
Jika Gerald sedang sibuk mencari cara untuk menahan serangan sihir kirimannya Jessy, di rumah utama keluarga Thampson terlihat Barbara yang tengah asik mengobrol di telepon. Di sebelahnya ada Arion, pria itu sedang sibuk dengan pekerjaan di laptopnya.
"Iya benar sekali. Putraku belum mempunyai kekasih, aku setuju kalau kita menjodohkan Gerald dengan Vivian," ucap Barbara dengan mata berbinar.
"Tapi Nyonya Barbara, dari yang aku dengar putramu itu tidak pernah terlihat pergi bersama wanita manapun. Em maaf, apa dia normal? Bukan apa, aku hanya tidak mau nasib putriku berakhir tragis jika harus di jodohkan dengan pria yang tidak memiliki ketertarikan pada wanita. Tolong kau jangan tersinggung ya."
Raut berbinar di wajah Barbara langsung berganti dengan raut macan tutul saat ibunya Vivian mengejek kenormalan putranya. Walaupun Barbara sendiri sedikit sanksi kalau Gerald adalah pria normal, tapi dia tidak akan pernah terima jika ada orang lain yang menganggap putranya belok. Tuduhan ini sangat amat menyinggung perasaannya.
"Nyonya Saskia, perutku tiba-tiba mulas. Aku tutup dulu ya teleponnya. Selamat malam!" ucap Barbara cetus lalu secepat kilat mematikan panggilan.
Arion menoleh ke samping saat mendengar istrinya menggerut. Dia merasa heran sendiri karena tiba-tiba wanita ini menjadi sangat marah setelah tak lagi mengobrol di telepon. Padahal tadi istrinya ini begitu heboh menggibahkan sesuatu yang mana hanya kaum Hawa saja yang mengerti.
"Ck, ini tidak bisa di biarkan. Secepatnya Gerald harus segera membawa kekasihnya datang ke rumah ini. Enak saja mengatai putraku tidak normal, kau pikir anakmu itu sudah sangat sempurna apa? Dasar rubah licik!" ucap Barbara mengomel sambil sesekali mencubit kulit sofa yang di dudukinya. Dia benar-benar sangat kesal setelah mengobrol dengan ibunya Cristina barusan.
"Sayang, kau ini kenapa sih. Bukannya tadi kau dan Nyonya Saskia begitu bahagia ya saat sedang menggibah?" tanya Arion penasaran.
"Bahagia apanya, sayang," jawab Barbara seraya mendengus keras. "Kau tahu tidak. Nyonya Saskia menganggap putra kita tidak normal. Katanya dia tidak mau mempertaruhkan kebahagiaan putrinya jika harus menikah dengan pria yang tidak tertarik pada wanita. Sebagai ibunya Gerald, aku tentu saja sangat tidak terima dengan tuduhan itu. Gerald-ku sangat normal, dia hanya sedikit terlambat mengalami pubertas."
Untuk beberapa saat otak Arion seperti berhenti beroperasi ketika istrinya menyebut kalau putra mereka mengalami keterlambatan pubertas. Sungguh, entah darimana Barbara menemukan kata seperti ini. Arion benar-benar takjub dengan pemikiran para wanita.
"Sayang, pokoknya akhir bulan ini Gerald harus membawa pulang kekasih yang sudah dia janjikan kepada kita. Kalau tidak, aku benar-benar akan menikahnya dengan Vivian," rengek Barbara sembari mengguncang pelan lengan suaminya.
Belum sempat Arion menjawab, dari arah tangga muncul kedua orangtuanya yang datang sambil berpegangan tangan. Sebuah pemandangan yang sangat memanjakan mata yang melihat. Ya, cinta seorang Vrey Thampson pada wanita bernama Cleo Oliver Ma terkadang membuat Arion merasa iri. Kasih sayang di antara kedua orang ini seperti tak lekang oleh waktu. Tetap mesra dan hangat meski sudah memiliki cucu.
"Ara, kenapa kau merajuk, hm? Apa Arion menyiksamu?" tanya Cleo setelah duduk di sofa. Dia menatap dalam ke arah menantu dan juga putranya.
"Bu, tadi teman arisanku mengejek Gerald sebagai pria yang belok. Aku tidak terima, dan sekarang aku sedang membujuk Arion untuk membantuku memaksa Gerald membawa pulang kekasihnya. Aku ingin membuktikan pada Nyonya Saskia kalau putraku itu normal, dia hanya terlambat pubertas saja," jawab Barbara.
