Marriage Contract With My Secretary

Marriage Contract With My Secretary
Tempat Bermain


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Gerald.


Rooney datang mendekat. Dia lalu membisikkan kata ke telinga bosnya, tak membiarkan bahkan satu semut pun mengetahui tentang rahasia ini.


"Hmmm, baiklah. Kita pergi sekarang!" ucap Gerald tanpa pikir panjang.


"Tapi bos, bagaimana dengan Nona Jessy?"


Gerald yang hendak masuk ke dalam mobil segera berbalik masuk ke dalam rumah. Dia khawatir Jessy mati bunuh diri jika dia pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Wajarlah, pengantin baru kan memang seperti itu. Apalagi Gerald akan pergi menemui seseorang, jadi dia rasa Jessy perlu tahu akan hal ini agar nanti tidak merindukannya.


Cupppp


Suasana ruang tamu langsung berubah hening saat Gerald datang kemudian mencium bibir Jessy di hadapan keluarganya. Dia lalu menatap Jessy yang terdiam kaku dengan wajah memerah seperti buah tomat.


"Sesenang itu?"


Jessy mengerjapkan mata. Dia kemudian menoleh. Tiba-tiba saja Jessy berkeinginan untuk berubah menjadi seekor singa gila kemudian menerkam Gerald saat itu juga. Bisa-bisanya orang ini melakukan tindakan cabul di hadapan banyak orang.


"Apa yang baru saja kau lakukan, Gerald? Kau tidak sadar ya keluargamu sedang berkumpul!" protes Jessy dengan suara yang sangat kecil. Dia merasa sangat amat malu karena semua mata tengah melihat ke arahnya.


"Menciummu," jawab Gerald dengan suara yang cukup kencang. "Apa kau masih merasa kurang? Aku tidak keberatan kalau kau ingin mengajakku bercinta!"


Plaaaakkk


Bibir Gerald berkedut. Jadi seperti ini cara Jessy bermanja padanya. Dengan wajah memerah memukul lengannya dengan kuat. Lucu.


"Rald, Rooney ingin mengajakmu pergi ke mana?" tanya Cleo. Dia menatap lekat ke arah cucunya yang sedang menggatal.


"Pergi jauh,"

__ADS_1


"Ke?"


"Tempatku bermain,"


Cleo, Arion, Barbara dan keluarga yang lainnya langsung ber-oh ria setelah Gerald mengatakan akan pergi ke tempat bermain. Dan di antara semua orang yang ada di sana, hanya Jessy saja yang tidak mengerti tempat bermain apa yang di maksud oleh Gerald. Tak mau di tinggal sendirian, Jessy segera bertanya kamana Gerald akan pergi. Dia mau ikut bersamanya saja.


"Gerald, kau yang membawaku datang ke rumah ini jadi kau tidak boleh meninggalkan aku sendirian di sini. Aku malu," bisik Jessy. "Kau mau pergi kemana? Aku ikut ya?"


"Kau tidak akan mati di bunuh oleh mereka. Santai saja," sahut Gerald asal.


"Bukan itu maksudku!"


"Kau begitu tidak rela berada jauh dariku?"


"Ck, bukan itu juga."


Bluussshhhh


Diam adalah senjata yang paling ampuh untuk tetap menjaga kewarasan saat berada di dekatnya Gerald. Dan itulah yang sedang dilakukan oleh Jessy sekarang. Percuma. Semakin dia bertanya, maka Gerald akan semakin gila saja dalam memberi jawaban. Jadi terserah. Terserah Gerald mau pergi ke mana dan dengan siapa. Masa bodo. Jessy sudah tidak peduli lagi.


"Jangan sedih. Nanti akan ada orang yang mengantarkanmu pulang ke rumah," bisik Gerald setelah menyibak rambut yang menutupi telinga Jessy. "Aku akan mengulitimu hidup-hidup kalau kau berani tidur sebelum aku pulang!"


Sudahlah, Jessy menyerah. Detik ini juga Jessy berharap Tuhan akan menenggelamkan tubuhnya ke dalam perut bumi setelah apa yang Gerald lakukan kepadanya. Belum hilang rasa malu di diri Jessy, Gerald sudah kembali membuatnya merasa tidak karu-karuan. Setelah Jessy di ancam akan di kuliti hidup-hidup jika dia berani tidur lebih dulu, pria itu dengan sintingnya meniup telinga Jessy di mana itu adalah lokasi yang paling sensitif. Jadi bisa kalian bayangkan sendiri bukan betapa panasnya tubuh Jessy sekarang? Benar-benar suami sialan. Jessy sangat membencinya.


"Rald, apa sangat mendesak?" tanya Arion langsung mengejar putranya keluar. Dia khawatir terjadi sesuatu yang genting.


