Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Asma Dadakan


__ADS_3

Seperti di kejar-kejar setan, Jessy bersiap diri sebelum akhirnya di bawa pergi menuju kediaman keluarga besar Thampson. Jangan di tanya bagaimana perasaannya sekarang. Jessy takut, gugup, gelisah, entahlah. Semua perasaan itu campur aduk menjadi satu hingga membuat seluruh tubuhnya mengalami tremor akut. Bahkan jika tidak memikirkan rasa malu, ingin rasanya Jessy kencing di celana detik itu juga. Siapalah yang tidak akan sepanik ini ketika tiba-tiba di bawa pergi menemui keluarga dari pria yang notabenenya tidak memiliki hubungan spesial dengan kita. Terlebih lagi pria tersebut adalah atasan kita sendiri. Rasanya pasti sangat nano-nano sekali bukan?


"Kau tidak akan di bunuh, jadi santai saja," ucap Gerald sembari menyetir mobil.


"Bos, ini saya tidak sedang bermimpi kan?" tanya Jessy lirih.


"Apa aku perlu membenturkan kepalamu?"


"Ha?"


Jessy mengerjapkan mata. Menyesal sudah dia bertanya seperti itu pada bosnya. Hanya sia-sia saja. Tak mau batinnya semakin tertekan, Jessy memilih untuk diam. Dia lalu mulai memikirkan kata apa saja yang akan dia ucapkan saat berada di rumah keluarga bosnya nanti. Bayangkan, keluarga yang selama ini begitu dia hormati, mendadak akan dia temui dengan status yang berbeda. Calon mertua, oh my God. Bolehkah Jessy mati saja malam ini?


Ya Tuhan, semoga keluarga Thampson tidak ada yang menyetujui keinginan pria gila ini. Aminn.


"Tuhan tidak akan mengabulkan doa yang kau panjatkan barusan," ucap Gerald.


"B-bagaimana bisa anda tahu kalau saya sedang berdo'a?" tanya Jessy syok.


"Iblis yang memberitahuku," jawab Gerald asal.


"Iblis?"


"Hm."


Hening. Jessy hanya bisa menatap lurus ke depan saking frustasinya dia sekarang. Sungguh, Jessy benar-benar tidak bisa memahami cara berpikir dari pria yang duduk di sebelahnya. Bagaimana bisa ketika sedang berdo'a pun bosnya diam-diam mengawasinya? Jessy jadi ragu jangan-jangan bosnya ini memiliki kelebihan membaca pikiran orang lain. Karena setiap kali Jessy membatin, bosnya pasti akan langsung tahu dan menegurnya. Mengerikan sekali bukan?


"Turun!"


Kening Gerald mengerut. Dia kemudian menoleh ke arah Jessy ketika wanita ini hanya diam tak bergeming. Seulas senyum samar muncul di bibir Gerald saat dia menyadari kalau wanita ini sedang sangat gugup karena ingin bertemu dengan keluarganya. Gerald yakin sekali kalau Jessy pasti sedang sibuk menyiapkan kata-kata manis yang akan dia ucapkan demi untuk menarik simpatik keluarganya. Sangat keren.


"Bagaimana ini?" gumam Jessy lirih.


"Turun!" perintah Gerald.


"Apa, bos?"


"Turun!"


Jessy mengerjapkan mata. Dia menoleh. "Turun kemana bos?"


"Ke lubang kubur!"


Gerald menghela nafas. Dia kemudian menyentil kening Jessy yang masih belum sadar kalau sekarang mereka sudah sampai.


Jtaakkk


"Awwww, sakit!" pekik Jessy.


"Turun, atau aku akan melubangi keningmu!" ancam Gerald.

__ADS_1


Ketika Jessy ingin kembali bertanya, kaca mobil di sebelahnya sudah lebih dulu di ketuk dari luar. Sontak saja hal tersebut membuat Jessy terperanjat kaget hingga kepalanya hampir terbentur bagian atas mobil. Untung saja Gerald sigap menarik tangannya hingga benturan tersebut tidak terjadi.


"Kalau ingin mati, melompatlah dari atas gedung. Bukan malah membenturkan kepala ke bagian atas mobil. Kutu yang tinggal di rambutmu pasti sedang menertawaimu sekarang," ucap Gerald sarkas.


"Maaf, bos. Tapi saya tak pernah memiliki keinginan untuk bunuh diri. Saya masih normal meski selalu tertekan setiap hari," sahut Jessy dongkol.


"Baguslah. Pertahanankan!"


Setelah berkata seperti itu Gerald keluar terlebih dahulu. Dia kemudian menatap ibunya yang masih berdiri menanti Jessy keluar dari dalam mobil.


"Apa yang sedang Ibu lakukan?"


"Ck kau ini bagaimana sih, Rald. Bukannya datang membukakan pintu mobil untuk Jessy, malah berdiri diam seperti zombie. Kau itu punya hati atau tidak sih sebenarnya?" omel Barbara kesal.


"Dia punya tangan dan kaki sendiri. Tidak lumpuh," sahut Gerald.


