Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Sosok Hitam


__ADS_3

Di dalam kamar yang remang-remang, terlihat sesosok hitam yang tengah berdiri diam seraya menatap seorang wanita yang tengah terlelap dalam tidurnya. Sorot mata sosok tersebut begitu dalam, seolah menyiratkan jika si wanita adalah sesuatu yang sangat amat lezat.


Kenapa dia tidur dengan gaya seperti ini?


Gerald bingung sendiri melihat cara tidur Jessy yang mirip dengan ulat kepompong. Dan dia tetap tak berusik dari tempatnya berdiri ketika Jessy melenguh seraya menggumam tidak jelas.


"Dasar brengsek kau, Gerald. Aku mengutukmu sampai di kehidupan keduamu nanti. Dasar sialan kau!"


"Oh."


Andai saja saat ini Jessy sedang tidak tidur, nyawanya pasti sudah terbang keluar saat Gerald berkata oh. Singkat, tapi sarat akan kejengkelan.


"Jadi kau sedang memimpikan aku ya? Sebegini besarnya rasa sukamu padaku. Ckck."


Awalnya author pikir Gerald merasa kesal gara-gara mendengar igauan Jessy yang mengutuk serta menyebutnya brengsek. Akan tetapi dugaan itu ternyata salah. Gerald berkata oh bukan karena marah, melainkan sedang berpikir kalau Jessy teramat sangat menyukainya hingga membawa namanya sampai ke alam mimpi. Benar-benar plot twist yang membuat emosi author naik-turun.


"Bos!"


Gerald menarik nafas. Dia berbalik kemudian berjalan menghampiri Rooney.


"Ada apa?"


"Hinara menyebar anak buahnya di sekitar tempat tinggal sekertaris Jessy. Dan salah satu dari mereka berhasil kita tangkap sebelum kandang tikus itu kami bakar," lapor Rooney.


"Hmm."


Rooney diam menunggu perintah apa yang akan di ucapkan oleh bosnya. Sekilas dia sempat melihat ke arah ranjang, sedikit heran melihat sesosok putih yang terbaring miring dengan tubuh terbungkus selimut.

__ADS_1


"Ada apa? Apa kau tertarik untuk kujadikan layaknya kepompong asli?" tanya Gerald saat menyadari kemana arah pandangan Rooney tertuju.


"Tidak, bos!"'sahut Rooney cepat.


"Pergi. Jangan ganggu mimpinya."


Setelah mengusir Rooney, Gerald bukannya ikut pergi malah kembali masuk ke dalam kamar. Dia masih penasaran apakah Jessy akan kembali menyebut namanya atau tidak. Tadi setelah mereka sampai di rumah ini, Jessy langsung menanyakan kamar mana yang akan dia tinggali. Dan tentunya sebagai pemilik rumah, Gerald menunjuk kamar utama sebagai kamar yang nantinya akan mereka tinggali bersama. Akan tetapi Jessy tiba-tiba berprilaku aneh. Entah wanita ini sedang gugup atau bagaimana, Gerald tidak di izinkan untuk masuk. Jessy mengunci pintu kamar kemudian memadamkan semua lampu yang menyala. Dan jika kalian penasaran bagaimana cara Gerald bisa masuk ke kamar ini, jawabannya adalah karena dia memiliki kunci yang asli. Ya, kunci yang di pegang oleh Jessy hanyalah kunci duplikat. Jadi Gerald bisa kapan saja masuk kemari dengan kunci yang dimilikinya.


"Kau terlihat seperti bayi raksasa berwajah telur rebus. Jelek!"


Setelah memastikan kalau Jessy tak lagi menyebut namanya, Gerald melangkah keluar dari dalam kamar tersebut. Dia melirik ke arah Rooney yang ternyata masih menunggu di dekat pintu.


"Di mana dia?" tanya Gerald sembari mengunci kembali pintu kamar Jessy.


"Ada di bawah, bos," jawab Rooney.


"Masih bernafas dengan sangat baik, bos. Saya dan yang lainnya sengaja tidak menyentuhnya."


"Harusnya tadi itu kalian langsung membunuhnya saja. Rumah ini milik Jessy, aku takut dia mati jika tahu kalau rumahnya di jadikan sebagai lokasi eksekusi."


"Maafkan saya, bos. Lain kali saya akan langsung menghabisi musuh di tempat."


Di rumah yang begitu megah dengan gaya khas Eropa, terlihat Gerald yang begitu dingin tengah berjalan menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah. Jika kalian penasaran bagaimana rumah baru ini bisa memiliki ruang rahasia, jawabannya karena Gerald adalah penerus Organisasi Grisi. Di semua tempat yang Gerald sukai, sudah pasti akan memiliki ruangan tersendiri di mana dia akan bebas melakukan aktifitasnya.


