
Ggrrrrrrrrr
Kedatangan Jessy di kediaman bosnya di sambut dengan suara geraman Simon yang terdengar begitu menakutkan. Mungkin bagi Gerald suara geraman tersebut adalah sesuatu yang sudah biasa, tapi itu berbeda di diri seorang Jesslyn Ocana. Ya, wanita yang sejak tadi siang terus di timpa kesialan ini mendadak merasa sangat amat lemas saat matanya menangkap sosok mengerikan yang kini tengah duduk santai di samping mobil. Tulang-tulang di sekujur tubuhnya seperti melebur bak tersiram air keras.
"Apa kau menginginkan Simon yang menarikmu keluar?" tanya Gerald sarkas.
"B-bos, bi-bisakah saya tetap di dalam mobil? S-saya tidak berani keluar," jawab Jessy dengan suara gemetar. Dia tremor akut seketika.
"Kau ibunya. Simon tidak akan mungkin membunuhmu."
"Bukan, bos. Saya ini manusia normal, mustahil saya memiliki anak seekor anjing."
"Jadi kau ingin anak manusia?"
Jessy mengangguk. Dia tak terlalu memperhatikan perubahan ekpresi di wajah bosnya saking dia yang begitu panik mengawasi Simon. Jessy takut di labrak, bukan, maksudnya di serang.
"Turun!"
"Y-ya, bos?"
"Turun!" ulang Gerald.
"T-tidak mau, bos. Saya takut pada Simon, saya mau di sini saja!" tolak Jessy yang langsung berpegangan pada seatbelt yang melingkar di tubuhnya.
"Bukankah kau menginginkan anak manusia?" tanya Gerald memastikan.
"Iya," jawab Jessy cepat. Setelah itu dia tersadar kalau pertanyaan bosnya terdengar sangat amat ambigu. "Tunggu, apa hubungannya dengan kita keluar dari dalam mobil, bos?"
"Karena aku akan mengajakmu membuat anak manusia di dalam rumah. Kenapa? Apa kau ingin agar kita membuat adonannya di sini saja?"
Kriikk kriiikk kriiikk
Mendadak suasana di dalam mobil seperti di penuhi suara jangkrik saat Jessy mendengar ajakan gila bosnya. Yang benar saja. Jessy memang menginginkan seorang anak manusia, tapi tidak dengan cara seperti ini juga. Ya Tuhan, hancur sudah mental dan kesabaran Jessy dalam menghadapi makhluk satu ini. Bisa-bisanya Gerald langsung mengajaknya untuk membuat anak hanya gara-gara dia berkata tidak menginginkan anak anjing. Sungguh, Jessy sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi kebodohan pria ini.
"Bos?"
"Hm."
Gerald menatap lurus ke depan. Dia sedikit kesal karena Jessy masih saja menolak untuk mengakui perasaannya. Padahal Gerald sudah dengan lapang dada menuruti keinginannya untuk memiliki seorang anak manusia. Tapi entah kenapa raut wajah Jessy malah terlihat begitu marah. Ada apa? Apa yang salah dengan niat baiknya?
"Bisa tolong antarkan saya ke rumah saja? Saya lelah, dan besok pagi masih ada banyak pekerjaan yang sudah menanti saya di kantor. Mohon anda memberi saya sedikit waktu untuk beristirahat," ucap Jessy lemas.
Mustahil Nyonya Barbara bisa melahirkan seorang putra yang sangat bodoh seperti Gerald. Dia ini berpikir menggunakan otaknya atau menggunakan bokongnya sih. Bisa-bisanya dia mengajakku membuat anak seperti sedang mengajak orang untuk makan. Dia gila atau bagaimana.
"ROONEY!"
__ADS_1
Jessy terperanjat kaget saat bosnya tiba-tiba berteriak dengan sangat kuat. Tak lama kemudian orang yang di panggil oleh bosnya pun muncul. Jessy bingung. Darimana pria ini mendengar suara teriakan bosnya di saat mereka sendiri masih berada dalam mobil yang kondisinya tertutup rapat. Aneh sekali.
"Ada apa, bos?" tanya Rooney dari luar mobil.
"Apa kau sudah membakar kandang tikus itu?"'tanya Gerald dengan mata berkilat marah.
"Sudah, bos. Dan semua barang-barang yang ada di sana sudah saya pindahkan ke rumah baru," jawab Rooney.
"Bawa Simon masuk ke kamarnya. Malam ini aku tidak pulang."
"Baik, bos."
Setelah berkata seperti itu Gerald langsung menyalakan mesin mobil kemudian melajukannya dengan kecepatan tinggi. Meski sedang marah, Gerald tetap memastikan keselamatan Jessy dengan cara menarik rambutnya ketika kepalanya terdorong ke depan.
"T-terima kasih, bos," ucap Jessy sedikit kikuk. Dia sadar sudah memantik kemarahan pria ini.
