Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Rokmu, Penyelamatmu


__ADS_3

"Na na na na na."


Terdengar senandung indah dari mulut seorang wanita cantik yang tengah berjalan menaiki anak tangga rumahnya. Wajah wanita ini terlihat berseri-seri, seperti orang yang baru saja memenangkan jackpot besar. Dan wanita cantik yang tengah berbahagia tersebut bernama Jesslyn, atau yang di kenal dengan sebutan sekertaris Jessy. Ya, sore tadi akhirnya Jessy bisa terbebas dari mulut blong milik bosnya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja bosnya yang tidak ada akhlak itu tak lagi kembali ke kantor setelah keluar tanpa pamit. Meski Jessy harus mengubah jadwal rapat secara mendadak, tapi setidaknya sore tadi dia tidak harus tegang urat menghadapi tingkah bosnya yang kelewat dingin itu.


"Hari penting seperti ini harus di rayakan. Jarang-jarang aku bisa bahagia begini setelah pulang dari kantor. Sungguh sangat melegakan karena bisa terbebas dari mulut penjahat itu meski hanya beberapa jam saja," ucap Jessy seraya merogoh kunci rumah dari dalam tas.


Gluuukkk


Tubuh Jessy menegang tiba-tiba. Keringat dingin tampak menetes di keningnya saat dia sadar kalau ada seseorang yang telah membuka pintu rumahnya. Dalam kepanikannya, Jessy langsung teringat dengan perkataan bos Gerald yang menyebutkan jika Tuan Hinara berniat mencelakainya. Seketika tenggorokan Jessy terasa sangat kering.


"Ini aku!"


Hah? Aku tidak sedang berhalusinasi kan? Kenapa barusan aku seperti mendengar suaranya Bos Gerald ya? Apa aku terkena kutukan gara-gara terlalu bahagia tadi? Yang benar saja.


"Masuk, atau aku akan membakar kandang tikus ini. Cepat!" ucap Gerald yang saat itu sedang berdiri di balik pintu.


Untuk memastikan kalau suara tersebut adalah benar milik bosnya, Jessy menanyakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan pria dingin tersebut. Dia tentu tidak mau mati konyol jika seandainya benar seseorang yang sedang berada di dalam rumahnya adalah orang suruhan Tuan Hinara. Kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi bukan?


"B-bos, siapa nama anjingmu?" tanya Jessy gugup.


Tak ada jawaban. Hal ini membuat Jessy semakin yakin kalau yang sedang bersembunyi di dalam rumahnya adalah orang jahat. Jessy kemudian mengambil ancang-ancang untuk pergi melarikan diri dari sana. Namun baru saja dia ingin berbalik badan, terdengar satu intimidasi yang membuatnya membeku di tempat.


"Selangkah kau berani kabur, aku pastikan malam ini adalah malam terakhir kau hidup di dunia!"


"S-siapa kau sebenarnya?" tanya Jessy memberanikan diri. Tubuh Jessy sudah panas dingin saking takutnya akan bahaya yang di bawa orang tersebut.


"Aku."


"Aku siapa?"


"Gerald."


"Benarkah?"


Jessy menghela nafas lega. Tapi sedetik kemudian dia ingat kalau orang ini tidak bisa menjawab saat Jessy menanyakan nama anjing kesayangan bosnya.


"Bos, apa itu benar kau?" tanya Jessy kembali memastikan. Kali ini dia sedikit berani karena di tangannya sudah ada serbuk lada yang siap dia semprotkan jika orang ini sampai macam-macam.


"Bukan. Aku hantu."


"Haha."


Gerald tanpa sadar tersenyum saat mendengar tawa sumbang yang keluar dari mulut sekertarisnya. Sesaat setelah itu dia menggelengkan kepala, menyumpah-serapahi wajah jelek Jessy yang dengan tidak sopannya berlalu-lalang di dalam pikirannya.


"Kalau benar kau adalah bos Gerald, kenapa kau tidak menjawab saat aku bertanya siapa nama anjing kesayangannya?"


"Tidak penting!" jawab Gerald mulai kesal. Ingin rasanya dia mencekik leher wanita ini lalu menyeretnya masuk ke dalam rumah. Lengannya perih, Gerald ingin Jessy segera mengobatinya. Bukankah Gerald jadi seperti ini kan gara-gara dia? Jadi apapun yang terjadi Jessy harus bertanggung jawab.


"Tapi itu penting untukku. Tahu tidak kau!" hardik Jessy emosi. "Sekali lagi aku bertanya padamu. Siapa nama anjing Pitbull kesayangan bos Gerald?"


"Kenapa kau terus menanyakan hal tidak penting seperti itu padaku?"


"Sudah, jawab saja. Kau tahu tidak siapa nama anjingnya?" desak Jessy.

__ADS_1


"Aku bahkan tahu berapa kali Simon buang air besar setiap harinya. Puas kau!"


