Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Para Penguntit


__ADS_3

Gerald menatap sebuah hunian megah yang berdiri di hadapannya dari dalam mobil. Dia menghela nafas pendek, berpikir apakah anak dari pemilik rumah ini bisa memberikannya saran berguna atau tidak. Ya, saat ini Gerald benar-benar pergi ke rumahnya Rolland, saudaranya. Dia berniat menceritakan keluh kesahnya yang ingin di jodohkan dengan Cristina oleh ibu dan neneknya. Juga dengan niatan Gerald yang ingin mengajak sekertarisnya kawin kontrak.


"Kira-kira otaknya Rolland bisa berguna tidak ya?" gumam Gerald seraya mengetuk-ngetuk stir mobil.


Tak ingin mati penasaran, Gerald akhirnya keluar dari dalam mobil. Setelah itu dia berjalan masuk ke dalam rumah saudaranya.


"Selamat sore, Tuan Gerald. Ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang penjaga seraya menunduk sopan.


"Tidak!" jawab Gerald singkat.


Si penjaga menghela nafas. Sudah biasa melihat sikap dingin dari saudara majikannya ini. Tak mau mencari masalah, penjaga tersebut segera memanggilkan pelayan untuk menyambut pria dingin ini.


"Apa Rolland ada di rumah?" tanya Gerald setelah pelayan datang ke hadapannya.


"Tuan Muda Rolland belum kembali dari perusahaan, Tuan. Mungkin dua atau tiga jam lagi beliau baru ada di rumah."


Gerald mengerutkan kening. Dia juga tahu kalau di jam seperti ini Rolland pasti masih berada di perusahaannya. Dan alasan kenapa dia malah datang kemari adalah karena dia yang tidak tahan melihat wajah jeleknya Jessy. Di tambah lagi sensor matanya yang sudah rusak, membuatnya jadi tidak bisa berkedip setiap kali melihat wajah bulatnya yang seperti telur rebus.


"Tuan Gerald, apa perlu saya menghubungi Tuan Muda dan meminta beliau untuk segera pulang?" tanya pelayan.


"Tidak usah. Katakan saja untuk segera datang mencariku setelah dia pulang. Bilang padanya ada hal penting yang ingin ku bicarakan!" jawab Gerald.


"Baiklah, Tuan. Ada lagi?"


Seperti biasa, tanpa menjawab Gerald langsung melenggang pergi begitu saja. Dia tak mempedulikan gunjingan pelayan yang tadi berbicara dengannya. Malas.


"Rolland benar-benar tidak berguna!"


Sambil merutuki saudaranya, Gerald melajukan mobil melewati jalan tikus. Dia ingin mengulur waktu supaya tidak kembali lagi ke perusahaan agar tidak bertemu dengan asistennya yang buruk rupa itu. Namun sayang, keputusan Gerald yang ingin menghindari Jessy malah berbuah sial. Di jalan tikus yang dia lewati, ternyata ada beberapa mobil hitam yang mengikutinya. Melihat ada penguntit di belakangnya, Gerald malah tersenyum lebar. Kebetulan dia sedang kesal sekarang, jadilah nyawa para penguntit ini akan dia jadikan sebagai pelampiasan.


"Sekalipun kalian datang membawa satu orang kecamatan, kalian tidak akan pernah bisa menangkapku? Karena apa? Karena aku sedang kesal. Kalian datang di waktu yang sangat salah, kawan. Bersiaplah!"


Setelah berkata seperti itu Gerald langsung menginjak gas mobilnya. Dia dengan lihai melewati jalanan sempit yang mana membuat mobilnya tergores sana-sini karena bergesekan dengan kayu dan juga pepohonan. Sementara itu, mobil para penguntit tertinggal cukup jauh di belakang. Sepertinya mereka kewalahan mengejar mobilnya Gerald yang melaju dengan gilanya.


"Bos, kau baik-baik saja?" tanya Rooney melalui sambungan khusus yang terpasang di dalam mobil.


"Apa kau berharap aku mati?" sahut Gerald balik bertanya dengan nada suara yang begitu dingin.


Ekor mata Gerald melirik ke arah kaca spion saat melihat ada satu mobil penguntit yang berhasil menyusulnya. Dia lalu dengan santai menarik satu pisau kecil yang tersusun rapi di bawah kursi yang di dudukinya.


"Apa kau perlu bantuan, bos? Jumlah mereka lumayan banyak, membunuh empat atau lima dari mereka aku rasa cukup menyenangkan juga."

__ADS_1


"Tunggu di depan sana. Aku sedang kesal, jadi kau jangan membumbui emosiku daripada nanti kau yang aku jadikan bahan pelampiasan!"


Tak terdengar lagi suara Rooney setelah Gerald mengancamnya seperti itu. Dan di saat yang bersamaan, mobil penguntit tadi kini sudah berada di sebelah mobil milik Gerald. Mereka dengan lancangnya melakukan penyerangan, menembakkan peluru ke arah kaca samping yang terarah ke kepala Gerald. Bukannya kaget, Gerald malah berdecak sebal. Ini tidak asik, masih belum mampu memacu adrenalinnya.