Mungkin di antara kalian ada yang tidak tahu kalau di balik sosok seorang Gerald yang begitu dingin bak balok es dari Kutub Utara, ada satu kekuatan besar yang melindunginya. Christ Harrison, Lora Harrison atau yang lebih di kenal sebagai Nyonya Nuwa Ou, Grizelle Shaenette Ma, Arion Thampson. Nama-nama ini adalah deretan dari pendiri hingga penerus dari satu organisasi yang sampai saat ini masih di takuti oleh banyak orang. Organisasi Grisi, sebuah organisasi terorganisir di mana hanya orang-orang terpilih saja yang mampu bergabung untuk menjadi anggota. Dan nama seorang Gerald Adrian Thampson adalah penerus yang sekarang. Di bawah kendalinya, Gerald berhasil membuat Organisasi Grisi kian mengerikan. Dan keberhasilan ini tak lepas dari campur tangan Nenek Liona, wanita yang menjadi tonggak sejarah di keluarga Ma.


Sejak kecil Gerald amat sangat menyukai hal-hal yang berbau kesadisan dan juga rumit. Dia sudah sering keluar masuk Labolatorium Grisi bersama sang ayah yang mana membuat Gerald lupa kalau dia hidup bersama para manusia normal lainnya. Inilah awal mula kenapa Gerald tak pernah bisa memahami perasaan orang lain. Karena yang dia tahu, selain Tuhan dan Nenek Liona, hanya Nenek Cleo dan juga Ibu Barbara yang sanggup membuat Gerald bertekuk lutut. Dan secara kebetulan, Gerald memiliki seorang saudara perempuan bernama Rose yang juga memiliki kelompok terorganisir bernama Ma Queen. Hal ini pastinya akan membuat status Organisasi Grisi kian meroket jikalau nanti kekuatan mereka di gabungkan.

__ADS_1


"Hanya seekor tupai lemah. Untuk apa repot-repot membawanya kemari? Kurang kerjaan!" ucap Gerald seraya menatap laki-laki yang tengah duduk berlutut di lantai.


"Anda ingin saya melakukan apa padanya, bos?" tanya Rooney.


"Kirim ke Laboratorium saja. Siapa tahu para mutan yang ada di sana membutuhkan kelinci hidup untuk bahan percobaan," jawab Gerald.


Mendengar nama Laboratorium dan juga kelinci percobaan, pria yang saat ini masih patuh berlutut langsung mendongak. Wajahnya pucat pasi, dia sangat tahu kalau orang yang ada di hadapannya adalah bagian dari sebuah organisasi yang sangat amat di takuti bahkan oleh kelompok gelap sekalipun.


"B-bos Gerald, t-tolong ampuni saya. S-saya hanya bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga kecil saya. Tolong maafkan saya, bos. Saya mengaku salah!"


"Kau tuli?"


"Ya?"


"Kirim dia ke Laboratorium sekarang. Aku tidak suka berurusan dengan seorang lemah seperti dia!" ucap Gerald malas menanggapi rengekan pria yang di tugaskan untuk menyakiti Jessy.


"B-bos Gerald, saya mohon tolong maafkan saja. Jangan kirim saya ke Laboratorium itu, bos Gerald. Saya mohon!" ucap si pria ketakutan.


"Jangan berisik. Ada seseorang yang sedang tidur. Diam!"


Setelah berkata seperti itu Gerald langsung pergi dari sana. Rasa penasarannya kembali timbul, sangat ingin tahu apakah Jessy masih memimpikannya atau tidak. Sambil berjalan menuju kamar, Gerald memainkan kunci di tangannya. Tatapannya dalam, tapi entah apa yang dia pikirkan. Satu yang jelas. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.


Apa mungkin Jessy sedang melakukan ritual di kamarnya? Kenapa perasaanku jadi aneh begini? Dan kenapa juga gaya kepompong yang di pakai Jessy membuat tubuhku terasa gerah? Apa dia meletakkan lava panas di dalamnya?


Gerald adalah seorang genius, tapi dia benar-benar nol besar dalam menyikapi perasaannya sendiri. Ada yang bilang jika seseorang hanya peduli akan satu hal, sekalinya perhatian dia teralihkan, maka orang tersebut akan di buat gila oleh halusinasinya sendiri. Dan sepertinya hal inilah yang tengah terjadi di diri Gerald. Mari kita sama-sama berdo'a agar bos Gerald bisa segera menyadari perasaannya sendiri supaya sekertaris Jessy hidupnya tidak terlalu tertekan. Aminn πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


πŸ“’πŸ“’GENGSS... PENGUMUMAN PEMENANG GIVEAWAY AGAK SIANGAN DIKIT YA. SOALNYA PERLU UNTUK DI PERIKSA DULU πŸ™


__ADS_2