Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
RAYYAN #SAD


__ADS_3

Suasana semakin mencekam tak kala Rayyan mulai mengungkap semua alasan yang membuatnya menyimpan dendam


" Aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan " lirih Carla , dengan kepala nya yang tetap menunduk ,badannya pasti terjatuh kalau saja tak terlilit dengan tali yang mengikatnya kencang


" Kau hanya tau kalau orang tuamu adalah orang yang baik . Namun mereka menutupinya dengan baik siapa mereka sebenarnya... cihh...." seringai tipis Rayyan membuat Carla menatapnya datar .


Dirinya tetap bingung dengan apa yang diucapkan Rayyan . Memang ada apa dengan orang tuanya ? kenapa ia tidak tau apapun tentang orang tuanya ?


" Aku mohon lepaskan aku " lirihnya lagi membuat gelak tawa Rayyan keluar begitu saja


" Hahaha ...melepaskan mu ? " tanya nya dengan tangan mencengkram muka Carla agar dapat melihatnya


" jangan harap " dihempaskan nya muka lemah itu dengan keras membuat Carla menangis


" Aku tidak tau apapun tentang masalahmu , tapi kenapa kau membuatku seperti ini ? hikss ..." isaknya


" Aku meminta maaf atas kesalahan orang tuaku padamu , apapun yang mereka lakukan aku mohon kau memaafkan mereka . mereka juga sudah berpulang pada yang maha kuasa . Tidak ada gunanya kau melakukan semua ini ..." belum selesai Carla berbicara , ucapannya sudah dipotong dengan bentakan Rayyan yang membuatnya kaget sekaligus takut


" ADA " sahutnya keras " Mereka akan tersiksa di neraka sana ketika melihat putri kesayangan mereka aku sakiti dan aku siksa . Bahkan aku bisa membunuhmu jika aku mau " lagi-lagi seringai menakutkan muncul dibibir Rayyan


Sedangkan diluar sana Sean dan yang lain sedang bertarung melawan anak buah musuhnya yang menghalangi jalan mereka untuk memasuki ruangan yang ia yakini Carla ada didalam sana

__ADS_1


Perkelahian tak dapat lagi dielakkan , mereka berusaha mempercepat waktu agar Carla bisa dengan cepat diselamatkan sebelum terjadi apa-apa dengannya


" Buka pintunya " titah Sean pada anak buahnya . Tak lama pintu terbuka menampilkan pemandangan yang membuatnya berang


" Nyawa dibalas dengan Nyawa " ucap Rayyan penuh dengan penekanan membuat Carla semakin terisak , Bertepatan dengan Sean masuk tanpa Rayyan sadari


" Kalau kau menyakitinya , maka nyawamu sebagai jaminannya " teriak Sean , membuat dua manusia didepannya itu menoleh kearahnya dengan pandangan terkejut


Matanya penuh akan amarah saat melihat kondisi wanitanya . Apa yang sudah terjadi dengannya ? kenapa kondisinya bisa sampai seperti ini ? . Ditatapnya Rayyan yang tengah melihat nya juga "Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padanya " teriak Sean dengan tangan menuding kearah Carla yang hanya bisa terisak


" Kau pura-pura bodoh atau memang bodoh ? " seraya tersenyum sinis membuat Sean geram .


" Kau memintaku untuk bertanggung jawab atas apa yang kulakukan padanya ?" ucapnya penuh penekanan " Lalu apakah orang yang sudah melenyapkan nyawa orang yang ku sayang mau bertanggung jawab haaa ? " teriaknya menatap sengit Sean , bahkan urat-urat dimuka dan lehernya sampai muncul kepermukaan


" Kami akan menjelaskan kejadian sebenarnya , ini hanya salah paham " jelas Robert kala Rayyan sudah berhenti bersuara


" Apa yang akan kau jelaskan ? kau mau menceritakan bagaimana kronologi orang yang ku sayangi mati mengenaskan haaa " tanya Rayyan dengan suara menggelegar . Emosi nya masih memuncak sedari tadi


Carla hanya diam , matanya sibuk melihat pertengkaran yang terjadi didepannya , tanpa berniat menyela salah satunya . Dia tidak tau apa-apa , Siapa yang dibunuh dan siapa yang membunuh ? Lalu kenapa dirinya yang harus menjadi korban ? sebelumnya dirinya tak mengenal satupun diantara mereka , mereka datang dengan niat dan tujuan mereka sendiri tanpa menjelaskan apapun padanya .