"Apa kau harus menunggu Jessy lumpuh dulu baru akan membukakan pintu mobil untuknya? Woaaahhh, sebenarnya iblis mana yang sudah memintamu untuk lahir ke dunia ini, hah! Ibu begitu penyayang, dan Ayahmu sangatlah hangat dan romantis. Tapi kenapa kami bisa mempunyai anak dengan bentukan balok es sepertimu? Kau ingin Ibu telan kembali ke dalam perut atau bagaimana, Gerald!"


Jessy yang mendengar percakapan aneh antara ibu dan anak ini sampai ternganga kaget. Sungguh, tidak pernah Jessy sangka kalau Nyonya Barbara akan sama tertekannya seperti dia ketika sedang menghadapi kebekuan seorang Gerald. Luar biasa.


"Cepat bukakan pintu untuk Jessy atau Ibu akan menikahkanmu dengan Vivian malam ini juga!" ancam Barbara dengan nafas naik-turun menahan kesal.


Gerald menghela nafas. Lagi-lagi dia tak mampu berkutik menghadapi kemurkaan wanita ini. Sambil terus menunjukkan wajah tanpa ekpresi, Gerald berjalan untuk membukakan pintu samping. Dia lalu mengulurkan tangan ke arah Jessy seraya melirik ke arah ibunya yang masih menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Saya bisa sendiri, bos!" sahut Jessy merasa canggung akan sikap bosnya.


"Maksudnya?"


"Ekhm!"


Bagai kerbau yang di colok hidungnya, Jessy langsung menyambut uluran tangan Gerald begitu dia mendengar suara deheman si nyonya rumah. Dia gugup dan canggung, itu sudah pasti. Sambil tersenyum penuh paksa, Jessy segera menyapa Nyonya Thampson seperti yang sudah sering dia lakukan.


"Selamat malam, Nyonya Barbara."


"Selamat malam kembali, sekertaris Jessy. Ayo masuk!" sahut Barbara sembari memperhatikan dengan seksama kedekatan antara putranya dengan wanita ini.


Kenapa terlihat aneh ya? Jessy sikapnya begitu kaku, dan Gerald jauh lebih kaku lagi. Sebenarnya mereka ini benar-benar menjalin hubungan atau tidak sih? Kenapa ekpresi di wajah mereka datar sekali. Bahkan lebih terkesan seperti orang yang akan di suntik mati di hadapan umum. Apa jangan-jangan Ibu hanya salah dengar saja ya saat Gerald menyebut kalau Jessy adalah wanitanya? Aneh sekali.


Gerald melenggang pergi begitu saja saat Jessy dan ibunya malah saling bertatapan dalam diam. Biar sajalah, mungkin sekarang Jessy sedang menebar sihir seperti yang sering dia lakukan padanya demi agar membuat sang ibu mau menerima kehadirannya. Jessy benar-benar sangat pintar. Gerald jadi tidak perlu bersusah payah untuk memaksanya.


"Em Nyonya Barbara, kenapa Nyonya menatap saya sampai seperti itu? Apakah ada sesuatu yang aneh di wajah saya?" tanya Jessy mulai salah tingkah.


"Tidak," jawab Barbara singkat. "Ayo masuk!"


Tengkuk Jessy tiba-tiba meremang ketika kakinya mulai menginjak lantai rumah ini. Seketika dia seperti sedang berjalan di atas tumpukan duri saat menyadari kalau sekarang Nenek Cleo, Kakek Vrey dan juga Tuan Arion tengah menatapnya dari celah jendela. Ya, mereka semua sedang mengintip.


"Anggap saja mereka adalah makhluk tak kasat mata. Kau fokus saja memperhatikan Gerald," bisik Barbara sambil menatap bengis ke arah suaminya. Dia masih mendendam gara-gara insiden tadi siang.


"Maksud Nyonya?" tanya Jessy sesak nafas. Sebenarnya ada apa dengan orang-orang di rumah ini?

__ADS_1


"Ya pokoknya kau cukup memperhatikan putraku saja. Kau wanitanya Gerald kan?"


Ingin sekali Jessy menjawab tidak. Akan tetapi lidahnya mendadak terasa kelu saat dia tidak sengaja melihat tatapan dingin di mata pria yang sudah membuatnya terjebak di posisi sulit ini.


"Nyonya, anda mungkin salah paham. Di antara kami berdua sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya ....


"Dia ingin segera menjadi ibunya Simon. Dan besok pagi itu akan terjadi!"


Ucapan lantang yang keluar dari mulutnya Gerald sukses membuat semua manusia yang ada di sana mengalami asma dadakan. Terlebih lagi Jessy. Raut wajahnya sudah tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata lagi. Terlalu menyedihkan.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penghitungan pemenang akan di tutup pada hari minggu jam 11 malam tanggal 27 Februari. Dan hari Senin tanggal 28 Februari akan di umumkan siapa saja yang berhak mendapat hadiah giveaway. Terima kasih πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment


πŸ€Ig: rifani_nini


πŸ€Fb: Rifani

__ADS_1


__ADS_2