Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Berusaha Membujuk


__ADS_3


πŸ“’BESTIE, BEBERAPA NAMA AKAN DI GANTI DENGAN NAMA BARU YA. JADI JANGAN KAGET, OKE


πŸ“’JANGAN LUPA BOM KOMENTAR DI NOVEL


- Love Story (Gabrielle & Eleanor)


- My Destiny ( Clara & Eland)


- Pesona Si Gadis Desa


- Ma Queen Rose


BOM KOMENTAR SEBANYAK-BANYAKNYA YA BESTIE πŸ’œ


πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—


Jessy terdiam kaku dengan pandangan lurus ke depan. Sungguh, dia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Sangat sial, benar-benar sangat amat sial. Tanpa di duga-duga kiriman paket mengerikan itu telah mengantarkan Jessy ke halaman sebuah gedung sipil di mana biasanya terdapat pasangan yang ingin mendaftarkan hubungan resmi mereka. Ya, yang kalian pikirkan tidak salah. Gerald benar-benar membawanya pergi untuk melaksanakan pernikahan kontrak mereka. Gila bukan?


"Turun!" perintah Gerald.


"Anda saja yang turun," sahut Jessy masih dengan pandangan lurus ke depan. "Ini tidak benar, bos. Kita tidak seharusnya datang kemari untuk mengesahkan hubungan yang hanya dilandasi dengan sebuah perjanjian kontrak. Itu sama artinya dengan kita mempermainkan ikatan suci di hadapan Tuhan, bos Gerald. Jadi saya mohon tolong di batalkan saja ya? Masih ada banyak jalan agar anda terhindar dari perjodohan itu!"


"Turun, atau aku akan membawa serta mobil ini masuk ke dalam sana!"


Gerald tak menerima penolakan yang Jessy ucapkan karena menurutnya ini sudah yang paling benar. Di dalam pikiran Gerald sekarang, Jessy bersikap demikian karena terlalu syok di ajak menikah dengan begitu cepat. Padahal di dalam hatinya, Jessy sebenarnya sangatlah merasa bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Benar tidak kawan-kawan?


"Bos, please. Ini bukan lelucon yang bisa kita mainkan sesuka hati. Ada hukum yang menjerat jika kita sampai ketahuan mempermainkan sebuah pernikahan. Anda tahu itu bukan?" tanya Jessy berusaha untuk terus menyadarkan bosnya. Ini tidak baik.

__ADS_1


Dan sebelum sempat Gerald menjawab pertanyaan Jessy, dari dalam gedung muncul ibu dan juga neneknya Gerald. Jessy yang melihat hal itupun langsung menelan ludah seketika. Dia baru sadar kalau di halaman parkir gedung ini ternyata ada banyak sekali mobil mewah yang berjejer rapi, juga dengan belasan penjaga yang sedang berdiri di setiap sisi gedung.


Apakah pernikahan ini sudah terencana? Aaaa, bagaimana sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku berpura-pura mati saja ya supaya pernikahan ini tidak terjadi? Ya Tuhan, tolong aku ....


"Jangan pernah terpikir untuk melarikan diri dari pernikahan ini karena aku tidak akan segan mengorek isi dalam kepalamu," ucap Gerald dengan penuh perasaan. "Dan lagipula bukankah ini yang kau mau? Menikah denganku lalu menjadi Nyonya Thampson yang selanjutnya. Benar 'kan?"


"A-apa, bos? Yang saya mau?"


Jessy tertawa sumbang sambil menatap tak percaya ke arah bosnya. Yang benar saja. Bahkan dalam mimpi pun Jessy tak pernah membayangkan akan menikah dengan pria sebeku dan sekejam Gerald. Tapi apa yang baru saja di katakannya? Jessy yang menginginkan pernikahan ini? Owh s*itt, bolehkah Jessy membunuh orang detik ini juga? Sungguh sialan mulut bosnya ini, Jessy sampai tak habis pikir karenanya.


"Bos Gerald, sedari awal pernikahan ini andalah yang pertama kali menginginkan. Bukankah anda sendiri yang telah menjebak saya agar menanda tangani kontrak perjanjian sialan itu? Dan ...dan atas dasar apa anda menganggap kalau saya begitu ingin menjadi Nyonya Thampson? Sekte macam apa yang sebenarnya anda pelajari, bos?" cecar Jessy yang akhirnya berani mengeluarkan semua unek-unek di dalam hatinya. Biarlah jika keberaniannya ini membuat Jessy kehilangan pekerjaan. Yang terpenting dia tidak jadi terjebak dalam satu hubungan di mana tidak ada kejelasan di dalamnya.


"Aku tidak menerima penolakan dan sekarang cepat turun atau aku akan ....


"Saya akan tetap duduk di sini dan menolak masuk ke dalam sana!" sela Jessy kekeh menolak.


"Berani kau menolak perintahku?" ucap Gerald penuh penekanan. Sedetik kemudian kekesalan di hati Gerald menghilang saat dia melihat Jessy merajuk dengan menggembungkan kedua pipinya. Sial, ini terlalu ....


