Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Jalur Yang Salah


__ADS_3

Saat sampai di rumah, Gerald tak henti-hentinya tersenyum. Dia merasa sangat konyol setelah memesankan seratus sprei baru untuk sekertarisnya itu. Gerald berani jamin kalau besok pagi Jessy pasti akan mengucapkan terima kasih padanya dengan begitu bahagia.


"Lihat apa yang sudah aku lakukan padamu, Jessy. Aku saja peka dengan langsung menggantikan spreimu yang kotor dengan seratus sprei yang masih baru. Seharusnya kau bisa segera sadar kalau kau itu menyukaiku. Dasar bodoh," gumam Gerald sembari berjalan masuk ke dalam rumah.


Kalau saja hatinya sedang tidak gembira, Rooney pasti akan mendapat bogem mentah dari Gerald karena muncul dengan tiba-tiba di hadapannya. Dengan tatapan mata yang begitu dingin, Gerald menanyakan maksud dari kelancangan penjaga bayangannya ini.


"Katakan!"


"Maaf, bos. Saya lancang sudah mengageti anda!" ucap Rooney seraya membungkukkan badan di hadapan bosnya yang sedang kesal.


Gerald tak menanggapi permintaan maaf dari Rooney. Dia hanya berdiri diam menikmati goyangan sihir yang tengah membabi buta di dalam kepalanya. Ya, Gerald kembali di serang penyakit aneh. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja wajah dan senyum sekertarisnya yang jelek itu kembali memenuhi pikirannya. Ingin memberontak, tapi Gerald tidak bisa. Semua sendi di tubuhnya seakan terkunci, membuatnya tak kuasa mengusir bayangan Jessy agar segera menyingkir dari dalam kepalanya.


"Bos, siapa yang mengobati luka tembak di lengan anda?" tanya Rooney sembari melirik ke arah perban yang melilit luka di lengan bosnya.


"Jessy."


"Maksudnya sekertaris Jessy?" beo Rooney.


"Apakah di sekelilingku ada Jessy lain selain wanita jelek itu?" tanya Gerald.


"Tidak ada, bos."


Tanpa berkata apa-apa lagi, Gerald berbalik keluar untuk mencari Simon. Mendadak dia merindukan anjing kesayangannya. Dan seolah merasakan kalau tuannya sedang merindu, Simon yang saat itu sedang duduk santai langsung berlari kencang kemudian melompat ke pelukan Gerald.


"Kau tahu, Simon. Jessy kembali membuat ulah. Dia mengirim sihir supaya wajahnya selalu muncul di dalam pikiranku!" ucap Gerald sembari membelai kepala Simon.


Tak mau membiarkan wajah Jessy semakin merajalela di dalam pikirannya, Gerald mengajak Simon untuk berlari mengelilingi halaman rumah. Pokoknya malam ini dia harus sembuh dari penyakit sihir yang di kirimkan sekertarisnya itu. Gerald tak ingin kalah.


Setelah hampir setengah jam berlarian seperti orang gila, Gerald mengajak Simon berkelahi santai. Sesekali sudut bibirnya berkedut melihat Simon yang meraung gara-gara dia memencet bagian perutnya.


Guk guk guk


Gerald mengusir Simon yang tiba-tiba menggonggong kemudian berjalan menghampiri seseorang yang muncul di belakangnya. Dia lalu menatapnya datar sembari melambaikan tangan ke arah Simon agar kembali mendekat.


"Bersuaralah jika tidak ingin mati di tangan Simon."


"Didiklah anjingmu dengan benar, agar bisa membedakan mana kawan dan mana musuh!" sahut Rolland sambil melirik sinis ke arah Simon.


"Tapi Tuan Muda Rolland, Simon hanya tahu kalau akulah satu-satunya orang yang menjadi kawannya. Selain itu ... musuh."


"Cihh, dasar gila kau!"


Gerald tersenyum samar mendengar umpatan yang di lontarkan oleh saudaranya. Setelah itu mereka saling meninjukan kepalan tangan sebagai tanda berbalas sapa. Tanpa bicara, Gerald mengajak Simon masuk ke dalam rumah yang langsung di susul Rolland di belakang sambil menggerutu tidak jelas.


