
Dirumah sakit Carla terbaring dengan lemah dengan infus ditangannya . Bahkan beberapa bagian tubuh dan wajahnya penuh dengan perban dimana-mana , menutupi luka sayat yang dibua oleh Rayyan .
" Carla apa yang kau rasakan sekarang ? " tanya Saga yang tengah duduk di kursi samping ranjang rumah sakit yang ditempati oleh Carla
" Aku jauh dari kata baik " lirih Carla membuat malik seketika menahan tawanya
Sahabatnya itu memang lah aneh , sudah tau bagaimana kondisi wanita didepannya itu tapi masih saja bertanya " aaa ya aku melihatnya dan itu memang jauh dari kata baik ... ya jauh sekali " dalam batinnya Saga menyesal karena bertanya perihal keadaan wanita didepannya ini .
"Sean ? " tanya Carla melirik pada Saga yang posisinya lebih dekat padanya
" Dia masih ada urusan " jawab Saga , dirinya tidak mungkin mengatakan jika saat ini Sean tengah mengobati luka tembaknya diruangan lain . Bisa-bisa wanita didepannya ini akan langsung sehat seketika agar bisa melihat Sean
" Apa dia belum kembali dari gedung tua itu ? kenapa kau ada disini ? seharusnya kau membantunya agar urusannya cepat selesai " ucap Carla , seolah tengah memarahi Saga atas kehadirannya diruangan ini
" Hei kau mengusirku ?" tanya Saga mendapat decakan dari Carla
" kalau aku pergi dan semuanya pergi , lalu siapa yang akan menjagamu disini ? " tanya Saga lagi membuat Carla terdiam
" Ada dokter dan suster yang menjagaku " lirih Carla membuat Saga menghembuskan nafas kasar . Sekeras inikah wanita yang mereka jaga selama ini? bahkan Sean pun telah jatuh cinta pada nya , pada wanita didepannya ini .
" Pergilah aku ingin tidur " secara halus Carla mengusir dua laki-laki yang berada di ruangannya itu . Dengan memejamkan matanya , pasti mereka akan pergi
" Oke , kami akan memberimu waktu istirahat , ayo kita keluar " keduanya memutuskan pergi . Selain ingin memberikan Carla waktu istirahat , mereka juga ingin melihat keadaan sahabatnya yang sempat tertembak.
Matanya menyipit melihat kearah pintu ruangan , memastikan dua manusia tadi benar-benar pergi dari ruangannya
" huhhh "helaan napas keluar dari mulutnya . Tubuhnya terasa perih semua , berusaha mencari posisi nyaman walaupun dengan tubuh yang terasa sakit jika digerakkan
Hening , Carla terdiam dengan segala pemikirannya . Banyak hal yang membuatnya bingung hari ini , dengan segala kejadian dari ia diculik hingga perkelahian yang melibatkan Sean dan nama orang tuanya . Apa yang mereka sembunyikan ?
" Perlukah aku bertanya pada Sean ? atau aku harus mencari tahu sendiri ? " pikirannya berkecamuk dengan teka-teki yang orang tuanya buat . Apa yang dilakukan orang tuanya dimasa lalu hingga berdampak seperti ini
Kondisinya yang masih lemah , membuatnya tak bisa berfikir dengan baik " oh ya bagaimana dengan kondisi Sean dan yang lain ? " gumamnya sedikit khawatir . Sudah beberapa waktu berlalu tapi Sean belum juga datang .
Saat kakinya akan turun menginjak pada lantai rumah sakit , pintu terbuka menampilkan seseorang yang ia khawatirkan sedari tadi
" Hei kau mau kemana ? " ucap Sean sedikit berlari menghampiri Carla yang nampak kesusahan untuk berdiri
" Aaa kau sudah kembali " lirih Carla tanpa menjawab pertanyaan laki-laki yang tengah merangkulnya untuk kembali tidur di ranjang pasien
Setelah tubuhnya terduduk rapi di ranjang pasien , dengan Sean yang duduk dikursi dekat ranjangnya " Kau sudah makan ? " tanya Sean melihat pada meja yang hanya ada beberapa buah dan air putih
__ADS_1
" Sudah , mereka merawatku dengan baik " jawab Carla tersenyum
" Kau baik-baik saja ? " tanya Carla membuat Sean langsung menatapnya " Ya aku baik-baik saja " jawab Sean seraya mengupas kulit jeruk " kau mau ? " tawar nya dan Carla mengangguk sebagai jawaban
" Tak ada yang terluka ? " tanya Carla lagi , membuat mata laki-laki di sampingnya ini menatapnya dengan tatapan entah lah ... ia tak pandai membaca arti tatapan mata seseorang
" Sudahlah kau tak perlu mengkhawatirkan ku , fokus saja pada kesehatanmu " jawab Sean membuat Carla sedikit kesal karena merasa perhatiannya tak dihargai
Sejak hari itu baik Carla maupun Sean kembali dengan aktifitas masing-masing .
.
.
KAMAR Sean
Keduanya nampak tengah berada diatas tempat tidur dengan sean yang sibuk mengotak-atik laptopnya "ehem ehem " dehem Carla mengalihkan fokus Sean dari laptopnya
Carla yang ditatap seperti itupun sedikit merinding dibuatnya " emm aku ingin kembali kerumahku " cetus Carla kamudian membuat Sean mengerutkan alisnya dalam
" Kenapa ? " tanya nya
" Tidak bisa " jawab Sean mendapat protes dari wanita disampingnya " Kenapa ? " kesal Carla . Padahal dirinya sudah sangat merindukan sahabat-sahabatnya maupun pegawai restorannya
" Karena aku bekerja disini " jawab Sean begitu saja " cihh ... lalu kau tidak memikirkan aku yang juga harus bekerja ? " sumpah demi apapun , dirinya kesal saat ini . Laki-laki disampingnya ini bahkan hanya memikirkan dirinya sendiri .