"Gerald, Jessy. Apa yang sedang kalian lakukan di dalam? Kenapa tidak langsung keluar saja. Semua orang sudah menunggu kalian sejak tadi. Ayo turun!" teriak Barbara sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil putranya. Kaca ini terlalu gelap, membuat Barbara jadi tidak bisa mengintip apa yang sedang dilakukan oleh putra dan menantunya di dalam sana.


"Ara, sebaiknya kita jangan mengganggu mereka dulu. Siapa tahu di dalam mobil Gerald dan Jessy sedang membuatkan cucu untuk kita. Iya 'kan?" ucap Cleo sambil menyeringai penuh maksud.


"Tapi kan tidak di tempat umum begini juga sih, Bu. Gerald mempunyai banyak hotel dan apartemen, apa enaknya bercinta di dalam mobil. Yang ada tulang-tulang menjadi patah karena posisi tempat yang sempit. Mesum sekali sih pikiran Ibu!" sahut Barbara tak setuju akan ucapan sang ibu mertua.


"Ya kan siapa tahu,"


"Tidak, aku tidak sepemikiran dengan Ibu. Kalaupun benar mereka sudah mencicil untuk membuat adonan, aku yakin Gerald pasti akan melakukannya di tempat-tempat yang romantis. Dia kan bukan binatang,"


"Haih, terserah kau sajalah."

__ADS_1


Ingin rasanya Jessy berubah menjadi makhluk tak kasat mata saat mendengar gibahan ibu dan juga neneknya Gerald. Bagaimana tidak. Kedua orang ini membicarakan hal-hal vulgar dengan begitu gamblangnya. Jendela mobil memang tertutup tapi kan Jessy dan Gerald itu tidak tuli. Sudah pasti apa yang ibu dan neneknya Gerald bicarakan bisa di dengar dengan sangat jelas oleh mereka berdua. Dan hal ini sangat amat membuat Jessy frustasi.


"Kau dengar sendiri bukan? Semakin lama kita mengulur waktu, maka pemikiran Ibu dan Nenek akan semakin tidak karu-karuan," ucap Gerald yang merasa terbantu dengan obrolan dewasa dari dua wanita yang berada di luar mobil. Dan Gerald yakin kali ini Jessy pasti tidak akan bisa mengelak lagi.


"Bos, tolong jelaskan pada Nyonya Barbara dan Nenek Cleo kalau di antara kita sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa. Juga sekalian beritahu mereka kalau di dalam sini kita tidak sedang melakukan sesuatu seperti yang mereka bicarakan barusan. Saya malu, bos. Benar-benar sangat malu," sahut Jessy seraya menggosok-gosokkan telapak tangan ke arah Gerald. Dia begitu berharap kalau bosnya ini akan bersedia untuk menyelamatkan harga dirinya.


"Jelaskan saja sendiri!"


Setelah itu Gerald keluar dari dalam mobil, dia sengaja membiarkan Jessy menikmati kebahagiannya di dalam sana.


Aaaaaa, bagaimana ini. Siapapun tolong aku!


Melihat putranya keluar dari dalam mobil sambil tersenyum-senyum tidak jelas, sudah pasti membuat Barbara dan ibu mertuanya jadi berpikiran yang tidak-tidak. Mereka lalu berjalan mendekati Gerald untuk menanyakan apa yang baru saja terjadi di dalam mobil.


"Rald, kenapa Jessy tak ikut turun bersamamu?" tanya Cleo usil.


"Iya benar. Calon menantu Ibu baik-baik saja kan, Rald?" timpal Barbara ikut mengusili putranya.


"Dia sedang merapihkan pakaiannya," jawab Gerald kemudian melenggang masuk ke dalam gedung.


Mendengar jawaban Gerald yang begitu ambigu membuat Barbara dan Ibu mertuanya memekik kesenangan. Pikiran mesum mereka sudah meralela kemana-mana, sibuk membayangkan hal-hal panas yang membuat Jessy sedikit lambat untuk keluar menyapa mereka.


"Hehe, sepertinya sebentar lagi aku akan segera memiliki cucu, Bu," bisik Barbara kegirangan.


"Ibu pun. Cicit keluarga Thampson akan segera hadir di tengah-tengah keluarga kita. Aahhhh, senangnya," sahut Cleo tak kalah girangnya.


"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita harus bisa bersikap biasa saja supaya Jessy tidak merasa malu. Aku khawatir itu akan mempengaruhi launchingnya Gerald junior, Bu."


"Baiklah,"

__ADS_1


Andai saja Barbara dan ibu mertuanya tahu kebenarannya, mungkin mereka tidak akan segirang ini saat membayangkan kehadiran anggota keluarga baru mereka yang bahkan masih belum di mulai pembuatannya. Karena di dalam mobil, Jessy sedang mati-matian memikirkan cara untuk membatalkan pernikahan kontraknya dengan Gerald. Belum menikah saja Jessy sudah merasa sangat tercekik, lalu apa kabar setelah dia benar-benar menjadi istrinya Gerald? Mungkin Jessy akan mati muda. Benar tidak teman-teman?


*****


__ADS_2