Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
rencana pesta ulang tahun restoran


__ADS_3

keesokan harinya carla pun berniat menghubungi sean menggunakan kartu nama yang diberikan padanya tempo lalu


" hem baiklah aku akan menelponnya setelah selesai bersiap " ucap carla saat sedang sarapan susu dan roti . sedangkan fely masih tidur di kamar


setelah sarapan dan mandi dirinya pun memutus kan duduk dihalaman belakang seraya menikmati udara segar pagi hari serta hangatnya mentari pagi


dilihatnya kartu nama yang diberikan padanya waktu itu , dibaca nya kartu itu atas nama sean atmajaya


tut tut suara panggilan tersambung


"kenapa tidak diangkat sih ? omel carla


lalu dicobanya sekali lagi dan akhirnya diangkat oleh sean


sedangkan sean yang baru selesai mandi pun melihat hp nya yang berbunyi dan ternyata nomor baru .lalu diangkatnya benda pipih itu dan menunggu orang diseberang sana berbicara


halo..." suara perempuan ?" gumam sean


" hm... siapa ? " tanya sean


"em selamat pagi tuan sean maaf pagi-pagi sudah mengganggu ....." selanjutnya cuma terdengar sambungan telepon putus dan ternyata dimatikan oleh sean


"lah kok mati sih ? gak sopan banget orang lagi ngomong dimatikan seenaknya saja " omel carla


"kalau bukan karena masalah ini aku juga malas menelepon dan berurusan dengan mu " omel carla lagi


" masa iya pulsaku yang habis ? kan masih banyak baru beli kemarin ? " lanjutnya sambil garuk-garuk kepala


di saat carla tengah menggerutu karena sean tiba-tiba fely datang


" kenapa ca ? kok pagi-pagi udah marah-marah sih ? tanya fely heran


" itu lo fel , situan yang minta ganti rugi waktu itu ,kan aku telepon ya , masa aku belum selesai ngomong sudah dimatikan saja telepon nya kan gak sopan banget " omel carla lagi yang saat ini sudah kesal dengan sean


" healah kirain apaan , namanya juga orang kaya ya gitu ca pada songong " jelas fely kepada carla


" hm coba deh sekali lagi kalau gk diangkat ya bodo amat gua males ngurusin " omel carla


" iya iya udah buruan ,jangan lupa diloud speaker biar gua bisa denger " ucap fely dengan menggeser letak duduk nya menjadi lebih dekat

__ADS_1


tut tut nyambung nih " ucapfely semangat .


" kenapa lagi ? 1 menit waktumu bicara dimulai dari sekarang " bentak sean yang merasa terganggu oleh telepon carla


" ooo memang sialan orang satu ini " gumam carla pelan seraya mengepalkan tangan ketika mendengar nada sombong dan angkuh nya seorang sean


" heh tuan sombong , aku cuman mau bayar denda yang direstoran waktu itu , tempat dan waktu silahkan anda tentukan , sekian terima kasih " ucap carla dengan ketus


"aku juga malas berbicara lama-lama denganmu " sambung carla dengan anda ketus seraya mematikan sambungan telepon


setelah mematikan sambungan teleponnya dirinya pun menoleh kearah fely dengan muka datar


" kau taukan sekarang ? betapa sombongnya tuan sean itu , semoga kelak aku tidak akan mendapatkan pasangan seperti tuan sean itu " cerocos carla seraya menatap lurus kedepan seolah-olah membayangkan sesuatu


"jangan gitu ca , benci bisa jadi cinta lo hahaha " goda fely dengan tertawa melihat muka masam carla setelah dirinya berkata seperti itu


"dihh amit-amit dah fel " ucap carla ketus


lantas dirinya pun bangkit berjalan memasuki rumah untuk bersiap ke restoran bekerja seperti biasanya diikuti fely dibelakangnya dengan yang masih ketawa cekikian


sedangkan sean berusaha mengingat sesuatu dengan dahi berkerut berusaha berfikir


"denda ? restoran dan seorang gadis ? kenapa aku tidak mengingatnya " ucap sean bingung merutuki dirinya yang tiba-tiba lupa


"halo tuan " jawab dave diseberang sana


"ya dave kau dimana ? " tanya sean seraya bersiap ke kantor


"ini dijalan tuan " ucap dave didalam mobil


" oh ya sudah " jawab sean seraya mematikan telepon


sedangkan di dalam mobil si dave tengah kebingungan dengan tingkah tuannya.


