Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Cinta Dan Perasaan


__ADS_3

Pagi harinya, Jessy sedikit terlambat bangun. Gara-gara memikirkan kedatangan seorang pria aneh yang datang ke rumahnya tanpa undangan, Jessy baru bisa terlelap saat jam menunjukkan pukul dua dini hari. Dia sungguh tidak paham dengan cara berpikir bosnya itu. Datang tiba-tiba, kemudian pergi tanpa mengatakan apa-apa. Di pikir dengan cara apapun rasanya akan sangat aneh jika bertemu dengan manusia seperti Bos Gerald-nya itu.


"Dasar sialan. Gara-gara dia sekarang mataku jadi seperti mata panda," gerutu Jessy setelah dia duduk di kursi kerjanya. Terlambat lima menit saja, Jessy pasti akan langsung di sebut sebagai sekertaris yang tidak kompeten oleh bosnya itu. Untunglah bosnya belum datang, jadi Jessy bisa aman untuk sekarang.


Baru sekali tarikan nafas lega keluar dari lubang hidung Jessy, dia langsung mendapat pesan kalau pemilik perusahaan tempatnya mencari nafkah akan segera tiba. Bersama dengan para penjaga, Jessy bergegas keluar perusahaan. Dia berdiri diam menunggu kedatangan mobil yang membawa bos mereka.


Tak berselang lama, datanglah sebuah mobil hitam yang lain dari biasanya. Jessy yang sudah hapal dengan kebiasaan bosnya itu langsung paham kalau bosnya sedang berada dalam suasana hati yang lumayan buruk. Dia kemudian memberitahukan pada yang lain agar menjaga sikap jika tidak mau menjadi korban dari kemarahan singa yang kini tengah melangkahkan kaki keluar dari dalam mobil hitam pekat tersebut.


"Selamat pagi, Bos Gerald!" sapa Jessy dan para penjaga.


Tak ada sahutan. Gerald melenggang pergi dengan wajah masam setelah dia melirik sekilas ke arah Jessy. Dia mendendam karena Jessy tak mengindahkan perkataannya yang meminta agar mereka berangkat bersama. Benar-benar bebal wanita satu ini.


Ya Tuhan, tolong kirimkan satu truk kesabaran untukku hari ini. Pria dingin itu sedang marah, bantu aku agar kuat menghadapinya.


Tak ingin menambah masalah, Jessy segera berjalan cepat menyusul bosnya. Suasana terasa begitu mencekam saat Jessy dan bosnya berada di dalam lift.


"Bisu?"


Gerald bertanya sarkas.


"Maaf, bos. Saya pikir anda sedang tidak ingin bicara. Jadi saya sengaja tidak membacakan dulu agenda pekerjaan anda hari ini," sahut Jessy sambil tersenyum ramah.


Sabar sabar


"Apa kau sedang mengataiku merajuk?"


"Bukan. Tidak seperti itu maksud perkataan saya, bos."


Jessy menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan sebelum memberi penjelasan.


"Sesuai kebiasaan anda selama ini. Jika anda datang dengan menggunakan mobil berwarna hitam pekat, itu tandanya anda sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Karena hal inilah saya memutuskan untuk tidak memberitahukan agenda apa saja di hari ini. Saya hanya tidak ingin membuat beban di pikiran anda semakin bertambah, bos. Jadi mohon anda tidak salah paham terhadap perkataan saya barusan."


Apa Jessy sedang menunjukkan perhatiannya padaku? Atau jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku ingin mengajaknya kawin kontrak?


"Apa ini adalah bentuk perhatianmu?" tanya Gerald datar. Padahal bibirnya sudah sangat ingin tersenyum, tapi dia berusaha menahannya. Dia khawatir bibirnya robek jika ketahuan sedang tersenyum.


"Tentu saja iya, bos. Anda adalah orang yang memberi saya uang, sudah pasti saya akan memberikan perhatian lebih kepada anda," jawab Jessy seraya tersenyum lebar. Atau lebih tepatnya senyum di paksakan.


Demi menyambung hidup, Jessy. Semangat.


Hati Gerald menjadi sangat berbunga-bunga begitu dia mendengar jawaban Jessy. Wajah yang tadinya di penuhi awan gelap kini berangsur-angsur menjadi cerah. Untung saja di dalam lift hanya ada dia dan Jessy saja. Jika ada orang lain, kesenangan Gerald pasti akan terganggu. Sambil menunggu pintu lift terbuka, Gerald diam-diam mencuri pandang ke arah pantulan cermin yang memperlihatkan tampang bodohnya Jessy. Hari ini dia mengenakan sweater rajut dengan rambut yang tergerai sebahu. Membuatnya terlihat cupu dan juga sangat jelek.



Ting.

__ADS_1


Pintu lift terbuka.


"Silahkan, bos!" ucap Jessy mempersilahkan.


Gerald mengangguk. Sambil memasukkan tangan ke saku celana, Gerald berjalan menuju ruangannya. Dia kemudian melirik ke arah meja yang menjadi tempat duduk Jessy. Selintas terpikir di kepalanya untuk memindahkan meja tersebut ke dalam ruangannya agar dia bisa bebas memandangi wajah jelek Jessy.


"Bos?"


"Hmm."


