Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Mata Panda


__ADS_3

Jessy menatap sedih ke arah pantulan wajahnya di cermin. Dia baru saja bangun dari tidur dan langsung di buat syok begitu masuk ke dalam kamar mandi. Ya, di hadapan Jessy kini terlihat seorang wanita menyedihkan yang tengah berdiri dengan mata panda besar di wajahnya. Eittsss, kalian jangan berpikir kalau Jessy baru saja menangis ya? Tidak, bukan itu. Mata panda yang muncul di bawah matanya terjadi karena ....


"Geradl!!! Gara-gara kau, semalam aku jadi tidak bisa tidur dengan nyenyak. Aarrghh, sialan. Sebaiknya aku apakan ya sprei-sprei itu? Kalau masih berada di rumah ini, aku jamin hari-hari berikutnya aku akan selalu terbangun dengan mata panda menghiasi wajahku. Dadar bos sialan! Sudah tahu ruangan di rumah ini sangat sempit, kenapa dia malah memesan ratusan sprei dengan ukuran yang sangat besar? Apa dia pikir rumahku itu gudang tempat penyimpanan? Dasar brengsek!" teriak Jessy frustasi.


Ya, gara-gara seratus sprei itu semalam Jessy terpaksa tidur dengan posisi duduk. Baik ranjang maupun lantai dan sofa, semuanya penuh dengan sprei berukuran raksasa yang di beli oleh bosnya itu. Alhasil, Jessy dengan sangat terpaksa tidur di atas tumpukan barang laknat tersebut dengan posisi setengah meringkuk. Sangat kasihan bukan?


Tok tok tok


"Ya Tuhan, jangan bilang pria sinting itu yang datang. Awas saja!" geram Jessy seraya memejamkan mata ketika pintu rumahnya di ketuk.


Setelah membersihkan wajahnya, dengan malas Jessy berjalan untuk membuka pintu. Pertama-tama yang dia lakukan adalah menarik nafas sedalam mungkin kemudian memasang senyum yang sangat manis. Walaupun di dalam kamar mandi tadi dia sempat berkeinginan untuk menghajar bosnya, tapi begitu teringat kalau Jessy masih sangat membutuhkan pekerjaan ini membuatnya terpaksa harus kembali bersikap manis.


Ceklek


"Selamat pagi, bo ....


"Permisi. Apakah benar ini rumahnya Nona Jesslyn?" tanya seorang pria yang mengenakan seragam. Dia menjinjing sebuah paket besar di tangannya.


"Ekhmm, benar. Itu saya sendiri. Ada apa ya?" jawab Jessy sedikit malu karena salah menduga kalau yang datang adalah bosnya.


"Saya ingin mengantarkan pesanan anda, Nona. Tolong tanda tangan di sini."


Mendadak perasaan Jessy jadi tidak enak. Dia baru ingat kalau semalam kurir pengantar barang mengatakan kalau masih ada satu pesanan yang belum di antar. Dan kemungkinan besar inilah paket inilah yang di maksud oleh kurir tersebut.


"Kalau boleh tahu ini isinya apa ya? Bukan sesuatu yang mengerikan, kan?" tanya Jessy sembari menahan rasa antara ingin menangis dan juga mengamuk. Dia dengan sangat tidak rela akhirnya membubuhkan tanda tangan di atas kertas yang di di sodorkan oleh kurir.


"Maaf, Nona. Saya hanya di tugaskan untuk mengantarkan paket ini kemari. Mengenai isinya saya kurang tahu."


"Oh, begitu ya?"


Si kurir mengangguk. Setelah itu dia pamit pergi setelah mendapatkan barang bukti kalau paket yang dia bawa sudah sampai di tangan si pembeli. Sedangkan Jessy, dia hanya diam mematung sambil memandangi paket besar yang berada di lantai. Menilik dari ukuran paket tersebut, sepertinya akan membuat rumahnya semakin menyempit.


"Bos Gerald, haruskah aku meminta hadiah rumah yang sangat besar darimu?" gumam Jessy putus asa.


Tersadar kalau hari sudah semakin siang, Jessy pun segera menyeret paket tersebut masuk ke dalam rumah. Setelah itu dia bergegas membersihkan diri secepat mungkin karena tak ingin datang terlambat ke kantor. Bahaya nanti kalau bosnya datang lebih dulu. Bisa-bisa seharian Jessy akan terus di sindir dan di katai sebagai sekretaris yang malas dan tidak cocok di jadikan panutan. Yahh, kalian pasti tahu sendiri bukan seperti apa bekunya seorang Gerald?


Tak menunggu waktu lama, Jessy akhirnya sudah siap dengan pakaian formalnya. Tak lupa juga dia memoles wajahnya dengan sedikit make-up tipis. Setelah itu dia mengambil tas dan juga berkas yang harus dia bawa ke kantor. Namun ketika Jessy hendak keluar, tiba-tiba saja dia merasa penasaran akan isi paket itu.


Apa aku buka sedikit saja ya? Siapa tahu isinya adalah sesuatu yang bisa membuat moodku naik. Bos Gerald kan orangnya sangat tidak terduga.