"lah ? cuma mau nanya itu saja ? kirain ada yang penting " omel asisten dave seraya menambah kecepatan mobil takut keburu terjebak macet jakarta


sedangkan sean dirinya tidak jadi berbicara apa yang ingin ditanyakan nya karena dave saja sudah dijalan mau kemari menjemput dirinya . lebih enak bicara langsung daripada lewat telepon


setelah selesai bersiap dirinya melangkah menuruni anak tangga menuju meja makan

__ADS_1


" bi yati " panggil sean setengah berteriak pada bibi pembantu yang sudah kerja dengannya sejak sean di indonesia


"iya tuan " sahut bi yati setelah menhadap tuannya


" tolong buatkan aku kopi dan makanan pendampinya pisang goreng saja " titah sean setelah duduk disalah satu kursi meja makan


( kopi aja ada pendamping nya 🤣 masa kalian gk ada sih ? malu dong sama kopi )


" siap tuan mohon tunggu sebentar " jawab bi yati seraya menunduk dan melangkah pergi


" hm " sahut sean cuek


sedangkan carla dan fely sedang dijalan menuju restoran dengan mengendarai motor carla .setelah tiba keduanya turun , melangkah bersama memasuki restoran . terlihat pegawai sedang beres-beres sebelum ramai pengunjung .


"oh iya ca aku ingat sesuatu " ucap fely tiba-tiba menghentikan langkah keduanya


dengan alis terangkat carla menjawab "ada apa fel "


"mending kita duduk dulu " ucap fely sambil menarik carla menuju kursi disamping mereka


"emm besok kan ulang tahun restoran ya , nah masa iya kita gak buat acara gitu sih ca ? " tanya fely dengan muka berharap agar carla mau merayakannya kali ini . tidak seperti tahun-tahun kemarin .


"kan udah lama ca kejadian itu , hidup tetap harus berjalan ,kita tidak bisa terus terbelenggu di sana . kita buat suasana baru agar kamu tidak selalu mengingat kejadian itu ya " jelas fely berusaha memberi usul


" kamu pasti bisa ca , aku akan ada disamping kamu , mendampingi kamu apapun kondisinya " semangat fely berusaha memberi semangat dan pengertian agar carla bisa bangkit dari keterpurukan yang membuatnya terbelenggu sehingga menyisakan goresan kecil


sedangkan carla hanya diam seraya pandangan mata kosong menatap ke depan


" apakah aku bisa fel ? aku takut aku lemah " lirih carla yang kembali teringat akan kejadian beberapa tahun yang lalu


"pasti bisa , belum kita coba kan ? intinya kamu mau usaha pasti ada jalan nya ca " ucap fely seraya memeluk sahabatnya yang terlihat kuat diluar padahal rapuh didalam hanya saja carla tipe orang yang mampu menyembunyikan keadaan .


sedangkan carla dirinya menikmati pelukan fely seraya memejamkan mata dan tidak terasa air matanya menetes kala mengingat kedua orang tua nya


huhhh helaan napas carla terdengar begitu berat .


"oke akan aku coba , kamu atur saja mau bagaimana "ucap carla sambil tersenyum dan menghapus sisa air mata yang sempat menetes tadi


"ya akan aku urus nanti ,muah " ucap fely semangat dan pergi keruanganya , karena dirinya akan berusaha dari kenangan buruk menjadi hal yang membahagiakan nantinya

__ADS_1


melihat sahabatnya semangat seperti itu , rasanya tidak tega jika menolak terus menerus lagian idenya fely juga tidak terlalu buruk untuk merubah suatu memori yang bersemayam di hidupnya selama ini .


" untung aku masih ada dia , jika tidak aku harus dengan siapa berkeluh kesah setiap harinya " lirih fely sambil tersenyum


__ADS_2