Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
berusaha menjadi penurut


__ADS_3

" oke , setelah kau sembuh dan keluar dari sini , aku akan membawamu untuk tinggal di mansion ku " ucap sean kembali duduk ke sofa


" apa maksudmu ? " tanya carla dengan muka kaget nya


" jangan karena aku punya hutang dengan mu , dengan seenaknya kau mengatur dan masuk ke kehidupan ku " teriak carla dengan emosi yang menggebu .


" terserah " jawab sean acuh walaupun dihatinya penuh akan kata-kata yang ingin diucapkannya , setidaknya agar carla tau bahwa dirinya tidak sejahat dan sekurang kerjaan itu untuk mengusik hidupnya . sean bukan tanpa alasan melakukan semua ini


" intinya suka tidak suka kau harus menurut denganku " lanjut sean memilih bangkit dari duduknya dan beranjak keluar . mungkin hanya ingin menenangkan dirinya dan memberi waktu untuk carla menenangkan diri juga


"kau sialannnn ......kenapa semua ini terjadi padaku ? aku salah apa Tuhan ? kenapa kau menghukum ku dan membuatku terlibat dengan orang seperti sean ? " ucap carla frustasi saat sean sudah menghilang dari balik pintu


Di ruangan direktur rumah sakit


"huhh seandainya paman tidak pergi meninggalkan kita , mungkin semua tidak akan jadi seperti ini " lirih sean seraya memejamkan matanya


" yaaa mau tidak mau kita harus melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan oleh paman . Membantu mereka yang membutuhkan keadilan yang tidak mereka dapatkan dengan semestinya " ucap saga


Ya Rumah Sakit ini milik Saga , selain menjadi mafia tentunya mereka punya usaha lain . mafia yang mereka jalankan saat ini bukan mereka jadikan fokus utama mereka untuk mencari uang , mereka hanya akan mengusik harta orang-orang licik di negara mereka yang senang sekali menimbun uang masyarakat lalu setelah itu akan memberi pelajaran pada mereka atas apa yang mereka lakukan , karena itu berimbas pada masyarakat kecil yang tidak tau apa-apa .


" hem " gumam sean


"aku istirahat sebentar " direbahkan nya tubuh lelah itu di sofa ,tak lama setelah itu matanya pun ikut terpejam . Tugasnya dan tanggung jawabnya semakin banyak , terutama Carla yang nyawanya pun terancam saat ini


" ya istirahatlah , biar Carla , aku yang mengawasinya " ucap Saga memandangi sahabatnya itu dengan pandangan iba


" kau terlalu lelah untuk menanggung semua ini Sean , aku akan berusaha membantumu sebisa ku " gumam Saga dalam hati


Sesaat setelah memastikan Sean benar-benar tidur , Saga, pun pergi dari ruangannya membiarkan Sean beristirahat disana .


toktoktok suara ketukan pintu mengalihkan pandangan carla , ya saat ini dirinya sudah jauh lebih tenang dari kejadian tadi , tak lama pintu pun terbuka dan munculah seorang dokter muda


" selamat siang " sapanya dengan tersenyum ramah


"siang Dok"balas Carla


" boleh aku duduk " ucap Saga menunjuk kursi disamping brankar Carla


"tentu saja boleh , Silahkan " jawab carla seraya tersenyum canggung . Baik carla maupun saga keduanya diam tanpa percakapan apapun . Saga yang bingung harus memulai berbicara darimana sedangkan Carla yang bingung dengan kedatangan Dokter muda ini untuk apa ? kenapa hanya berdiam diri disini ?

__ADS_1


" ehem kedatanganku disini bukan sebagai dokter dan pasien "ucapnya menatap carla serius


" aku datang sebagai Saga , teman sekaligus keluarga bagi Sean " jeda nya membuat carla akhirnya penasaran , kenapa menyangkut nama Sean ?


apakah ini pilihan terbaik ? dengan memberitahu yang sebenarnya apakah dapat membuat sifat nya terhadap Sean berubah ?


