Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Fitnah


__ADS_3

Gerald tersenyum-senyum tidak jelas setelah berhasil membuat Jessy menyetujui ajakannya untuk kawin kontrak. Bibir yang biasanya jarang sekali tertarik ke atas, kini seakan lupa jalan pulang. Kalau saja tidak ada orang yang mengetuk pintu ruangannya, sampai jam kantor habis sekalipun Gerald pasti akan terus tersenyum seperti ini. Sungguh suatu kejadian yang bisa di daftarkan ke rekor MURI bukan?


Tok tok tok


"Masuk!"


"Gerald!"


Suasana yang tadinya sedang berada dalam musim semi, seketika langsung berubah menjadi suasana musim gugur begitu Gerald mendengar suara dari salah satu wanita petinggi di keluarga Thampson. Neneknya datang.


"Ck, kenapa kau malah berkamuflase menjadi patung begitu sih. Lupa ya kalau kau mempunyai seorang Nenek yang masih sangat cantik?" omel Cleo seraya menatap kesal ke arah cucunya yang hanya menatapnya dalam diam.


"Seharusnya seorang Nenek itu diam saja di rumah. Bukan malah keluyuran mengganggu orang yang sedang bekerja," sahut Gerald sambil menghela nafas. Badai besar telah datang.


Rasanya Cleo sangat ingin menjejalkan cabai yang sangat banyak ke dalam mulut cucunya yang tidak punya sopan santun ini. Dia sungguh tidak mengerti kenapa Barbara bisa melahirkan anak seperti Gerald. Dan yang lebih membuatnya tidak mengerti lagi adalah kenapa Tuhan yang malah menjadikan Gerald sebagai penerus satu-satunya di keluarga Thampson. Sungguh sangat menguji kesabaran.


"Nenek sedang malas berdebat denganmu. Katakan dengan jelas kapan kau akan membawa kekasihmu pulang ke rumah?" tanya Cleo setelah duduk di sofa.


"Akhir bulan."


"Akhir bulan kapan?"


"Apa Nenek sudah pikun?"


"Astaga anak ini!"


Gerald menghela nafas. Dia bergegas pergi menghampiri sang nenek begitu menyadari atmosfer suasana yang mulai memanas. Dia takut neneknya murka yang mana akan membuatnya berurusan dengan Kakek Vrey dan juga Ibu Barbara. Mengerikan bukan?


"Jangan berteriak terlalu kuat. Nanti pinggang Nenek patah!" ucap Gerald setelah duduk di sebelah neneknya. Dia diam tak berkutik ketika wajahnya di pukul menggunakan tas branded yang di pakai oleh sang nenek. Gerald tidak akan berani melawan ataupun menghindar. Biar saja. Yang penting wanita tua ini tidak kerasukan jin.


"Rald, bisa tidak kau bicara normal seperti manusia lainnya?" tanya Cleo hampir putus asa menghadapi sikap si kulkas sepuluh pintu ini. Benar-benar sangat amat menguras stok kesabaran yang dia miliki.


"Bisa."


"Kalau begitu jawab pertanyaan Nenek dengan benar. Kapan kau akan membawa kekasihmu pulang?"


"Akhir bulan."


"Benar-benar akhir bulan ini atau akhir bulan di masa mendatang?" cecar Cleo dengan mimik wajah yang begitu serius.


"Apa Nenek berharap kami datang di saat Nenek bereinkarnasi untuk yang pertama kali?"


Pletak

__ADS_1


Sekali lagi. Gerald hanya diam tanpa berani menunjukkan reaksi apapun ketika kepalanya menjadi korban kebrutalan tangan tua sang nenek.


"Rald, bukankah tadi kau menjawab bisa saat Nenek memintamu agar bicara normal seperti para manusia lainnya?" protes Cleo sambil menekan pinggiran kepalanya. Dia ... entahlah.


Sebelum Gerald menyahuti protes yang di layangkan neneknya, terdengar suara pintu yang di ketuk kemudian masuklah Jessy yang datang sambil membawa dua minuman di atas nampan. Gerald terkesima, kembali terkena sihir ketika Jessy dengan manisnya tersenyum ke arahnya.


Apa dia sedang berusaha untuk mengambil hatinya Nenek? Tapi kenapa dia malah tersenyum padaku? Apa jangan-jangan dia malah sedang menarik perhatianku? Jessy-Jessy, lekaslah jujur agar semuanya aman.


"Nenek Cleo, silahkan di nikmati minuman dan cemilan sederhana ini," ucap Jessy sopan seraya memindahkan jamuan yang dia bawa ke atas meja. Setelah itu Jessy tersenyum ke arah bosnya. Seketika timbul keinginan di hati Jessy untuk menuangkan teh panas ini ke wajah sang bos saat dia teringat dengan kelakuan licik pria ini dalam menjebaknya. "Bos, silahkan di minum."


"Dia wanitaku!"