"Haih, membosankan. Kenapa cara mereka menyerang buruk sekali?"


Kesal karena permainan tak sesuai harapan, Gerald dengan jengkel membuka kaca jendela kemudian melemparkan pisau kecil miliknya ke kepala salah satu penguntit. Gerald kemudian tersenyum melihat mobil mereka menjadi oleng sebelum akhirnya menabrak batang pohon besar di sisi jalan.


"Baru juga pisau, belum gergaji. Lemah!"


Beberapa mobil penguntit yang tadinya masih tertinggal di belakang mobil Gerald satu-persatu mulai datang menyusul. Lalu terjadilah kejar-kejaran di mana Gerald mengendarai mobilnya dengan santai. Entah para penguntit ini bodoh atau bagaimana, mobil yang di kendarai Gerald sebenarnya anti peluru. Jadi mau sebanyak apapun mereka menembak, itu tidak akan membuat mobilnya menjadi oleng. Kalau saja bisa tertawa, mobil Gerald pasti akan terbahak-bahak karena tembakan mereka hanya membuat bodi mobil terasa geli. Sungguh penjahat amatir yang bodoh dan konyol.


Ssrreeetttt doorrr


Mata Gerald memicing tajam saat ada orang lain yang melesatkan tembakan ke arah para penguntit. Dia tidak terima ada yang mengganggu kesenangannya.


"Ck, sepertinya Rooney tak mendengarkan kata-kataku tadi. Dasar bebal!" omel Gerald kemudian menghentikan mobilnya. Dia mengambil pistol lalu melangkah keluar untuk memarahi siapa orang yang berani mencampuri urusannya.


"Bukankah tadi aku sudah bilang agar ja ....


Doorrrrr


"Bos, kau tertembak!" teriak Rooney yang tiba-tiba muncul dari balik pepohonan.


"Lalu?"


Rooney tergugu. Dia merasa bersalah karena sudah memerintahkan anak buahnya untuk membantu menghabisi para penguntit yang ternyata membawa pasukan sangat banyak. Bukannya ingin melawan, Rooney hanya tidak ingin bosnya celaka. Jadi dia memilih untuk menerima hukuman karena melanggar perintah daripada harus melihat bosnya terkapar tak berdaya.


"Bereskan semua remahan itu sebelum aku mati kehabisan darah. Jangan tersisa, kalau perlu bakar mereka hidup-hidup. Sekarang!" perintah Gerald sembari melepas jas yang di pakainya.


"Baik, bos!" sahut Rooney kemudian melesat menghabisi para penguntit.


Mengunakan pisau yang dia bawa, Gerald pun merobek kemeja yang dia pakai kemudian menyayat kulit lengannya di mana peluru tersebut bersarang. Sambil menonton perkelahian, dia dengan santainya mencungkil peluru tersebut keluar dari tubuhnya. Wajah Gerald terlihat begitu dingin, sama sekali tak menunjukkan raut kesakitan meski dia melakukan operasi darurat tanpa membiusnya terlebih dahulu.


Kalau Jessy melihatku seperti ini, apa dia akan mati? Lucu juga.


"Kenapa aku malah memikirkan sekertaris jelek itu? Wahhh, sebenarnya aku ini mengidap penyakit apa sih? Aneh!" gumam Gerald heran dengan pemikirannya sendiri.


Bosan berada di sana, Gerald kembali masuk ke dalam mobil setelah berhasil mengeluarkan peluru dari lengannya. Karena satu lengan kemejanya sudah koyak, Gerald akhirnya bertelanjang dada, memperlihatkan otot-otot kekar yang ada di dada dan di perutnya. Sangat atletis, dan bentuk tubuh seperti inilah yang di idam-idamkan oleh para wanita.


"Sebaiknya aku jangan pergi ke perusahaan. Orang-orang di sana bisa mati masal jika melihatku muncul dengan tampilan seperti ini," ujar Gerald sesaat sebelum melajukan mobilnya. "Lebih baik aku pergi ke kandang tikusnya Jessy saja. Aku terluka begini kan gara-gara dia, jadi harus dia yang mengobati."

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi pada Jessy saat dia pulang ke rumahnya nanti. Mungkin jantungnya akan terbang keluar ketika mendapati bosnya yang datang dengan lengan di penuhi darah. Gerald sungguh sangat tidak manusiawi. Dia terluka karena di tembak oleh penguntit, tapi dengan jahatnya malah menyalahkan Jessy. Sungguh sekertaris yang sangat malang bukan? 😁


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penilaian akan di mulai hari ini dan akan di putuskan di akhir bulan. Dan hadiah untuk para pemenang akan di lampirkan di bawah.


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment


πŸ€Ig: rifani_nini


πŸ€Fb: Rifani

__ADS_1


__ADS_2