Jessy menelan ludah. Kali ini dia baru benar-benar percaya kalau orang yang menyelundup ke dalam rumahnya adalah benar bosnya. Saat Jessy sedang berada dalam alam kekagetannya, tiba-tiba saja tangannya di tarik masuk ke dalam rumah. Dan mulutnya langsung di bungkam dengan sangat kuat saat Jessy hendak berteriak.


"Diam, atau aku akan memotong lehermu!" ancam Gerald sambil membaui aroma wangi yang menempel pada rambutnya Jessy. Perasaan Gerald seperti melayang.


Wanita jelek ini pakai shampoo merk apa ya? Baunya busuk sekali.


Gerald baru melepaskan bungkaman tangannya setelah Jessy menganggukkan kepala. Dia kemudian menghela nafas, bersikap dingin saat Jessy memekik kaget melihat banyaknya darah yang menetes dari lengannya.


"Astaga, bos Gerald. Anda kenapa? Ini-ini luka darimana? Apa yang terjadi?" cecar Jessy panik. Dia sampai lupa menanyakan kenapa pria ini bisa ada di dalam rumahnya.


"Aku tertembak," sahut Gerald santai. Dia sangat amat menikmati raut panik di wajah sekertarisnya. Lucu juga, Gerald jadi berpikir untuk sering-sering tertembak agar dirinya bisa melihat kepanikan seperti ini lagi di diri Jessy. Sangat menghibur.


"A-anda tertembak?" beo Jessy syok.


"Pelurunya sudah aku cungkil keluar!"


Mulut Jessy terbuka lebar. Dia tak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar pengakuan bosnya.


"Ini!" ucap Gerald seraya memperlihatkan sebutir peluru yang kebetulan dia bawa pulang kemari.


Gubraakk


Jessy jatuh terduduk di lantai begitu dia melihat satu buah peluru yang masih berlumuran darah di tangan bosnya. Setelah itu dia terisak ketakutan.


"Hikssss ... bos. Aku takut melihat d-darah," ucap Jessy dalam isak tangisnya.


Kening Gerald mengerut. Dia membuang asal peluru di tangannya kemudian berjongkok di sebelah Jessy. Ingat kalau sekertarisnya sangat takut pada darah, Gerald pun berinisiatif menutupi luka di lengannya dengan cara di bungkus menggunakan kain. Tapi apakah kalian tahu kain apa yang di pakai Gerald untuk menutupi lukanya?


"Bos, kenapa anda merobek rok yang saya pakai?" tanya Jessy kaget.


"Kau takut darah," jawab Gerald singkat.


"Lalu apa hubungannya dengan rok ini?"


"Rokmu, penyelamatmu."


Kalau saja pria di hadapannya bukan orang yang memberinya uang, Jessy pasti sudah memukul kepalanya menggunakan teplon sampai benjol. Sungguh, dia tak habis pikir dengan tingkah abnormal di diri bosnya ini. Bisa-bisanya pria ini mengatakan kalau roknya adalah penyelamatnya. Kira-kira jika kalian berada di posisi Jessy, kalian ingin membunuh pria ini tidak?


"Aku tahu kau sedang memakiku dengan sangat buruk sekarang," ucap Gerald seraya menatap dingin ke wajah Jessy yang terlihat sangat kesal. "Di dalam hati."


Jessy berdehem.


"Bos, kenapa anda bisa ada di dalam rumah saya? Apa yang bos lakukan di sini?" tanya Jessy.


"Berteduh," jawab Gerald asal.


"Berteduh?"


Gerald mengangguk.


"Aku tertembak, dan itu karenamu. Kau harus bertanggung jawab."

__ADS_1


"A-apa? Bertanggung jawab?"


Gila. Ini benar-benar gila. Dia yang tertembak kenapa aku yang harus bertanggung jawab??? Ya Tuhan, tolong selamatkan aku dari pria jahat ini. Aku lelah, Tuhan.


"Cepat bangun dan bersihkan tubuhmu. Rambutmu sangat bau!" ucap Gerald seraya menarik tangan Jessy agar berdiri.


"Maaf, bos Gerald. Saya selalu keramas setiap hari. Jadi mustahil rambut saya bau," protes Jessy tak terima rambutnya di hina.


"Aku kau sedang menghina kesehatan indra penciumanku?"


"Kalau begitu saya permisi mandi dulu, bos. Anda silahkan duduk. Pilihlah tempat yang menurut anda paling nyaman di rumah ini."


Setelah berkata seperti itu Jessy langsung melenggang masuk ke dalam kamar mandi. Ubun-ubunnya serasa ingin meledak memikirkan ulah bosnya yang tiba-tiba sudah ada di dalam rumahnya.


"Kandang tikus sesempit ini di bagian mananya yang bisa di anggap nyaman? Miskin sekali," gumam Gerald sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia lalu memejamkan mata, merasa santai karena ternyata kasur ini lumayan empuk dan hangat.


Hmmm, nyaman juga.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penilaian akan di mulai hari ini dan akan di putuskan di akhir bulan. Dan hadiah untuk para pemenang akan di lampirkan di bawah.


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment

__ADS_1


πŸ€Ig: rifani_nini


πŸ€Fb: Rifani


__ADS_2