Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
Penyesalan masa lalu , Dendam !


__ADS_3

Tak butuh waktu lama , mereka sudah berkumpul "Bagaimana Sean ? " tanya Saga , saat dirinya dan yang lain baru tiba .


" aku akan masuk kedalam , dan salah satu diantara kalian bisa ikut denganku " ucap Sean , menatap sahabatnya satu persatu .


Saga langsung mengajukan diri " Aku saja , yang lain bisa menyusul setelah mendapat aba-aba dari kami " Dijawab anggukan kepala oleh anggota lain


Dengan langkah perlahan , Sean dan Saga pun menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah . Tanpa adanya pencahayaan , mereka harus mengandalkan insting mereka untuk melihat keadaan sekitar .


Setelah menuruni anak tangga , diujung jalan mereka menemukan sebuah pintu yang merujuk pada suatu ruangan "Ada pintu " bisik Saga pada Sean yang ada di belakangnya


" Ada kodenya " ucap Sean tak kalah lirih . Mereka takut membuat bising yang nantinya akan membuat keberadaan mereka terhembus oleh musuh


" Marcel , pecahkan kode pintu ruang bawah tanah " ucap Sean pada earphone yang akan terhubung langsung pada semua anggota nya


"Baiklah " jawab Marcel , tak lama diapun langsung mengotak atik laptopnya ,seraya duduk dilantai walaupun lantai tersebut kotor akan debu


"Sean , kode pintu sudah ku dapatkan 172012 . kau butuh bantuan ? " tanya Marcel


" Tidak perlu , terimakasih . Nanti akan ku hubungi lagi " jawab Sean


Sedangkan Saga mencoba memasukkan PIN sandi zang disebutkan Marcel tadi " 172012" gumam Saga , seraya tangannya menekan angka-angka pada tombol yang tertanam di dinding samping pintu


tinggg..... bunyi pada pintu diiringi daun pintu yang terbuka dengan sendiri nya membuat Sean dan Saga saling pandang lalu tersenyum


"Pintu berhasil dibuka " lapor Sean pada earphone nya


...****************...


Sedangkan dilantai atas , mereka tengah diam menunggu perintah dari Sean maupun Saga . Ada yang bersandar pada tembok seraya bersedekap tangan , ada yang jalan mondar mandir , ada yang duduk di salah satu potongan -potongan kayu . Ahh entahlah , mungkin mereka bosan menunggu informasi dari Saga maupun Sean


Robert yang merasa jenuh pun melirik ke arah anak buah mereka yang hanya diam berdiri layaknya patung " heii kalian " ucap Robert membuat seluruh manusia yang ada disana menoleh kearahnya


merasa ditatap begitu banyak mata membuat Robert kikuk " kalian " tunjuknya pada segerombol manusia yang tengah berdiri di samping pintu menuju ruang bawah tanah


" pergi saja bantu anggota lainnya " ucap nya dengan pandangan datar

__ADS_1


" Baik tuan " jawab mereka serempak , setelah itu melangkah pergi menuju rombongan yang masih riuh melawan musuh


" Cihh lama sekali , lebih baik kita dirumah kalau pada akhirnya dianggurin " omel Robert membuat semua saudaranya tersebut menatapnya tajam


" Why ? bukankah ucapan ku benar ? untuk apa kita disini kalau hanya berdiri lalu duduk setelah itu mondar-mandir tidak jelas hanya karena menghilangkan suntuk " Robert merasa ucapannya tidak salah . Tapi kenapa semua saudaranya menatap sengit pada dirinya


Diruang bawah tanah


Perlahan Sean dan Saga melangkahkan kaki lebih dalam memasuki ruangan tersebut . Tanpa mereka sadari bahwa bahaya tengah menanti mereka didalam sana


mata keduanya sibuk melirik ke setiap penjuru ruangan , banyak susunan komputer dalam keadaan hidup , yang ternyata menampilkan sebuah video CCTV yang ada digedung ini


" Sialan " umpat Sean kala menyadari bahwa ia kecolongan . ia kira dengan tempat sekumuh dan terlihat tak berpenghuni ini hanyalah rumah kosong tanpa CCTV


Dorrr Bunyi peluru dari belakang membuat bahu Sean tergores . Mengalirkan darah segar dan menimbulkan rasa nyeri membuat Sean meringis


Dan terjadilah baku tembak dua orang melawan lima orang . mau tak mau Sean pun menghubungi anggotanya yang lain untuk segera turun membantunya . Dengan ruangan yang sempit serta bahunya yang terluka membuatnya susah untuk bergerak bebas


...****************...