Tak ada sahutan apapun setelah Jessy berterima kasih pada Gerald. Dan suasana di dalam mobil pun terasa begitu canggung karena Gerald yang masih belum melepaskan rambutnya Jessy. Tangannya kena sihir perekat. π
"Bos, saya tahu mungkin ini lancang. Tapi saya tetap ingin anda membatalkan perjanjian kawin kontrak kita. Ini tidak adil untuk saya."
"Terserah aku. Kau tidak berhak melarang," sahut Gerald acuh.
"Bagaimana mungkin saya tidak berhak melarang di saat saya sendiri yang menjadi korbannya? Menikah, bukan, maksudku kawin kontrak ini sangat amat merugikan masa depan saya sebagai seorang wanita, bos. Saat perjanjian ini berakhir nanti, saya akan menjadi seorang janda yang pernikahannya tidak pernah di ketahui oleh orang lain. Dan ketika nanti saya ingin membangun rumah tangga baru, status saya pasti akan di pertanyakan oleh keluarga suami saya. Tolong mengertilah, bos. Batalkan perjanjian kontrak di antara kita!"
Cciiiiiitttt
"Diam, atau aku akan menjahit mulutmu!" ancam Gerald seraya menatap tajam ke arah Jessy yang tengah mengusap-usap keningnya. Sepertinya benturan itu cukup kuat karena berhasil membuat kening Jessy berubah warna menjadi keunguan.
"Saya hanya sedang memperjuangkan hak saya, bos."
"Mau kau ku lempar keluar dari dalam mobil ini?"
Jessy menggeleng. Alhasil, dia hanya bisa pasrah ketika mobil kembali bergerak menuju rumah barunya. Sungguh, Jessy tak pernah menyangka kalau nasib hidupnya akan berubah menjadi setragis ini. Kalau saja dia tahu akan terjebak dalam perjanjian kawin kontrak yang sangat merugikan, sudah sejak bulan lalu Jessy mengajukan resign dari Group Thampson. Sayangnya semua itu terlambat karena sekarang mobil yang dia naiki sudah memasuki pekarangan rumah mewah yang di beli atas namanya.
"Turun!"
"Baik, bos."
Setelah Jessy keluar, Gerald tak langsung menyusulnya. Dia diam berpikir di dalam mobil, merasa bingung dengan sikap Jessy yang mengatakan tentang akhir dari perjanjian kawin kontrak mereka. Penasaran apakah kata-kata itu terdapat di dalam surat perjanjian, Gerald memilih untuk menghubungi Rooney. Dia perlu memastikan sesuatu darinya.
"Halo, bos. Apakah ada sesuatu yang terjadi?"
"Apa umur kawin kontrak antara aku dan Jessy tertera tanggal kadaluarsanya?"
Gerald menggeram marah saat Rooney malah bertanya apa maksud dari pertanyannya. Bodoh sekali bawahannya ini. Masa urusan begini saja tidak tahu.
__ADS_1
"Jessy bilang nanti saat masa kawin kontrak ini sudah habis, dia akan kesulitan untuk menikah dengan pria lain. Apa benar ada masa kedaluwarsanya?"
"Tidak ada sama sekali, bos. Perjanjian itu akan mengikat sekertaris Jessy seumur hidup sesuai dengan yang anda mau. Anda dan sekertaris Jessy baru bisa berpisah atas kesepakatan kedua belah pihak. Jadi sekuat apapun sekertaris Jessy berusaha menggugat, perceraian itu tidak akan pernah terjadi. Dan persetujuan tersebut sudah dia tandatangani tanpa ada paksaan dari siapapun."
Klik. Panggilan terputus. Gerald menyeringai samar setelah mengetahui kalau Jessy tidak akan pernah bisa menikah dengan pria selain dirinya.
"Lihatlah, Jessy. Aku sangat bekerja keras dengan membiarkanmu tak bisa jauh dariku. Harusnya kau juga bertindak mengimbangi agar aku tidak terkesan seperti orang yang sedang mengejarmu. Hih, memahami perasaan wanita benar-benar pekerjaan yang sangat sulit. Kenapa juga Tuhan harus menciptakan golongan manusia yang terlahir dengan pikiran plin-plan seperti mereka. Membuat repot saja!" gumam Gerald sesaat sebelum keluar dari dalam mobil. Dia menatap lama ke arah bangunan megah yang akan menjadi rumah barunya mulai dari malam ini.
πππππππππππππππππ
Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penghitungan pemenang akan di tutup pada hari minggu jam 11 malam tanggal 27 Februari. Dan hari Senin tanggal 28 Februari akan di umumkan siapa saja yang berhak mendapat hadiah giveaway. Terima kasih πππππ
π’SYARAT!!
-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)
-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)
π’WARNING!!!
-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.
Juara 1
- Pulsa 100rb+300koin
Juara 2
-Pulsa 75rb+200koin
Juara 3
-Pulsa 50rb+100koin
Juara 4
-Pulsa 25rb+50koin
Juara 5
-Pulsa 10rb+50koin
πJangan lupa vote, like dan comment
πIg: rifani_nini
__ADS_1
πFb: Rifani