" Kau kan juga punya perusahaan disana , kau bisa bekerja dimana saja Sean p" protes nya membuat Sean terpaksa menutup laptopnya
" Tidurlah " ucap Sean seraya menepuk lengannya agar wanitanya itu mendekat. Namun Carla hanya diam tanpa menggeser badannya untuk mendekat sesuai perintah Sean
" Cihh .... " tanpa pikir panjang , akhir nya Carla lah yang ditarik kedalam dekapannya " ishh jangan menyentuhku sialan " teriak Carla seraya meronta minta dilepaskan
" Kau berani mengumpatku ? " tanya Sean seolah terkejut dengan umpatan yang wanita ini berikan padanya
" Baiklah , kau boleh melakukan apa saja yang kau mau . Tapi aku tidak bisa menolongmu lagi jika kau dalam keadaan bahaya seperti beberapa hari yang lalu " ucap Sean seraya melepas dekapannya lalu menggeser sedikit badannya menjauh .
" Siapa takut " lirih Carla yang masih didengar oleh Sean walaupun samar
" Lakukan saja apa maumu , intinya aku sudah berusaha menjagamu dengan baik . Selepas itu kau bukan tanggung jawabku lagi " ya apa boleh buat , wanitanya ini tak mau lagi diatur olehnya , biarlah ia bertingkah semaunya agar ia tau sekeras apa kehidupan yang tengah ia jalani saat ini .
Rasanya sakit ketika mendengar laki-laki disampingnya ini berkata seolah ia melakukan semua ini atas perintah seseorang , bukan murni keinginan nya sendiri " Mungkin pergi darinya adalah pilihan yang tepat. Aku memang wanita merepotkan yang mungkin pernah ia temui selama hidupnya " pikirnya dalam hati
__ADS_1
" Apakah kau melakukan semua ini atas perintah seseorang ? " tanya Carla menahan sesak di hatinya . Biarlah semua terungkap dengan sendirinya , sesakit apapun itu
Sean diam , matanya hanya memandang wanita didepannya ini dengan datar , seolah menantikan kata-kata selanjutnya yang akan diucapkan oleh Carla
" Ayolah aku akan memberikan apapun yang kau mau dengan imbalan kau harus menceritakan semua kejadian yang kau tau atas hidup orang tuaku " ucap Carla dengan mengorbankan kata Apapun , yang berarti dia harus siap dengan segala hal yang akan diminta oleh Sean .
" Kalau aku menginginkan tubuhmu ? apakah kau akan memberikannya ? " senyum smirk terbit dibibir Sean , dia hanya ingin melihat keberanian wanita disampingnya ini samapi batas mana
" Kenapa tidak ? bukannya kita sudah pernah melakukan hubungan **** , bahkan sudah beberapa kali " jawab Carla dengan entengnya membuat Sean sedikit kaget
pikirnya Carla tidak akan menerima syaratnya , dan dugaannya salah . Dirinya lupa akan keberanian yang wanita ini miliki .
" Aishh sudahlah " lirih Sean memilih merebahkan kembali tubuhnya . Akan semakin rumit jika ia meladeni keinginan wanita tersebut .
" lohh ? kenapa kau malah tertidur ? bukankah kau menginginkan tubuhku sebagai syaratnya ? " tanya Carla seolah ia dengan senang hati menyerahkan tubuhnya hanya demi sebuah cerita . Bohong jika ia tidak sakit , hatinya sudah hancur sedari tadi . Tapi ia berusaha menahan sekuat tenaga agar semuanya segera berakhir
" Kau ingin sekali untuk ku sentuh ? " tanya Sean , amarahnya sudah mulai terpancing
" Kau yang mwnginginkan tubuhku , bukan aku " jawab Carla
" Ya aku menginginkan tubuhmu sekarang . Jadi nikmatilah dengan baik dan jangan pernah melupakannya kelak " sedikit sesal muncul dihati Carla ketika kata-kata menyakitkan Sean ucapkan begitu saja
Baju yang dikenakan Carla disobek menjadi beberapa bagian , tak perduli bagaimana takut nya wanita dibawahnya itu ketika melihat kemarahannya yang dibalut dengan nafsu . Pergumulan panas tak dapat dielakkan , penyatuan di bumbui dengan emosi yang menggebu di dalam diri Sean membuat Carla kuawalahan . Sedikit kasar tidak seperti biasanya
" Pelan Sean " lirih Carla menahan perih tak kala Sean melakukannya dengan gerakan cepat dan kasar
" kau yang menginginkannya dan jangan pernah kau menghapusnya dari ingatanmu tentang caraku menikmati tubuhmu malam ini " suara nya serak kala hasrat tengah menguasai tubuhnya .
" hiksshikss sakit sekali " isak Carla dalam hati . tangannya meremas sprei dengan erat untuk mengurangi rasa sakit sekaligus nikmat yang tengah dirasakannya
Kepuasan Sean dapatkan tapi tidak dengan wanita yang tengah tertindih badan besar yang telah menikmati tubuhnya " ini yang terakhir dan tidak akan pernah aku lupakan " gumamnya dalam hati
......HAPPY READING......
β€οΈππ
.
.
.
__ADS_1