"Ada apa kau tiba-tiba datang mencariku di rumah?" tanya Rolland setelah duduk di sofa.


Sebelum menjawab, Gerald berjalan menuju lemari kemudian mengambil dua gelas kosong lalu mengisinya dengan minuman alkohol. Jika kalian penasaran kenapa bukan pelayan yang menyiapkan minuman, jawabannya adalah karena Gerald hanya tinggal bersama Rooney dan juga Simon. Gerald tidak terlalu suka pada keberadaan orang asing, atau lebih tepatnya dia benci membaur dengan orang-orang yang baru. Hanya ada beberapa pelayan yang di izinkan masuk untuk membersihkan rumahnya. Dan itupun dengan syarat kalau mereka baru boleh datang setelah Gerald berangkat ke perusahaan.


"Minumlah!" ucap Gerald sembari menyodorkan gelas di tangannya.


"Thanks!" ucap Rolland. "Sekarang tolong jawab pertanyaanku. Katakan kenapa kau tidak menemuiku di perusahaan saja. Malah datang ke tempat yang jelas-jelas aku baru akan ada di sana setelah matahari berganti dengan bulan."


"Aku menyukai seorang wanita."


Uhukk uhukkk

__ADS_1


"K-kau menyukai seorang wanita? Apa dia manusia?" tanya Rolland syok.


"Bukan. Dia adalah dewi iblis yang baru saja keluar dari alam neraka," jawab Gerald santai.


"Seriuslah."


"Kau yang bercanda!"


"Ck."


Gerald menyesap minumannya pelan. Dia sedikit bleng saat senyum Jessy tiba-tiba kembali terbayang di matanya.


Penyihir ini. Sebenarnya maumu itu apa, Jessy? Apa susahnya sih mengakui kalau kau itu menyukaiku. Memangnya kau tidak lelah terus mengirim sihir seperti ini? Dasar aneh.


"Apa wanita itu tahu kau menyukainya?" tanya Rolland menyelidik.


"Tidak," jawab Gerald singkat.


"Sudah aku duga."


"Dia Jessy, sekertarisku. Dan aku berencana mengajaknya kawin kontrak. Kau tahu tidak, Land. Meski sudah empat tahun bekerja padaku, belum pernah sekalipun aku melihatnya menatapku dengan cara yang berbeda. Dia jelek, tidak seksi, dan juga sangat bodoh. Tapi anehnya aku malah merasa nyaman dengannya. Wanita ini pasti tidak waras, iya kan?"


Setelah berkata seperti itu Gerald tersenyum. Mengabaikan ekpresi syok di wajah saudaranya.


"Rald, apa tidak terbalik dengan kau menyebut Jessy sebagai wanita tidak waras? Sadar tidak kalau orang yang sebenarnya tidak waras itu kau. Mengajak kawin kontrak? Oh My God, kau kemanakan otak cerdasmu itu, hah! Memang kau tidak takut akan di panggang hidup-hidup oleh Ayah dan Ibumu? Tidak takut Kakek dan Nenekmu murka? Ayolah Rald, jangan bercanda. Pernikahan itu bukan sesuatu yang bisa dengan mudah kau permainkan. Lagipula mana ada wanita yang bersedia kawin kontrak dengan kulkas bernyawa sepertimu? Aku berani jamin kalau sekertarismu itu akan langsung lari terbirit-birit begitu kau mengatakan hal ini kepadanya. Aku yakin itu!" omel Rolland sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Justru alasanku mengajaknya kawin kontrak adalah karena keluargaku, Land. Aku sangat takut akan dinikahkan dengan anak dari salah satu teman arisan Ibu dan Nenekku. Mereka mengancam akan menculik dan mengawinkan aku secara paksa jika tahun ini aku masih belum membawa pasangan untuk di kenalkan pada mereka. Kalau kau yang ada di posisiku, apa yang akan kau lakukan? Melawan keinginan wanita-wanita mengerikan itu? Aku bahkan lebih memilih untuk bertarung melawan sepuluh Simon daripada harus berhadapan dengan dua wanita petinggi di keluarga Thampson. Aku jera!" sahut Gerald menjelaskan alasannya.