"Hari ini anda mempunyai meeting di restoran xxx bersama Tuan Bondan," ucap Jessy membacakan agenda pekerjaan yang harus di hadiri oleh bosnya.


"Bondan?"


Gerald berbalik. Dia mengerutkan kening seraya menatap bingung ke arah Jessy.


"Namanya asing. Aku tidak mau pergi," ucap Gerald singkat.


"Tuan Bondan adalah pengganti dari Tuan Hailer, bos. Beliau sedang berhalangan hadir karena sedang melakukan rawat jalan di luar negeri. Jadi beliau mewakilkan anaknya untuk mengurus pertemuan dengan anda nanti siang," sahut Jessy dengan sabar membujuk sang bos yang entah kenapa menjadi sangat pemalas jika diminta untuk bertemu dengan klien asing.


"Katakan juga aku sedang rawat jalan. Janjikan pertemuan dengan dokter spesialis otak. Ada yang tidak beres dengan kepalaku!"


"Anda sakit bos?" tanya Jessy kaget. Dia langsung meletakkan tablet yang di pegangnya ke atas meja kemudian menatap lekat ke wajah bosnya.


"Tidak," jawab Gerald singkat.


Ada yang janggal di sini. Jessy paham itu, tapi dia tidak tahu apa penyebabnya. Apa iya bosnya ini terkena kanker otak yang mengharuskannya bertemu dengan dokter spesialis? Ah, sepertinya itu tidak mungkin. Tapi kenapa? Membingungkan sekali.


"Ingin saja."


"I-ingin saja?"


Brraaaakkkkk


Jessy terlonjak kaget saat bosnya tiba-tiba pergi dan menutup pintu ruangannya dengan sangat kuat. Sungguh, kalau bukan demi mendapatkan gaji besar untuk membiayai kebutuhan dia dan keluarganya, Jessy pasti akan langsung melarikan diri detik ini juga. Dia terkadang sampai kehabisan akal dalam menghadapi sikap tidak jelas bosnya. Selalu bicara sedikit, juga suka pergi tanpa menjelaskan perkataannya. Menjengkelkan sekali bukan?


"Untung saja anda adalah bos yang sangat royal pada sekertarisnya, Bos Gerald. Jika tidak, aku jamin tidak akan ada yang namanya manusia sanggup bertahan menghadapi keanehanmu. Mendadak minta di buatkan janji temu dengan dokter spesialis tapi tidak menjelaskan untuk apa. Anda kira para dokter hanya bekerja untuk melayani orang-orang tidak jelas seperti anda? Dasar aneh!" gerutu Jessy sambil menatap jengkel ke arah ruangan bosnya.


Meski bingung dan juga kesal, pada akhirnya Jessy tetap membuatkan janji temu untuk bosnya. Dia sambil tersenyum manis mengatakan pada dokter kalau otak bosnya sedikit bermasalah.


"Maaf Nona, apakah sebelumnya Tuan Gerald jatuh dan kepalanya terbentur sesuatu?" tanya dokter dari dalam telepon.


"Untuk kejelasannya sendiri saya masih kurang tahu, dokter. Bos Gerald hanya mengatakan kalau beliau ingin bertemu dengan dokter untuk memeriksakan kepalaknya yang tidak beres. Begitu," jawab Jessy menahan malu.


Memang sialan bosnya itu.

__ADS_1


"Oh, begitu. Ya sudah, nanti jam dua siang datanglah ke rumah sakit."


"Baik, dokter. Terima kasih banyak untuk waktunya."


Di saat Jessy tengah merutuki permintaan nyeleneh bosnya, di dalam ruangan, Gerald tak henti-hentinya mengulum senyum. Dia tidak tahu kenapa, yang jelas hatinya seperti meledak-ledak. Aneh bukan?


"Rupanya diam-diam Jessy perhatian padaku juga. Pantas saja dia selalu tersenyum kepadaku setiap hari. Kalau begini ceritanya, rencanaku untuk mengajaknya kawin kontrak pasti akan berjalan mulus. Aku tidak perlu bersusah payah untuk membujuknya lagi," ucap Gerald kesenangan.


Yang Gerald tidak tahu, Jessy tersenyum dan perhatian kepadanya bukan karena Jessy menyukainya. Melainkan karena terpaksa. Bagaimana tidak! Dia adalah seorang sekertaris, jadi mau tidak mau Jessy harus mau melakukan hal seperti itu. Termasuk juga tersenyum palsu demi menjaga keseimbangan antara emosi dan butuh uang. Namun sayang, otak Gerald yang jenius itu tidak terfikir ke arah sana. Dia malah salah paham sendiri dengan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari. Yaitu CINTA DAN PERASAAN.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penilaian akan di mulai hari ini dan akan di putuskan di akhir bulan. Dan hadiah untuk para pemenang akan di lampirkan di bawah.


πŸ“’SYARAT!!


-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)


-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)


πŸ“’WARNING!!!


-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.


Juara 1


- Pulsa 100rb+300koin


Juara 2


-Pulsa 75rb+200koin


Juara 3


-Pulsa 50rb+100koin


Juara 4


-Pulsa 25rb+50koin


Juara 5


-Pulsa 10rb+50koin


...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...

__ADS_1


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2