Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Pecah Perawan


__ADS_3

Dengan kaki gemetaran, Jessy melangkah masuk ke dalam mobil bosnya. Jangan di tanya bagaimana kondisi wajahnya sekarang. MENGENASKAN. Catat ya, ME-NGE-NAS-KAN. Setelah insiden lamaran sialan itu, Jessy terpaksa harus menerima interogasi ketat dari keluarga Gerald. Akan tetapi bukan interogasi tersebut yang membuatnya jadi gemetaran seperti ini. Melainkan hasilnya. Ya, jika Jessy hampir di buat mati berdiri di tangan Gerald, maka di tangan keluarga Gerald Jessy hampir kehilangan nyawanya. Bagaimana tidak! Dia di cecar dengan ratusan pertanyaan yang membuat Jessy lebih memilih untuk mati saat itu juga.


Flasback


"Sekertaris Jessy, sejak kapan kau dan Gerald menjalin hubungan?" tanya Barbara penuh selidik. Saking penasarannya, Barbara sampai mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Jessy.


"K-kami dekat sejak empat tahun yang lalu, Nyonya," sahut Jessy tergagap.


Memang benar kan dia dan Gerald saling kenal sejak empat tahun lalu di mana dia di terima untuk bekerja di Group Thampson. Jessy bicara jujur.


"Whaaattt? Lama sekali. Tapi kenapa kalian tidak pernah mengaku kalau kalian memang memiliki hubungan khusus di luar konteks antara bos dan bawahan?" tanya Barbara lagi.


Jessy bingung. Sebelum datang kemari, Gerald sudah memberi wejangan agar menjawab sesuai dengan apa yang dia rasakan. Akan tetapi sebagai seseorang yang sudah bekerja padanya dalam kurun waktu yang lama, Jessy tentu tahu kalau bukan itu yang di inginkan oleh bosnya. Dia sadar betul kalau maksud di balik perkataan menjawab sesuai yang dia rasakan memiliki artian kalau bosnya ingin Jessy mengeluarkan kata yang tidak membahayakan perjanjian kontrak mereka. Sungguh bos yang sangat arogan sekali bukan? Gerald benar-benar menyiksa Jessy lahir dan batin.


"Sudah, kita ganti ke topik lain saja!" ucap Cleo. "Sekertaris Jessy, sekarang tolong jawab pertanyaanku dengan sejujur-jujurnya. Apa kau dan cucuku sudah pernah tidur bersama?"


"A-APA?"


Suara teriakan Jessy rupanya menarik perhatian Gerald yang saat itu sedang menemani ayah dan kakeknya bermain catur. Dan sialnya hal itu malah membuat posisi Jessy kian terpojok karena tanpa di duga-duga, pria brengsek itu mengeluarkan kata yang membuat nyawa Jessy seperti terbang keluar.


"Aku pernah tidur di atas ranjang rumah tikus yang dia diami. Sangat buruk."


"Oh, jadi kau sudah pernah menginap di rumahnya sekertaris Jessy ya, Rald?" tanya Cleo penuh maksud. Dia mengabaikan raut syok di wajah wanita yang kini tengah melongo dengan mata melotot lebar. Mungkin Jessy malu karena Gerald mengakui aktivitas ranjang mereka.


Gerald diam tak menyahut. Setelah itu dia kembali fokus menemani ayah dan kakeknya bermain, mengabaikan rasa malu di diri Jessy.


I-ini ... tidak mungkin. Arrgg, Geraaallddd! Apa yang sebenarnya kau inginkan? Dasar k*parat kau.


"N-Nenek Cleo, sebenarnya tidak ada kejadian seperti itu di antara kami berdua. Bos Gerald hanya tidak sengaja datang ke rumah saya karena karena lengannya sedang terluka. Dan-dan mengenai ranjang itu, kami ....


"Noda darah membuatnya kotor, jadi dia langsung memesan banyak sprei baru untuk menggantinya," celetuk Gerald yang lagi-lagi menimpali perkataan Jessy. Dia membantu agar wanita ini tidak kesulitan mengungkap kebahagiaannya.


"Hah? Darah?"


Cleo langsung menoleh ke arah Barbara. Pikirannya jadi kemana-mana setelah mendengar Gerald menyebut kata darah. Cleo jadi berpikir kalau darah yang di maksud oleh cucunya itu adalah darah perawan milik Jessy. Jika memang benar, maka itu artinya ....


"Apa Ibu memikirkan hal yang sama seperti yang sedang aku pikirkan?" bisik Barbara sambil menggigit bibir bawahnya.


"Iya, Ibu satu pemikiran denganmu. Woaaahh, tidak di sangka-sangka ternyata Gerald mendapatkan perawan ting-ting. Pintar juga dia," jawab Cleo bangga.


"Huhf, sudah mengambil keperawanan sekertaris Jessy saja dia masih berani berbohong kalau itunya masih original. Memang benar-benar anak itu. Hal begini saja dia tega membohongi orangtuanya sendiri. Rald-Rald, salah apa saat Ibu mengandungmu dulu. Hmmm."