"Hanya sekedar tamu kehormatan saja, Ayah. Bertahun-tahun menjadi pasien labolatorium Grisi, akhirnya sekarang aku bisa bertatap muka dengan anak buahnya," jawab Gerald dengan pandangan yang sangat dalam. "Aku tidak tahu dia siapa. Tapi yang jelas, sakit yang di alami oleh bos mereka cukup unik. Saat aku memeriksa darah miliknya, aku kaget karena ternyata darah orang itu telah tercampur dengan racun yang adalah di racik oleh orang-orang Grisi. Dan tadi Rooney memberitahuku kalau salah satu dari anak buahnya ingin bertemu langsung denganku. Jadi tolong jaga Jessy baik-baik. Tenagaku terkuras cukup banyak karena bicara terlalu panjang dengan Ayah. Masuklah, angin malam tidak bagus untuk orangtua sepertimu!"


Rooney segera menutup pintu mobil begitu bosnya masuk ke dalam. Setelah itu dia membungkuk ke arah Tuan Arion, tak mempedulikan kekesalannya setelah di olok oleh bosnya.

__ADS_1


"Harusnya aku sadar kalau adalah hal yang salah dengan mengajakmu bicara serius. Dasar anak kurang ajar kau, Gerald. Awas saja kau ya!"


Dari dalam mobil Gerald hanya diam mengacuhkan teriakan ayahnya. Sudah bukan hal yang baru kalau Gerald akan selalu menerima umpatan dari keluarganya. Terkadang Gerald sendiri sempat merasa heran kenapa mereka mudah sekali terpancing emosi. Padahal Gerald tidak melakukan apa-apa. Aneh.


"Di mana dia?" tanya Gerald.


"Sedang menunggu anda di hotel, bos," jawab Rooney sambil terus mengemudi.


"Dia sendiri?"


"Ya. Tuan Lorus datang tanpa satupun pengawal."


"Hmmm, mengesankan!"


Sedikit pengenalan tentang Lorus. Beberapa tahun yang lalu pria ini tiba-tiba menghubungi labolatorium Grisi guna meminta penawar racun atas apa yang di alami oleh bosnya. Awalnya Gerald berpikir kalau itu hanyalah jenis racun seperti kebanyakan racun lainnya mengingat kalau Lorus dan bosnya berkecimpung di dunia hitam. Namun setelah Gerald dan para dokternya memeriksa sampel dari milik orang itu, mereka semua terkejut bukan kepalang. Bukan jenis racunnya yang membuat mereka kaget, tapi malah zat yang terkandung di dalamnya. Merasa kalau kasus tersebut cukup rumit, untuk pertama kalinya Gerald berbicara dengan Lorus dan mengatakan kalaupun ada penawarnya, harga dari obat tersebut sangatlah mahal. Awalnya Gerald santai-santai saja saat Lorus tak mempermasalahkan soal harga. Akan tetapi lagi-lagi Gerald di buat kaget saat Lorus meminta agar di berikan bibit penawarnya supaya dia dan kelompoknya bisa meracik dan mengolah obat tersebut di markas mereka.


"Bos kami sangatlah cerdas. Satu-satunya hal yang tidak bisa dia lakukan hanyalah mencari penawaran atas racun yang ada di tubuhnya. Jadi kau katakan saja berapa jumlah uang yang di inginkan, lalu beri kami barangnya. Kau tidak perlu cemas. Bos kami bukan tipe orang yang suka menyerang ataupun menyalahgunakan hak yang bukan miliknya. Namun kau perlu menggaris bawahi kalau bos kami tidak terlalu menyukai orang-orang yang suka mencampuri urusan kami. Sebagai pemimpin, kau pasti paham bukan apa maksudku?"


Kurang lebih seperti itulah jawaban Lorus waktu itu. Dan sekarang, orang dari kelompok misterius itu datang berkunjung. Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk Gerald menyelidikinya, tapi Gerald memutuskan untuk tidak melakukannya. Dan ini juga atas saran dari sang nenek yang tidak mengizinkannya untuk tidak terlalu ikut campur dalam urusan orang dari kalangan gelap. Terlalu berbahaya karena imbasnya sangat besar.


(Andai saja waktu itu Gerald ngotot dengan tetap menyelidiki siapa Lorus dan siapa ketua dari kelompoknya, Gerald pasti akan menemukan satu rahasia besar tentang seseorang yang telah lama hilang dari keluarganya. Hmmm)


"Bos, saya telah mengamankan hotel ini. Jadi anda bisa tenang saat berada di dalam sana!" ucap Rooney sesampainya mereka di halaman hotel.


"Hmmm!"


Segera Gerald keluar dari dalam mobil kemudian melangkah masuk ke dalam hotel. Dia datang sendiri tanpa ada pengawalan ketat. Namun, di balik itu ada banyak sekali mata-mata rahasia yang siap menjaga keselamatan Gerald dari titik tertentu. Oho, itu sudah pasti. Seorang pemimpin Organisasi Grisi mungkinkah akan aman-aman saja? Itu tidak mungkin. Mungkin ada banyak orang yang mengetahui tentang Organisasi Grisi, tapi bisa di pastikan tidak ada yang tahu kalau pemimpin Organisasi tersebut adalah bos dari Thampson Group. Dan posisinya sedikit membuat orang lain tertarik untuk menyerangnya. Namun sekarang, Lorus akan menjadi orang pertama yang mengetahui tentang rahasia besar di mana dia adalah pewaris ke lima dari Organisasi Grisi.


*******

__ADS_1


__ADS_2