Sean sesekali melihat kearah Carla dengan lirikan matanya , memastikan bahwa Carla masih bertahan sebelum dirinya mengambil tindakan . Perlahan tapi pasti , tangannya memberi kode pada teman-temannya yang ada dibelakang nya untuk mengambil langkah menyelamatkan Carla dengan langkah perlahan , agar Rayyan tak menyadarinya . Rayyan yang masih sibuk meluapkan emosinya membuatnya lupa akan Carla yang tengah menjadi tawanannya .

__ADS_1


Saat Carla sudah berada di tangan Saga , dengan gerakan cepat Sean langsung menyerang Rayyan . Ray yang tak siap itupun akhirnya terjatuh bersama pisau lipatnya yang masih ada digengaman tangannya


" argh sialan " geram Rayyan . Dirinya pun berusaha bangkit dan berusaha melawan Sean . mereka berkelahi dengan tangan kosong .


" Malik kau ikut denganku , kita akan membawa nya kerumah sakit . Lukanya cukup parah " ucap Saga


" Baiklah , kalian jangan lupa kabari kami jika ada sesuatu " ucap Malik sebelum melangkah pergi bersama Saga yang tengah menggendong Carla yang sudah tak sadarkan diri


" Ayo saga " ucap Malik , keduanya berjalan melewati lorong yang lumayan gelap, hanya beberapa obor dipasang di setiap dinding dengan jarak lumayan jauh


Perkelahian masih berlanjut , keduanya belum ada yang menyerah . Maing" Aku sudah berkata padamu bahwa orang tuanya tak bersalah , tapi kau tetap bersikukuh atas kejadian yang menimpa keluargamu karena ulah kami . Kau tidak mempunyai bukti bahwa kami bersalah , kau hanya berasumsi karena kami ada ditempat kejadian " jelas Sean , kala Rayyan jatuh terkapar dilantai dengan napas tersengal-sengal


" Kau seharusnya berfikir dulu sebelum bertindak , kau seharusnya mencari bukti sebelum menuduh seseorang sebagai tersangka " Lanjutnya memandang kearah Rayyan datar . Dirinya tak perduli dengan keadaan laki-laki dibawahnya itu , anggap saja itu sebagai balasan karena sudah menyakiti wanitanya


"Ayo pergi " ucapnya pada teman temannya . Saat sudah melangkah pergi , Sean membalik badannya menatap kearah Rayyan yang masih meringis kesakitan " Aku peringatkan sekali lagi untuk tidak mengusik hidupnya " ucapannya penuh dengan peringatan " Aku memaafkan mu kali ini , tapi jika itu terjadi lagi kau akan mati ditangan ku "


Saat Sean dan yang lain pergi , Rayyan pun langsung berteriak meluapkan segala emosinya " argghh ...hiks hiks " Rayyan menangis , ya laki-laki itupun menangis ketika mengingat Shiena yang memang pada kenyataannya pergi meninggalkan nya dan orang tua mereka dengan cara menyakitkan .


" Kau tidak berkata padaku kenapa kau bisa terluka , seandainya kau berkata , aku akan membalaskan dendamku tanpa keraguan Shie , kau menyiksaku dengan kepergianmu " gumamnya penuh dengan kepiluan . Tangisnya semakin terdengar pilu , diruangan itu dia hanya seorang diri jadi dia ingin meluapkan segalanya tanpa didengar siapapun


......HAPPY READING ......

__ADS_1


💥💥🤫❤️


__ADS_2