Andai saja bisik-bisik kedua Nyonya ini dilakukan dengan suara yang cukup pelan, mungkin Jessy tidak akan setertekan ini. Sayangnya ibu dan neneknya Gerald saling berbisik dengan suara yang cukup kuat. Membuat Jessy bisa dengan jelas mendengar apa yang sedang mereka gunjingkan.


"Nyonya Barbara, Nenek Cleo, sepertinya saya harus meluruskan sesuatu di sini. Sampai detik ini saya masih seorang perawan yang belum pernah di jamah oleh siapapun, termasuk bos Gerald," ucap Jessy menjelaskan dengan penuh keputus-asaan.

__ADS_1


"Oh, itu sama sekali bukan masalah, sekertaris Jessy. Kami tahu kau malu, tidak masalah. Kami percaya kok kalau kau itu masih perawan. Iya kan, Bu?" sahut Barbara sambil tersenyum penuh maksud.


"Tentu saja iya, sayang. Kami benar-benar tidak masalah kalaupun kau memang benar masih perawan. Santai saja. Oke?" jawab Cleo yang juga menampilkan senyum seribu arti.


Rasanya Jessy sangat ingin mati detik ini juga. Bagaimana cara dia meyakinkan kedua wanita ini kalau memang benar di antara dia dan Gerald tidak pernah terjadi yang namanya pecah perawan. Jessy masih sangat suci, kecuali batinnya yang sudah lama di rusak oleh kebekuan bosnya itu.


"Oh ya, sekertaris Jessy. Untuk pernikahan kalian nanti, mahar apa yang kau inginkan? Sebutkan saja, nanti akan kami siapkan," tanya Barbara antusias.


"M-mahar?" beo Jessy kebingungan. Apalagi ini.


"Dia meminta rumah dan apartemen," sahut Gerald menimbrung.


"Oh, baiklah. Nanti kami akan memberikannya padamu."


"Sudah ada, dan malam ini kami akan tidur di sana."


"Benarkah?" tanya Barbara dengan mata bersinar cerah. "Itu bagus. Sekertaris Jessy, semangat ya?"


Flashback Now


"Aku bisa gila!" umpat Jessy saat kata-kata semangat yang di ucapkan oleh ibunya Gerald terngiang di kepalanya.


Gerald hanya melirik sekilas saat mendengar umpatan Jessy. Sengaja dia melajukan mobil dalam kecepatan tinggi karena sudah tidak sabar ingin segera mengenalkan Simon pada calon ibunya.


Jessy pasti akan sangat senang saat bertemu dengan Simon. Secara, mereka akan segera menjadi pasangan ibu dan anak setelah pernikahan kontrak itu di langsungkan. Hmm


"Kita akan pergi menyapa Simon," sahut Gerald lain dari yang di inginkan oleh Jessy.


"A-apa, bos? Simon?"


Bulu kuduk Jessy langsung berdiri begitu nama binatang mengerikan itu di sebut. Apalagi kali ini. Setelah dia keluar dari kandang macan tutul, kenapa sekarang dia harus kembali di bawa masuk ke kandang binatang buas yang lain? Sebenarnya bosnya ini tahu atau tidak sih kalau Jessy itu sangat amat takut pada Simon. Membuat tensi darahnya naik ke ubun-ubun saja.


"Dia anakmu."


"Sembarangan. Saya ini manusia, mana mungkin Simon adalah anak saya. Dia itu binatang!" sergah Jessy tanpa sadar meneriaki bosnya sendiri.


Apa Jessy bermaksud ingin memiliki anak sendiri ya makanya dia menolak mengakui Simon sebagai anaknya. Ya ampun, dia vulgar sekali. Apa dia tidak bisa sabar sebentar, kan besok kami baru akan menikah. Buru-buru sekali.


Tatapan mata Gerald lurus ke depan. Akan tetapi pikirannya sedang melayang kemana-mana. Gerald tak henti memikirkan betapa Jessy begitu terang-terangan dalam menunjukkan perasaannya. Sayangnya wanita ini masih malu untuk mengakui rasa sukanya secara langsung. Aneh bukan?


"Bos, tolong jangan pergi menemui Simon. Saya takut," rengek Jessy.


"Hm."


"Bos, ayolah. Tolong kita pulang ke rumah saja ya? Ayolah, bos. Ya?"

__ADS_1


"Hm."


"Bos,"


"Hm."


Dasar bajingan kau, Gerald. Argghhh, bagaimana ini? Aku tidak mau bertemu Simon. Siapapun tolong aku ....


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penghitungan pemenang akan di tutup pada hari minggu jam 11 malam tanggal 27 Februari. Dan hari Senin tanggal 28 Februari akan di umumkan siapa saja yang berhak mendapat hadiah giveaway. Terima kasih πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment


πŸ€Ig: rifani_nini

__ADS_1


πŸ€Fb: Rifani


__ADS_2