Mafia Sialan itu MILIKKU

Mafia Sialan itu MILIKKU
pemaksaan


__ADS_3

Keesokan paginya , Sean tengah bersiap untuk kembali ke negaranya . Semua urusan penerbangan sudah diurus oleh asisten kepercayaan nya , jadi dia hanya tinggal berangkat saja tanpa harus mengurus paspor , pemesanan tiket ataupun yang lainnya .


" Kau sudah mengurus semuanya kan ? " tanya Sean saat keduanya memasuki mobil yang akan membawa mereka menuju bandara


" Tentu saja sudah , tapi masih belum sempurna seratus persen " jawab Dave


Percakapan mereka berakhir disini sampai keduanya sampai ketempat tujuan .


" Aku tidak mau " teriak Carla penuh penekanan . Sean yang tiba-tiba datang membawa kabar yang mengejutkan baginya .


" Aku tidak butuh persetujuan mu " jawab nya datar


" Pernikahan tidak akan terjadi jika salah satu pihak tidak setuju , dan aku tidak mau melakukan pernikahan konyol ini dengan laki-laki sepertimu " matanya mengikuti gerak gerik Sean yang tengah melucuti pakaian yg dikenakannya .


Saat ini keduanya berada dikamar Sean , tadinya Carla berada dikamar tamu , tapi tangannya ditarik paksa untuk ikut masuk kedalam kamar ini dengan Sean . Sean yang baru tiba satu jam yang lalu pun masih nampak raut lelah dimuka nya .

__ADS_1


Sean berbalik dengan mata nya yang menatap tajam " Aku ulangi kata-kata ku , kau boleh pergi dari duniaku kalau hidupmu sudah aman " bentak Sean seraya berjalan menghampiri wanita nya itu dengan langkah tegas


" Kau mungkin sudah mati jika aku tidak ada disisimu sampai saat ini " tangannya membelai wajah wanita didepannya dengan lembut


merinding , Carla rasakan saat ini , betapa mengerikannya Sean saat benar-benar marah . Belaian lembut di pipinya justru bukan rasa nyaman yang ia dapatkan , iarasa gugup dan takut menghampiri nya ketika berhadapan langsung dengan Sean seperti ini . Carla lebih suka Sean yang berlaku kasar saat marah ketimbang berbicara dengan nada lembut tapi penuh penekanan


" Besok adalah hari dimana kita akan bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Kau tidak diperbolehkan menolak ataupun membantah nya . Jika sampai itu terjadi maka , kau akan ku hadapkan langsung dengan para musuh ayahmu dulu " ucap Sean diakhiri dengan senyum iblisnya


" Dan yang terjadi selanjutnya adalah boomm ....? " dengan tersenyum Sean menjauhkan wajahnya dari wajah Carla .


"Dan Kau akan habis " bisiknya dengan senyum miring . Ucapannya seakan membuat Carla takut untuk melakukan sesuatu kedepannya . Wanita seperti Carla memang susah untuk diatur , perlu ada pemaksaan didalamnya .


" Kau tau , aku bahkan saat ini tidak peduli atas apa yang kau ucapkan . Kau membual sepanjang waktumu tentang masa lalu ayahku . Kau bilang nyawaku sedang dalam bahaya , tapi nyatanya aku baik-baik saja sekarang "


Sean diam sejenak , ia pikir setelah kejadian dimana nyawa Carla terancam , membuat Carla bisa percaya atas apa yang ia bicarakan

__ADS_1


" terserah saja , kau boleh berbicara bahwa aku sedang membual , tapi ingat satu hal bahwa nyatanya ayahmu bukanlah orang biasa dengan segala kesederhanaannya " mulutnya berdecih kesal . Tidak bisakah bekerja sama untuk membuat semuanya menjadi lebih mudah ? hahhh.....


" Intinya aku tidak mau menikah denganmu titik " bantah Carla , lalu pergi begitu saja dari hadapan Sean. Tidak peduli bahwa laki-laki yang masih berdiri diposisinya itu tengah menatap nya datar .


Sean hanya diam , bahkan tidak berniat mengejar wanita itu pergi dari hadapannya " Kepalaku bisa pecah jika berhadapan dengannya " gumam Sean seraya menggelengkan kepalanya , seolah mengusir penyakit-penyakit negatif yang dibawa oleh Carla





" Kau tidak usah mendengar ucapannya , biarkan saja jika ia meminta sesuatu darimu . Kau bekerja untukku bukan untuknya , kau ingat itu " ucap Sean yang tengah menerima telepon dari asisten Dave , yang memberi laporan bahwa Carla tidak mau pulang untuk mengambil dokumen-dokumen penting dirumahnya


" Ayolah nona , saya hanya menjalankan perintah , jangan menyulitkan hidup saya dengan ini " Dave berkata demikian agar Carla mau berempati agar dirinya bisa segera menyelesaikan tugas ini .

__ADS_1


" Aku bilang tidak mau ya tidak mau , Kalau kau masih ngotot agar aku menikah dengan Sean kenapa tidak kau saja yang menikah dengannya ? " kesal Carla karena dipaksa untuk menyerahkan berkas-berkas penting nya yang ada dirumah nya . ia diminta untuk pulang hanya sekedar mengambil berkas biodata nya setelah itu kembali ke Vila ,itupun dengan penjagaan yang ketat.


Percekcokan terjadi cukup ulet , pada akhirnya Dave memutuskan untuk menelepon tuannya yang ada di kantor saat ini . meminta perintah atau pun solusi untuk masalah yang nona nya buat .


__ADS_2