Mereka tengah bersantai tanpa terganggu dengan suara-suara tembakan diluar sana. Biarlah itu menjadi urusan anak buahnya . Hingga pada saat earphone yang tersangkut ditelinga mereka memunculkan suara Sean " Kalian cepat kemari. " teriak Sean , disela-sela perkelahian nya dengan anak buah musuhnya


Semakin lama musuh bertambah banyak tapi dengan kemampuan yang mereka miliki , tentu saja tidak membuat mereka kewalahan .


" Cihh menyusahkan saja " ucap Malik yang tengah sibuk membersihkan bajunya dari kotoran debu


Musuh sudah ditaklukkan , mereka hanya perlu menyusuri lebih dalam lagi tempat tersebut " Bagaimana ? perlukah kita berpencar ? " tanya Robert , saat mereka dihadapkan dengan beberapa lorong yang ada diruang bawah tanah tersebut


" Ya , kita bagi saja menjadi tiga kelompok sesuai jumlah lorong yang ada " Sahut Saga yang tengah sibuk mengisi pistol-pistolnya dengan peluru


" Pastikan senjata kalian dalam keadaan terisi " lanjutnya


...****************...


Ditempat lain , lebih tepatnya Restoran milik Carla

__ADS_1


Hari ini Restoran berjalan dengan lancar , banyak pengunjung yang datang sekedar untuk mengisi perut ataupun menikmati secangkir kopi .


Seorang laki-laki tua , yang tengah duduk disalah satu kursi yang ada direstoran tersebut nampak diam tanpa menyentuh makanan yang telah ia pesan . Matanya yang sibuk memperhatikan segala penjuru restoran membuat pegawai yang sedari tadi memperhatikannya curiga


" Dia kenapa ? " gumamnya dengan mata tak lepas memandang laki-laki tua


.


.


.


Wajahnya yang sudah terlihat tua , namun perasaan bersalah tetap membelenggu jiwanya . Rasa bersalah terhadap adiknya pada masa lalu , membuat ia terus terpuruk sampai saat ini .


" Maaf karena sudah membuat hidup keluargamu menjadi seperti ini. Andaikan saja aku tidak menuduh mu saat itu , kau akan tetap hidup bahagia bersama keluargamu " ucapnya lirih , perlahan kepalanya menunduk tak kala air matanya tak bisa lagi dibendung


"Aku minta maaf dengan segala kesalahanku , Putrimu yang sangat kau sayangi , saat ini tengah dalam bahaya . Tapi ... kau tidak usah khawatir , anak asuh mu akan menjaganya dengan baik " gumamnya . Diusapnya air mata yang sempat jatuh mengenai pipinya . Berusaha tegar agar tak menimbulkan kecurigaan orang lain terhadapnya


.


.


.


Ingin sekali rasanya Carla mengangkat kan kepalanya hanya untuk melihat laki-laki didepannya ini . Tapi tenaga nya hilang entah kemana .


"Apa katanya tadi ? Ayahku yang menyebabkan nya seperti ini ? " gumam nya


" Kau tau, kehilangan orang tersayang adalah hal paling menyakitkan untuk ku . Dan kau pasti juga sudah merasakannya kan ? kehilangan orang tuamu untuk selama-lamanya " ucap Rayyan penuh penekan . Terdapat amarah dan luka saat ia mengatakan semua itu, ingin sekali rasanya ia membalas rasa sakit tersebut dengan tangannya sendiri . Tapi sayang sekali orang tersebut sudah mati ditangan yang lain .


......HAPPY READING ......


❤️❤️❤️


❤️❤️

__ADS_1


❤️


❤️


__ADS_2