
Hoaaammmm
Seorang gadis cantik nampak baru terbangun dari tidurnya di saat hari sudah mulai sore. Pricilla, itulah nama gadis tersebut. Sudah biasa bagi seorang Pricilla bangun di jam seperti ini setelah semalaman menghabiskan waktu bersama teman-temannya di sebuah club.
"Oh, jam tiga," gumam Pricilla sambil melangkah turun dari atas ranjang.
Dengan langkah yang masih sempoyongan, Pricilla berjalan keluar dari dalam kamar. Dia memutar bola matanya jengah begitu melihat keberadaan sang ibu yang tengah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.
"Pris, mau sampai kapan kau terus bersantai seperti ini? Carilah pekerjaan, bantu kakakmu mencari uang!" tegur Areta sembari mend*sah panjang melihat kelakuan putrinya yang baru bangun tidur pada jam tiga sore. Bayangkan, jam tiga sore!
"Ibu, Ibu ini kenapa sih suka sekali mengatur-atur hidupku. Kak Jessy saja tidak sampai seperti ini padaku. Kenapa Ibu yang sibuk!" hardik Pricilla jengkel.
"Jaga bicaramu, Pricilla. Kau sedang bicara dengan orangtuamu. Tahu tidak!"
"Yang menganggap Ibu seekor keledai itu siapa, hah! Sudahlah, pagi-pagi begini jangan membuat keributan di rumah. Aku lapar, aku ingin makan!"
"Pagi-pagi kau bilang?" kesal Areta. "Ini pukul tiga sore, Kalista. Tiga sore! Ya Tuhan, kau ini sinting atau bagaimana hah!"
Tak menggubris perkataan sang ibu, dengan santai Pricilla melenggang menuju meja makan. Dia dengan penuh semangat membuka lemari tempat menyimpan makanan. Dan begitu di buka, Pricilla langsung memejamkan mata menahan kesal karena ternyata di dalam sana tidak ada isinya. Kosong, lemari makanan tersebut kosong.
"Brengsek!"
Areta acuh saja ketika mendengar suara pintu lemari yang di tutup dengan sangat kuat. Ya, dia memang sengaja tidak menyisakan makanan apapun untuk putrinya yang pemalas itu. Areta jengkel, dia tak ingin putrinya terus bersantai dan hanya tahu mengandalkan uang dari anak tirinya saja. Meskipun Areta tidak terlalu menyukai Jessy, tapi dia masih cukup memiliki hati nurani untuk tetap membelanya. Karena biar bagaimana pun, Areta sadar betul kalau selama dirinya sakit Jessy lah yang mengurus dan membayar semua biaya pengobatannya di rumah sakit. Sementara putri kandungnya sendiri, hanya tahu berhura-hura menghabiskan uang dengan sekumpulan temannya yang pengangguran. Benar-benar seperti kutukan karena Areta harus mempunyai anak sesial Pricilla.
"Bu, apa-apaan itu hah! Kenapa lemari makanan bisa sampai kosong. Memangnya Ibu tidak memasak apa!" teriak Pricilla dengan kilat mata yang berapi-api.
"Kau pikir makanan bisa di masak dengan menggunakan batu. Semua uang pemberian Jessy sudah kau habiskan semua, Pris. Bagaimana bisa kau masih bertanya kenapa Ibu tidak memasak. Sudah gila kau ya!" sahut Areta.
"Alasan! Ibu pikir aku tidak tahu kalau Ibu diam-diam menyimpan sisa uang yang di berikan oleh perempuan sialan itu. Iya kan, mengaku sajalah!"
Plaaaaakkkkk
Kepala Pricilla tertoleh ke samping saat pipinya tiba-tiba di tampar oleh sang ibu. Dia lalu menggeram marah, menatap penuh benci ke arah ibunya yang terlihat kaget setelah menampar pipinya.
"P-Pricilla, Ib-Ibu tidak sengaja. Maaf," ucap Areta terbata.
__ADS_1
Ya Tuhan, bagaimana bisa aku menampar putriku sendiri? Kau sudah gila, Areta. Pricilla pasti akan sangat marah padamu.
"Demi membela anak tiri yang tidak tahu diri itu Ibu sampai tega menamparku?" tanya Pricilla sembari mengusap pipinya yang terasa kebas. Matanya memanas. "Wooaaahhh, jika Kak Jessy melihat apa yang baru saja Ibu lakukan padaku, dia pasti akan langsung tertawa bahagia. Seorang Ibu kandung menampar anak kandungnya sendiri. Apa ini yang Ibu mau, hah!"
Marah atas tindakan sang ibu, Pricilla dengan kasar mendorong tubuh wanita yang telah melahirkannya hingga jatuh terjerangkang ke lantai. Dia sama sekali tidak merasa iba meski ibunya melenguh kesakitan sambil memegangi luka bekas operasi di perutnya.
"Shhhh Pris, perut Ibu sakit. Tolong," rintih Areta dengan bibir gemetar.
"Tolong? Hah, jangan harap."
"Tolong, Pris. Ini benar-benar sangat sakit."