"Jadi kau takut diminta menikah seperti orang normal tapi lebih memilih untuk menikah lewat jalur yang salah? Oh sh***, you very very very crazy, bro. Kau pikir apa bedanya menikah biasa dengan kawin kontrak, hah! Keduanya sama-sama terikat, Gerald. Ya Tuhan, kenapa aku bisa mempunyai saudara sebodoh dirimu sih. Makanya, sekali-kali bermainlah seperti orang normal lainnya. Jangan hanya mempedulikan Organisasi Grisi dan Simon saja. Jadi ketinggalan zaman kan kau sekarang!"


"Tapi aku menyukainya, Land. Jessy saja yang tidak peka dan tidak mau mengakui perasaannya padaku. Pokoknya aku akan tetap mengajaknya kawin kontrak!" ucap Gerald sembari mengelus-elus kepala Simon. Dia kemudian menunduk, tersenyum kecil melihat Simon sedang mengendus dadanya yang berkeringat.


"Apa kau pikir Jessy mau melakukan hal gila seperti itu?" tanya Rolland dengan raut wajah putus asa.


"Harus mau."


"Jika dia menolak?"


"Aku akan meminta Rooney menculiknya lalu menikahinya dengan paksa. Bereskan?"


"Beres kepalamu!" teriak Rolland. "Astaga, Gerald Haidar Thampson. Sebenarnya kau ingin menikahi Jessy atas dasar takut dinikahkan dengan anak dari teman arisan Bibi Barbara atau karena kau menyukainya sih? Kepalaku hampir pecah memikirkan keinginan nyelenehmu. Tolong bicara yang jelas, kepalaku pusing. Tahu tidak!"


Gerald diam tak menyahut. Dia malah asik sendiri dengan mengajak Simon bermain.


"Dasar brengsek! Sudahlah, lebih baik aku pulang saja. Tidak akan ada gunanya bicara dengan manusia kulkas empat pintu sepertimu!" kesal Rolland.


"Merajuk, hm?"


"Sialan. Cepat beritahu aku apa alasan kau begitu ingin mengajak Jessy kawin kontrak. Cepat katakan!"


"Aku tidak tahu."


Gerald mengendikkan bahunya acuh. Memang benar kalau dia tidak tahu alasan pastinya. Gerald menyukai Jessy, tapi wanita itu tidak peka. Jadi ya sudah, kawin kontrak adalah solusi dari semua permasalahan yang ada.


"Kau menyukai Jessy?" tanya Rolland.

__ADS_1


"Ya."


"Dan kau tidak mau menikah dengan wanita pilihan Ibu dan Nenekmu?"


"Benar sekali," jawab Gerald jujur.


"Kau menolak menikah secara baik-baik dengan wanita pilihan keluargamu dan lebih memilih untuk kawin kontrak dengan Jessy. Kau sudah gila ya, Rald?"


"Tidak!"


"Iya, kau gila!"


"Hm."


Gerald tak bergeming sedikitpun ketika Rolland berlalu dari rumahnya. Dia kemudian menyuruh Simon untuk memburu saudaranya saat mendengarnya mengumpat dari luar rumah. Tak lama kemudian, terdengarlah suara jeritan Rolland yang panik dan ketakutan karena sedang di kejar-kejar oleh Simon.


Akhirnya ada yang menemaniku mengidap penyakit aneh. Hufft.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


GENGSS... BEBERAPA PARAGRAF DI PART INI EMAK AMBIL DARI CUPLIKAN DI NOVEL MA QUEEN ROSE EPISODE 172 KALAU NGGAK SALAH.


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penilaian akan di mulai hari ini dan akan di putuskan di akhir bulan. Dan hadiah untuk para pemenang akan di lampirkan di bawah.


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment

__ADS_1


πŸ€Ig: rifani_nini


πŸ€Fb: Rifani


__ADS_2