
" Kenapa kau menyulitkannya ? " tanya Sean yang tengah berhadapan dengan wanita pembangkang nya, siapa lagi kalau bukan Carla .
Carla memutar bola mata nya malas , rupanya asisten bodoh itu mengadu pada tuannya " Cihh anjing yang setia " gumamnya yang terdengar oleh Sean
" Jaga mulutmu kalau berbicara " tegas Sean yang tidak suka jika wanita berkata kasar
" Aku memangnya berkata apa ? Kau ini ada-ada saja " kilahnya
Terserah saja , mau memaksaku dengan cara apapun aku tidak akan mau . Dia pikir dia siapa ? sinisnya dengan lirikan mata tajam kearah Sean
" Kau pikir aku tidak bisa mendapatkan berkas-berkas mu hanya karena kau tidak mau menyerahkannya ? Cihh kau terlalu memandang rendah kekuasaanku " ucap Sean mendapat lirikan tajam dari Carla
*
*
Malam hari nya Carla tengah berfikir dengan keras bagaimana caranya ia bisa keluar dari rumah ini " Ayo dong otak berpikirlah dengan baik " gumamnya ,bahkan beberapa kali terlihat ia memukul kepalanya sendiri dengan tangannya
Matanya sesekali melirik kearah pintu kamar mandi dimana Sean tengah mandi didalamnya " Aku yang lemah apakah bisa menang melawan dia yang berkuasa " gumamnya lemah , karena kesal kakinya menendang selimut sampai teronggok keatas lantai kamar itu
" Kau kenapa ? " Sean yang sudah selesai pun keluar , tapi matanya menangkap tingkah aneh wanita yang tengah sibuk menendang selimut tak bersalah dengan muka kesal nya , membuatnya heran .
Kaget sekaligus malu tengah melanda wanita Cantik yang terdiam diatas kasur " Tidak " jawabnya cepat membuat laki-laki yang masih berdiri diambang pintu kamar mandi itupun mengernyit heran .
" Lebih baik aku segera kabur. Ahh sial , aku benar-benar malu " matanya melirik kearah Sean yang hanya mengenakan selembar handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya
__ADS_1
" Kenapa dia seksi sekali " gumamnya terkesima akan tubuh berotot Sean . Otaknya memang sedikit mesum jika menyangkut pesona laki-laki .
" aiss kenapa aku malah memikirkan tubuhnya " ucapnya ketika tersadar atas kelakuannya yang tidak terpuji
Saat kakinya sudah mendekat pada pintu kamar , tiba-tiba seseorang menghentikan langkah nya " Kau mau kemana ?" tanya Sean mencekal pergelangan tangan Carla
Sedangkan Carla yang dipegang tangan dingin Sean membuat tubuhnya merinding tiba-tiba " Sialan " umpatnya dalam hati
Matanya terpejam , berusaha mengendalikan tubuhnya agar tidak bereaksi berlebihan , apalagi jika Sean sampai melihatnya , mau ditaruh dimana mukanya .Setelah tenang Carla pun berbalik menghadap Sean yang ada dibelakangnya dengan tangan yang masih mencekal tangannya
Dengan ketus Carla menjawab " Aku mau keluar "
" Ini sudah malam , dan besok adalah hari pernikahan kita . Jadi isi energi mu agar kau bisa memuaskan ku pada malam pengantin kita besok " bisik Sean diakhir kalimatnya
" Kau gila ya ? matanya menatap sinis Sean " Siapa yang mau menikah denganmu ? dan apa kau bilang tadi ,memuaskan hasratmu ? Cihh mimpi saja kau sialan " umpat Carla seraya menghempaskan tangan Sean dengan kasar
" Sial kenapa dia serius kali ini " gumamnya saat ia tengah didalam kamar mandi
Dia pikir Sean hanya menggertak nya kali ini seperti hari-hari sebelumnya . Ya menikah dengan orang yang dicintai adalah suatu kebahagian bagi seseorang , termasuk aku . Aku memang mencintai Sean , mungkin rasa cinta dan sayang itu muncul seiring berjalannya waktu atas kebersamaan kami . Hanya saja ia belum siap dengan segala kemungkinan yang terjadi setelah pernikahan ini terjadi .
Apalagi banyak hal tak terduga terjadi begitu saja di kehidupannya dan aku pun terlibat disitu , mengejutkan diriku yang hanya pendatang baru dikehidupan Sean . Aku tak tau rahasia apa yang tengah disembunyikan Sean dariku . Bahkan terhitung tiga bulan lebih kami bersama dan Sean tak berniat sedikitpun menceritakan rahasia nya padaku .
*
*
__ADS_1
"Aku harap kau bahagia hidup dengannya " ucap seorang laki-laki yang menatap teduh pada pasangan pengantin yang tengah mengucapkan janji suci mereka diatas altar gereja . Hanya menatap sebentar setelah itu ia kembali melangkah pergi dari gereja tersebut
Tidak banyak tamu undangan , hanya beberapa orang penting saja . Melakukan pesta besar-besaran diwaktu dan kondisi seperti saat ini bukanlah pilihan yang bijak
" SAH aja dulu , pesta nya dikamar masing-masing aja " πππ
setelah acara selesai , mereka pun melakukan photo shoot untuk kenang-kenangan
" Hei " bisik Sean pada wanita disamping nya yang tengah memasang muka masamnya
Carla hanya melirik tanpa berniat menjawabnya " Mimpi apa semalam bisa punya suami modelan kayak dia " gumamnya dalam hati .
Sean terlihat tampan dan gagah dengan pakaian yang serba putihnya itu , apalagi rambutnya yang selalu tertata rapi membuatnya mendapat nilai ++
" Ah aku bisa meleleh dibuat nya " gumamnya dengan menahan gemas pada suaminya itu , ya mereka sudah menjadi pasangan suami istri sekarang. itu artinya Dia milikku dan Aku miliknya , bukankah begitu kalau sudah menikah ?
Saat tengah asik melamun tiba-tiba saja tubuhnya tertarik hingga menabrak tubuh keras laki-laki disampingnya itu , Sean .
Carla tak mengucapkan apapun , melainkan matanya yang menatap Sean tanpa berkedip , apalagi saat ini suaminya tengah tersenyum kearahnya dan itu cukup membuat nya salah tingkah
" CUP " sebuah kecupan mendarat di bibir nya
" aishh lepaskan " ucap Carla berusaha melepas cengkraman tangan Sean dari pinggangnya . Malu dan canggung ia rasakan saat ini , walaupun hanya beberapa orang diruangan ini tapi itu cukup membuatnya malu .
......HAPPY READING......
__ADS_1
β€οΈβ€οΈβ€οΈ