
Brraaakkkk
"APAA??"
Gerald menatap tak berkedip ke arah Jessy yang baru saja menggebrak meja di hadapannya. Dia diam memperhatikan reaksi sekertarisnya yang begitu heboh seusai dia menyatakan keinginannya. Ya, Gerald baru saja memberitahu Jessy tentang kawin kontrak yang dia rencanakan.
"Bos, apa saya tidak salah dengar? Kawin kontrak?? Astaga! Saya tidak salah dengarkan kan, bos?" tanya Jessy tak percaya.
Yang benar saja.
"Karena kau masih bisa berteriak, itu tandanya kau tidak tuli," jawab Gerald asal.
"Ya Tuhan, bos. Status kita ini adalah atasan dan bawahan. Bagaimana bisa anda mengajak saya untuk menikah?"
"Bukan menikah, tapi kawin kontrak!"
Jessy ternganga lebar mendengar perkataan bosnya. Dia heran, benar-benar sangat heran melihat seorang pemilik perusahaan besar seperti Gerald Thampson tidak bisa memahami arti persamaan dari yang namanya menikah dengan kawin kontrak. Coba kalian pikir, ini dia yang bodoh atau malah bosnya yang kelewat pintar? Luar biasa. Baru kali ini Jessy bertemu manusia jadi-jadian seperti bosnya ini.
"Bos Gerald, tanpa mengurangi rasa hormat saya, saya dengan tegas menolak ajakan untuk kawin kontrak dengan anda!" ucap Jessy sambil menahan sesak di dada. "Bos, saya adalah wanita normal. Meski saya tidak kaya dan juga tidak cantik, keinginan saya sama seperti para wanita di luaran sana yang mendambakan sebuah pernikahan yang layak. Dengan anda mengajak saya menikah, tidak, maksud saya kawin kontrak, itu berarti saya akan memiliki status yang tersembunyi. Orang pasti akan menganggap saya sebagai wanita simpanan anda, Bos Gerald!"
"Apa di matamu aku adalah pria yang tidak normal?" tanya Gerald memastikan.
Sangat, bos. Anda adalah laki-laki tidak normal pertama yang pernah saya temui. Ya Tuhan ... tolong tambahkan stok kesabaran di diri hambamu ini. Bagaimana bisa Engkau menciptakan manusia berotak dangkal seperti Gerald??
"Jangan mengataiku!"
"Saya tidak, bos."
"Di dalam pikiranmu."
Jessy kicep. Dia menelan ludah, merasa bingung karena bosnya ini selalu saja tahu kalau dia sedang membatin. Sadar kalau saat ini dirinya tengah berdiri sambil berkacak pinggang, Jessy kembali duduk dengan sopan sembari mengusap telapak tangannya yang sedikit panas gara-gara menggebrak meja. Maklumlah. Siapa yang tidak syok saat tiba-tiba di ajak untuk kawin kontrak. Oleh bosnya pula. Masih untung Jessy hanya berteriak dan menggebrak meja. Kalau seandainya tadi dia mati karena terkena serangan jantung bagaimana? Sia-sia sudah dia menjaga keperawanannya selama ini.
"Kau belum menjawab pertanyaanku!" ucap Gerald masih dengan menatap tak berkedip ke arah Jessy. Lagi-lagi dia di sihir.
"Pertanyaan yang mana, bos?" tanya Jessy bingung.
Hmm, sepertinya rencanaku mengajaknya kawin kontrak adalah pilihan yang tepat. Lihat, baru beberapa detik dia histeris penuh kebahagiaan, sekarang dia sudah tidak fokus mendengar dan menjawab pertanyaanku. Aku yakin sekali, sebentar lagi Jessy pasti akan segera mengakui perasaannya padaku.
"Aku manusia normal!"
"Oh," sahut Jessy membulatkan bibirnya. "Ekhmm, begini bos. Bukan maksud saya ingin mengajari anda, tapi antara menikah dengan kawin kontrak itu memiliki arti yang sama, yaitu sama-sama menikah. Hanya prosesnya saja yang berbeda. Jika kita menikah, semua orang di negara ini akan mengetahui bahwasanya kita adalah sepasang suami-istri yang sah di mata hukum dan agama. Akan tetapi jika kita hanya kawin kontrak, maka artinya saya yang akan sangat di rugikan. Orang akan men-cap saya sebagai wanita yang buruk. Juga akan menganggap kalau kita sedang mempermainkan ikatan suci di mata Tuhan. Dan sebagai wanita normal, saya sangat amat menolak menikah dengan cara yang tidak seharusnya. Paham, bos?"
"Kau menyukaiku?" tanya Gerald to the point.
"Ha??"
"Kau menolak untuk kawin kontrak, dan kau ingin kita menikah secara sah. Kau menyukaiku?"
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada yang membuncah di hati Gerald setelah mendengar penjelasan panjang kali lebar dari Jessy. Dia mengambil kesimpulan kalau Jessy sedang berusaha mengungkapkan keinginannya agar bisa menjadi istri yang sah. Sungguh, Gerald tidaklah merasa keberatan akan hal ini. Toh ini artinya memang benar kalau Jessy menyukainya. Itulah kenapa wanita ini menolak jika hanya menikah secara kontrak. Tapi apa bedanya?