Bagai di sambar petir, Jessy langsung jatuh terduduk di lantai saat Gerald tiba-tiba menyebutnya sebagai WANITAKU di hadapan Nenek Cleo. Sedangkan Nenek Cleo sendiri, dia yang saat itu hendak mencicipi teh panas buatan Jessy mendadak berubah menjadi patung dengan kondisi gelas hampir menempel ke bibirnya. Bisa kalian bayangkan sendiri bukan betapa estetiknya pose kedua wanita ini?


"Jessy menyukaiku. Dan dia ingin kami segera menikah resmi secepatnya!" lanjut Gerald tanpa mempedulikan keterkejutan di wajah Jessy dan juga neneknya.


"A-apa, bos? S-saya menyukai anda?" pekik Jessy syok.


Gila. Ini benar-benar sangat gila. Bahkan seribu kali jauh lebih gila jika di bandingkan dengan tipuan yang dilakukan Gerald demi agar membuatnya mau menandatangani berkas untuk melaksanakan kawin kontrak.


"Ya. Kau menyukaiku."


"Bohong! Bos, tolong jangan berkata yang tidak-tidak. Saya tidak pernah menyukai anda, anda salah paham!"


Cleo mengerjapkan mata untuk menyadarkan diri dari keterkejutannya. Setelah itu dia dengan hati-hati kembali meletakkan gelas ke atas meja, kemudian menatap datar ke arah Gerald dan sekertaris Jessy secara bergantian.


"Ya."


"Tidak!"


Jessy memasang wajah seperti akan menangis saat bosnya lagi-lagi menjebaknya. Dia yang saat itu masih terduduk di lantai sangat ingin masuk ke dalam perut bumi detik itu juga untuk menutupi rasa malunya. Tak mau ada kesalahpahaman, Jessy segera berdiri kemudian mendekat ke arah Nenek Cleo. Dia perlu meluruskan kegilaan yang baru saja di ucapkan oleh bos Gerald.


"Nenek Cleo, saya harap Nenek tidak mengambil hati apa yang baru saja di katakan oleh Bos Gerald. Saya-saya ... saya sungguh tidak menyukainya. Hubungan kami hanya sebatas hubungan antara bos dan karyawan saja. Tidak lebih!"


"Jadi kau tidak menyukai cucuku? Memang apa kurangnya Gerald sampai-sampai kau tidak mau menyukainya?" tanya Cleo dingin. Dia tak suka ada seseorang yang berani menolak cucu kesayangannya secara terang-terangan. Sekertaris Jessy contohnya.


"Bukan, bukan seperti itu maksud saya, Nenek. Saya tidak menyukainya dalam konteks lawan jenis. Tapi saya menyukainya sebagai seorang bos yang loyal kepada para bawahannya. Begitu," jawab Jessy panik ketika Nenek Cleo salah menanggapi perkataannya.


Merasa tak bisa meyakinkan Nenek Cleo, Jessy berinisiatif meminta bantuan dari bosnya. Namun sayang, respon yang di tunjukkan oleh bosnya malah membuat Jessy semakin sesak nafas. Bos sialannya itu malah hanya bertindak diam seperti tidak melakukan dosa apa-apa. Membuat Jessy seakan jatuh terkapar, terjungkal, dan juga terjerembab ke dalam lubang hitam yang sangat amat dalam. Sungguh kasihan sekali bukan?


"Gerald, malam ini Nenek tunggu kalian di rumah!" ucap Cleo kemudian beranjak pergi dengan raut wajah yang cukup sulit untuk di artikan.


Setelah kepergian neneknya, Gerald dengan santai menikmati teh panas buatan Jessy. Dia senang karena sudah berhasil membantunya mengungkapkan rasa suka yang di pendamnya selama ini.

__ADS_1


"Bos, tolong jangan mempersulit hidup saya. Saya mohon!" ucap Jessy menghiba.


"Saat jam pulang nanti aku akan mengirimmu pergi ke penjara dan jurang neraka itu. Bersiaplah, malam ini aku akan membawamu pergi menghadap keluarga besarku!" sahut Gerald kemudian memejamkan mata dengan menjadikan kedua lengan kekarnya sebagai tumpuan kepala. "Pergi sana. Wajahmu sangat menggangu pemandangan di ruangan ini."


Dengan tubuh lemah, lesu, lunglai dan juga gontai, Jessy akhirnya berjalan keluar dari ruangan bosnya. Setelah insiden seratus pesanan sprei dan juga satu kepala gundul, dia kembali di buat stres dengan kegilaan bosnya yang memaksanya untuk kawin kontrak. Dan setelah itu juga dia masih di fitnah dengan di tuduh menyukai bosnya dan ingin agar mereka menikah resmi secepatnya.


Tuhan, apakah ini caramu membuatku mati perlahan? Hiksss, aku tidak sanggup.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penghitungan pemenang akan di tutup pada hari minggu jam 11 malam tanggal 27 Februari. Dan hari Senin tanggal 28 Februari akan di umumkan siapa saja yang berhak mendapat hadiah giveaway. Terima kasih πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment

__ADS_1


πŸ€Ig: rifani_nini


πŸ€Fb: Rifani


__ADS_2