"bukankah kau ingin tau alasan sean memaksamu untuk tetap disisinya ? dengan dalih ingin menjaga mu dari bahaya ? " tanya saga dengan bersedekap tangan


" yaaa... lalu ? " tanya carla


"aku ingin memberitahumu satu hal , tapi kau harus berjanji untuk tidak mempersulit sean kedepannya " ucap saga berusaha membuat kesepakatan


"kedepannya ? berarti kemungkinan aku akan tetap hidup berdampingan dengan dia ? " tanya carla memastikan arti kata yang diucapkan oleh saga tadi


" ya itu sudah pasti , tapi ketika semua selesai itu tergantung kalian berdua " jelas saga


" baiklah aku tidak akan mempersulit dia tapi ,bukan berarti aku akan menuruti semua perintah dia " lanjutnya dalam hati


" Sean melakukan semua ini bukan tanpa alasan , dia mempunyai tanggung jawab besar ditangannya . Tanggung jawab itu tidak akan pernah berakhir sebelum nyawanya juga berakhir di dunia ini ,,,,, termasuk menjagamu " jelas Saga dengan nada rendah diakhir kalimatnya


" menjagaku ,, dari apa ? aku menjalani hidupku dengan sangat baik selama ini , tapi semua itu kacau sejak temanmu sean datang di kehidupanku , mengatur hidupku ini itu tanpa alasan yang jelas " jelas carla menggebu-gebu . Dirinya tentu saja tidak terima karena bahaya yang diucapkan saga maupun sean tidak pernah terjadi di kehidupannya sebelum sean datang


" kau menjadi incaran seseorang dari masa lalu ayahmu " lanjut saga berusaha tenang agar tak membaut carla khawatir


" tapi tenang saja , asal kau menurut terhadap perintah sean maka semuanya akan terkendali , ini semua hanya salah paham "


Sejak perdebatan hari itu , baik Sean maupun Carla tidak saling bertegur sapa , hanya Sean yang datang setiap pagi ke RS ketika Carla masih tidur


" Bagaimana keadaannya ? " tanya Sean pada dokter Tiffany yang bertanggung jawab merawat Carla . keduanya melihat kearah gadis yang sedang tertidur dengan pulas nya disana


" kondisi tubuh masih lemas walaupun rasa mual sudah berkurang " jawab Dokter Tiffany


Dua hari kemudian


pukul 11.30 di RS


Pagi tadi dia ketika dia datang ke RS seperti biasa , Dokter memberitahu dirinya bahwa carla sudah boleh pulang , hanya tinggal pemulihan badan agar tidak lemas . jadi siang ini dirinya sudah datang ke RS untuk menjemput carla pulang sekaligus pindah kemansion miliknya


" Bi , Carla mana ? kenapa bibi diluar ? " tanya Sean ketika melihat salah satu pembantunya duduk diluar ruangan

__ADS_1


" Nona Carla sedang mandi dan berbenah diri tuan , jadi saya menunggu diluar saja " jawab Bi Marni


"Bibi tebus saja obat nya di apoteker , biar aku yang menjaganya " ucap sean . setelahnya dia memutuskan untuk masuk keruangan , bertepatan dengan Carla yang keluar dari KM hanya memakai bathrobe, terlihat segar walaupun masih terkesan pucat


" sean " gumam carla ketika melihat kedatang sean


" bagaimana keadaanmu ? " basa basi sean agar tak terlalu canggung


bukannya menjawab , carla malah balik bertanya perihal kedatangan sean yang tiba-tiba " untuk apa kau kesini " tanyanya dengan muka tidak bersahabat


" aku ?? tentu saja untuk melihat keadaanmu " jawab sean acuh


" kemari " titahnya seraya menepuk ranjang pasien yang didudukinya saat ini


" aku akan mengeringkan rambutmu " ucap sean mengambil handuk yang ada ditangan carla


" tidak perlu " jawab carla berusaha merebut handuk nya yang diambil oleh oleh sean


" Lama " ucap sean langsung merangkul pinggang carla dengan satu lengannya , lalu ditariknya ke atas ranjang pasien .


, alhasil carla pun terduduk di antara kedua kaki sean yang mengunci pergerakannya


" Sean ? " panggil Carla sedikit merasa kegelian akibat sean yang justru sibuk menghisap aroma sabun ditubuhnya


"hm" jawab sean , suara decakan bibir pun terdengar ditelinga carla , pundak nya terasa dingin ketika bibir Sean menyentuh area kulit lehernya


"waktu itu kan kamu pernah bilang perihal aku harus pindah ketempat tinggalmu ? apakah itu benar ? " tanya carla dengan berusaha menyingkirkan kepala sean dari celah pundak dan lehernya .


sungguh antara ingin mendesah tapi malu dengan sean apalagi sekarang tangan sean sudah merambat masuk kedalam jubah berwarna putih , mau melawan tapi badannya dijepit oleh kaki Sean


" akhhh" akhirnya satu ******* lolos ketika tangan nakal sean memelintir pucuk pu**ng carla bersamaan menimbulkan rasa geli dan nikmat secara bersamaan


" kau keterlaluan " ucap carla terbata-bata ketika sean menyesap seluruh area pundak dan leher dengan sedikit kasar


...**HAPPY READING...


enak-enaknya dipending **dulu , dilanjut


di eps selanjutnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2