"Bos, apapun anggapan anda, saya tetap menolak untuk kawin kontrak dengan anda. Titik!" ucap Jessy sesaat sebelum akhirnya beranjak pergi dari ruangan bosnya yang tidak ada akhlak ini.
Namun niatan Jessy yang ingin pergi dari sana terpaksa harus dia urungkan setelah mendengar ancaman kejam yang membuat semua bulu kuduknya berdiri.
"Sejengkal saja kau berani melangkah keluar dari sini, maka bersiaplah untuk kehilangan satu jari tanganmu!" ancam Gerald yang merasa tersinggung dengan sikapnya Jessy. Dia tidak menerima penolakan, dan mau tidak mau Jessy harus tetap mau melakukan kawin kontrak dengannya.
"Maaf, bos. Pekerjaan saya masih sangat banyak. Mohon izin untuk keluar dari sini," ucap Jessy tanpa berbalik badan.
Gerald menghela nafas. Kenapa sih wanita susah sekali untuk bicara jujur? Memang apa sulitnya untuk mengakui rasa suka? Kan hanya perlu mengatakan empat kata, s-u-k-a, SUKA. Selesai kan? Gerald jadi bingung sendiri di buatnya.
"Duduk."
"Tapi, bos ....
"Jessy," ....
Secepat kilat Jessy kembali duduk ke tempatnya semula ketika mendengar suara rendah milik bosnya. Ini adalah pertanda kalau emosi bosnya mulai naik. Meski sangat amat muak dengan tawaran kawin kontrak itu, Jessy tetap masih sayang dengan pekerjaannya di perusahaan ini. Dia belum siap kalau harus menjadi gelandangan bersama dengan ibu dan juga adik tirinya.
Srraakkk
"Baca baik-baik!" ucap Gerald seraya melemparkan berkas ke hadapan Jessy.
"Apa ini, bos?" tanya Jessy seraya memperhatikan berkas yang baru saja di berikan oleh bosnya.
"Aku bilang baca, bukan bertanya," jawab Gerald pelan.
"B-bos, ini rumah dan apartemen?" tanya Jessy tergagap.
"Bukan. Itu adalah penjara dan jurang neraka," jawab Gerald asal.
"J-jangan bercanda, bos. Saya-saya tidak pernah membeli kedua tempat mewah ini. Sungguh!"
Gerald menaikan satu alisnya ke atas. Dia lalu melemparkan pena miliknya ke arah Jessy.
"Kau miskin. Sudah pasti kau tidak akan mungkin mampu untuk membelinya," ejek Gerald tak tanggung-tanggung. "Cepat tanda tangan. Aku hitung sampai dua. Satu ....
Jessy sampai lupa bernafas saat bosnya mulai berhitung. Dan dia secara reflek langsung menandatangani berkas yang belum dia baca sepenuhnya. Jessy tidak sadar kalau dia baru saja menyerahkan diri pada pria yang akan mengisi kekosongan hatinya mulai dari setelah dia selesai menggoreskan pena ke atas materai.
"Sudah, bos!"
Gerald menyeringai puas. Dia menarik berkas dari hadapan Jessy kemudian membacanya dalam diam. Ya, akhirnya masalah ini selesai juga. Akhir bulan nanti dia akan membawa Jessy pulang ke rumah orangtuanya untuk mencegah agar perjodohan itu tidak terjadi.
"Bos, apa saya boleh bertanya satu hal pada anda?" tanya Jessy yang tiba-tiba merasa tidak enak.
"Hmmm."
__ADS_1
"Saya belum membaca isi berkas itu sampai selesai. Kalau boleh saya tahu, apakah itu tentang hutang piutang?"
"Bukan," jawab Gerald.
"Lalu?"
"Kawin kontrak, dan kau sudah membubuhkan tanda tangan tanpa ada yang memaksa. Mulai sekarang kau adalah calon istriku!"
Duaaaarrrrr
Adakah di antara kalian yang membuka jasa mengebor kepala orang? Jika ada, tolong tancapkan mata bor kalian ke kepala pria bajingan ini. Jessy di tipu.
πππππππππππππππππ
Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penghitungan pemenang akan di tutup pada hari minggu jam 11 malam tanggal 27 Februari. Dan hari Senin tanggal 28 Februari akan di umumkan siapa saja yang berhak mendapat hadiah giveaway. Terima kasih πππππ
π’SYARAT!!
-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)
-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)
π’WARNING!!!
-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.
Juara 1
- Pulsa 100rb+300koin
Juara 2
-Pulsa 75rb+200koin
Juara 3
-Pulsa 50rb+100koin
Juara 4
-Pulsa 25rb+50koin
Juara 5
-Pulsa 10rb+50koin
πJangan lupa vote, like dan comment
__ADS_1
πIg: rifani_nini
πFb: Rifani