Pricilla berdecih. Dia dengan santainya berdiri sambil melipat kedua tangan di depan dada menyaksikan sang ibu yang terus merintih kesakitan tanpa ada niat untuk menolongnya. Pricilla berfikir kalau hal ini pantas untuk dia lakukan setelah apa yang di perbuat sang ibu terhadapnya.
Rasakan. Ini adalah balasan setimpal karena Ibu sudah tega menamparku. Tidak enak kan di abaikan oleh anak kandung sendiri? Itulah yang tadi aku rasakan saat Ibu memukul pipiku. Bahkan Tuhan dengan sangat adil langsung menurunkan karma untuk melindungi seorang anak kandung yang teraniaya. Cihh, dasar wanita merepotkan. Mati saja kau sana.
Areta terus merintih menahan sakit saat putrinya tak kunjung memberikan pertolongan. Sadar kalau Pricilla sama sekali tidak mempedulikannya, Areta merangkak perlahan-lahan menuju sofa. Hatinya bagai teriris samurai tajam di perlakukan seperti ini oleh putri kandungnya sendiri. Sangat berbanding terbalik dengan sikap anak tirinya yang dengan telaten merawat dan membiayai hidupnya meski tidak ada hubungan apapun di antara mereka selain mantan ibu dan anak tiri. Menyedihkan sekali bukan?
"Susah payah Ibu melahirkan dan membesarkanmu, Pris. Tapi kenapa kau membalasnya sampai seperti ini? Ibu tahu Ibu salah karena sudah menamparmu, Ibu minta maaf. Tapi Ibu melakukan hal itu bukan tanpa alasan. Kau terlalu lancang menyebut Jessy sebagai perempuan sialan. Sadar tidak kalau selama ini dialah yang telah mencukupi biaya kehidupan kita. Kau tidak seharusnya berkata seperti itu tentangnya. Tahu tidak!" tegur Areta pelan. Bekas luka operasi di perutnya kembali berdenyut. Dia mendesis lirih.
"Ibu bukan memuji, tapi itu adalah fakta yang harus kau akui. Lihat sekarang, lihat semua baju dan juga perhiasan yang kita pakai. Kalau bukan uang dari kakakmu itu, apa kau pikir kita mampu untuk membelinya? Belum lagi luka ini!" teriak Areta sembari mengangkat baju yang menutupi luka di perutnya. "Siapa orang yang telah membiayai pengobatan Ibu jika bukan Jessy? Kau? Heh, mustahil. Gadis yang tahunya hanya makan dan berfoya-foya apakah mungkin memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit yang begitu mahal? Tidak mungkin kan?"
Pricilla langsung membuang muka ke arah lain saat ibunya mendikte apa saja yang telah dilakukan oleh kakak tirinya. Memang benar semua itu, tapi Pricilla enggan untuk mengakuinya. Jujur saja, Pricilla bukan tidak mau bekerja. Tapi dia hanya merasa iri melihat kakak tirinya yang jauh lebih cantik dan juga beruntung karena bisa bekerja di sebuah perusahaan besar. Harusnya nasib baik tersebut menjadi milik Pricilla, tapi entah kenapa takdir jadi berbalik seperti ini. Jadi ya sudah, Pricilla memutuskan untuk tidak bekerja dan membiarkan kakak tirinya yang membanting tulang mencukupi kebutuhan mereka semua. Termasuk menanggung biaya pengobatan ibunya yang menelan biaya tidak sedikit.
"Pris, tolong berhenti menyia-nyiakan masa mudamu seperti ini. Carilah pekerjaan, tidak harus di perusahaan. Setidaknya cukup untuk membiayai kebutuhan hidupmu sendiri. Kau sudah dewasa, sayang. Seriuslah sedikit pada hidupmu," ucap Areta dengan lembut memberikan nasehat pada putrinya.
"Lebih baik Ibu diam dan jangan mencampuri urusan hidupku. Mau aku bekerja atau tidak, aku bukan meminta uang dari Ibu. Jadi jangan menceramahiku lagi atau aku akan mendorong Ibu seperti tadi. Mau?"
Setelah mengancam ibunya, Pricilla bergegas masuk ke dalam kamarnya. Dia sudah tidak berselera lagi untuk makan setelah berdebat dengan ibunya barusan.
Lebih baik aku segera bersiap kemudian pergi menemui teman-temanku yang lain. Bisa pecah kepalaku kalau Ibu sampai masuk kemari lalu menceramahiku lagi. Hufft, menjengkelkan.
πππππππππππππππππ
Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penilaian akan di mulai hari ini dan akan di putuskan di akhir bulan. Dan hadiah untuk para pemenang akan di lampirkan di bawah.
__ADS_1
π’SYARAT!!
-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)
-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)
π’WARNING!!!
-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.
Juara 1
- Pulsa 100rb+300koin
Juara 2
-Pulsa 75rb+200koin
Juara 3
-Pulsa 50rb+100koin
Juara 4
-Pulsa 25rb+50koin
Juara 5
-Pulsa 10rb+50koin
...πJangan lupa vote, like dan comment...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1