Dengan hati yang sedikit meragu, Jessy akhirnya membuka pembungkus paket tersebut. Dia sangat amat berharap kalau apa yang akan dia lihat tidak akan menghancurkan imajinasinya. Akan tetapi ....


"Hahahaahahahahahahahahahahhahaahahahahahahahhaahhahahahaaaa!"

__ADS_1


Mungkin yang kalian bayangkan adalah suara tawa seorang Jesslyn Ocana yang begitu bahagia setelah melihat isi dalam paket. Akan tetapi tawa itu bukan berasal dari tawa kebahagiaan, melainkan tawa penuh gejolak emosi. Bagaimana tidak! Begitu bungkus paket di buka, hal pertama yang Jessy lihat adalah kepala gundul seorang laki-laki buruk rupa. Dan saking terharunya Jessy akan kebahagiaan tersebut, dia serasa ingin berubah menjadi manusia kanibal agar bisa memakan orang yang telah memesan sprei dengan motif mengerikan seperti ini. Bosnya benar-benar tidak ada otak. Untung saja dia tidak mempunyai penyakit jantung. Jika tidak, pasti ruhnya Jessy akan langsung terbang menuju alam keabadian karena syok melihat gambar tersebut.


"GERALDDDDDD!! DASAR BOS BRENGSEK, KAU!"


"Aku maksudnya?"


Glukkk


Jessy langsung kicep saat mendengar suara dingin yang sudah tak asing lagi di telinganya. Sambil menelan ludah, Jessy memberanikan diri untuk berbalik ke belakang. Dia kemudian meringis ketika melihat bosnya yang tengah berdiri diam di sana.


"Selamat pagi, bos!"


Gerald diam tak menyahut. Hatinya sedang bertanya-tanya kenapa Jessy menyebutnya sebagai bos brengsek. Apa karena saking terharunya melihat isi dalam paket yang dia pesan atau bagaimana. Aneh.


"Bos, kenapa anda bisa ada di sini?" tanya Jessy berusaha memecah kecanggungan.


"Aku tersesat."


"Tersesat?" beo Jessy kaget. "Di kandang tikus seperti rumah saya?"


"Memangnya ada yang salah?" tanya Gerald. "Terserah aku ingin tersesat di mana."


"Baiklah!"


"Apa kau ingin membakar kepala gundul itu? Kantung matamu sampai menghitam setelah membukanya," ucap Gerald sambil mengamati lingkaran hitam yang ada di bawah mata Jessy. Lucu, tapi bibirnya sulit untuk tertawa. Mungkin nanti kalau dia sudah sampai di ruangannya saja.


"Hehehe, tidak usah bos. Dan ... terima kasih atas pesanan yang anda pilih. Saya sangaaaaatttt menyukainya," sahut Jessy seraya tersenyum lebar.


Gerald kembali lupa berkedip ketika melihat senyum di bibir Jessy. Lihatkan? Dalam jarak sedekat ini masih saja sekertarisnya berani mengirim sihir. Benar-benar keterlaluan. Tapi anehnya Gerald suka.


"Apa kau ingin di pecat?"


"Ya?"


"Masuk ke mobil!"


Jessy tanggap. Segera dia berjalan keluar kemudian mengunci pintu rumahnya. Mungkin karena halaman rumah ini yang terlalu sempit, saat berbalik Jessy hampir saja jatuh terjungkal ke belakang karena hampir menabrak punggung bosnya.


"Maaf, bos. Rumah dan halaman saya sangat sempit, tidak seluas apartemen dan juga rumah besar milik anda," celetuk Jessy.


Tanpa bicara apapun lagi, Gerald kembali berjalan menuruni anak tangga. Pikirannya sedang melayang kemana-mana antara senang dan juga kasihan. Senang karena Jessy sengaja ingin menabrak punggungnya, dan kasihan karena pengakuannya yang secara tidak langsung menyebut dirinya miskin.


"Selamat pagi, Sekertaris Jessy!" sapa Rooney seraya membukakan pintu mobil untuk bos dan juga si sekertaris.

__ADS_1


"Selamat pagi juga, Tuan Rooney. Terima kasih!" sahut Jessy sambil tersenyum kecil ke arah pria yang membukakan pintu mobil untuknya.


Rooney buru-buru berpaling ke arah lain ketika menyadari ada lirikan maut yang di kirim oleh laki-laki yang baru saja masuk ke dalam mobil. Dia sadar ada bahaya besar mengancam. Setelah kedua orang tersebut masuk, Rooney pun segera menyusul masuk. Namun ketika dia hendak menyalakan mesin, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Rooney kemudian meminta izin pada bosnya untuk membuka dan membaca pesan tersebut.


Bos Gerald: "Beli satu apartemen yang paling mewah dan juga sebuah rumah yang sangat luas atas nama Jesslyn Ocana. Masukan itu dalam surat perjanjian kontrak. Lakukan secepatnya karena siang ini aku akan memaksa Jessy untuk menandatanganinya!"


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penghitungan pemenang akan di tutup pada hari minggu jam 11 malam tanggal 27 Februari. Dan hari Senin tanggal 28 Februari akan di umumkan siapa saja yang berhak mendapat hadiah giveaway. Terima kasih πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment


πŸ€Ig: rifani_nini

__ADS_1


πŸ€Fb: Rifani


__ADS_2