Cleo melihat ke arah Vrey kemudian sama-sama tersenyum lucu mendengar perkataan nyeleneh menantu mereka. Sebenarnya tidak hanya Barbara saja yang resah memikirkan masa depannya Gerald, tapi mereka juga. Siapalah yang tidak akan khawatir jika cucu satu-satunya di keluarga Thampson tak pernah sekalipun tertangkap basah sedang bersama seorang wanita. Padahal ya, baik Cleo maupun Barbara, mereka tidak menuntut harus seperti apa tipe orang yang akan menjadi istrinya Gerald. Mereka hanya mau orang itu berjenis kelamin wanita, dan juga berasal dari alam manusia, itu saja. Tapi sampai detik ini kulkas sepuluh pintu itu masih belum menunjukkan tanda-tanda akan kepemilikannya terhadap seorang gadis. Wajarlah jika sampai ada orang yang menduga jika Gerald adalah penyuka sesama jenis. Sangat kuat alasan mereka untuk beranggapan seperti itu.
"Bukankah Gerald sudah berjanji akan membawa pulang kekasihnya di akhir bulan ini?" tanya Vrey sembari membelai lembut kepala istrinya.
"Iya, Ayah. Tapi aku tidak bisa tenang memikirkannya. Manusia itu sudah ratusan kali mengkhianati ucapannya sendiri, dan aku khawatir kalau kali ini juga akan berakhir sama," jawab Barbara risau.
__ADS_1
"Kita tunggu saja sampai waktunya tiba. Kalau Gerald kembali ingkar, kita langsung nikahkan dia dengan Vivian. Tak peduli meski ibunya sudah menganggap Gerald belok sekalipun."
"Tapi Ayah, aku masih sedikit sakit hati pada Nyonya Saskia. Dia sudah menyinggung kasta tertinggi di hatiku."
Sebelah alis Vrey terangkat ke atas.
"Kasta tertinggi? Apa itu?"
"Kastanya sebagai seorang wanita yang telah melahirkan manusia kulkas dua puluh pintu bernama Gerald!" sahut Arion berkelakar.
Sedetik kemudian Arion memekik kesakitan saat telinganya di jewer dengan sangat kuat oleh istrinya. Dia lalu meminta ampun agar segera di maafkan karena telinganya serasa seperti akan putus.
"Tidak ada ampun untukmu, sayang. Aku pikir kau ingin membelaku, ternyata kau sama saja dengan Nyonya Saskia. Sudahlah, aku malas bicara denganmu. Kau suami yang tidak peka!"
Setelah berkata seperti itu Barbara langsung pergi dari sana. Dia meninggalkan suaminya yang sedang menggumam kesakitan bersama kedua mertuanya yang tengah menggelengkan kepala. Hatinya terlalu sakit untuk menjaga image.
"Kau itu, Rion. Sudah tahu kalau Barbara paling sensitif jika Gerald di ejek, kenapa kau malah memanaskan keadaan sih. Lihatlah akibatnya sekarang. Dia merajuk kan!" tegur Cleo sambil tertawa melihat daun telinga putranya memerah setelah mendapat jeweran maut dari menantunya.
Vrey mencium rambutnya Cleo sembari menunggu Arion lanjut berbicara. Dia sudah bisa menebak kalau cucunya pasti akan menjawab dengan kata-kata yang berhubungan dengan Simon, si anjing Pitbull peliharaannya.
"Dia menjawab apakah Vivian bersedia menganggap Simon sebagai anaknya sendiri atau tidak. Gila 'kan?"
"Haih ... ini sudah tidak bisa di biarkan lagi, Vrey. Jika akhir bulan dia batal membawa pulang kekasihnya ke rumah ini, aku akan mengawinkannya dengan anjing Pitbull lainnya. Benar-benar kelewatan. Mana mungkin ada wanita yang bersedia mengakui anjing seseram Simon sebagai anak mereka? Tidak waras dia!" omel Cleo tak habis pikir dengan kelakuan cucunya.
"Sabar saja. Siapa tahu kali ini Gerald benar-benar serius dengan perkataannya. Karena biasanya orang yang sedikit bicara akan lebih menonjol dalam bentuk tindakan. Kita berdoa saja semoga yang akan di bawa pulang Gerald adalah benar perempuan," sahut Vrey dengan tenang.
Cleo dan Arion pun akhirnya mengangguk setuju. Mereka hanya bisa berharap kalau apa yang di katakan oleh Vrey benar-benar menjadi kenyataan agar bisa menghapus tuduhan semua orang yang menganggap bahwa seorang Gerald Haidar Thampson adalah penyuka sesama jenis.
πππππππππππππππππ
Hai gengss, untuk kalian yang mau ikut giveaway silahkan vote dan bom hadiah di setiap episode ya. Penilaian akan di mulai hari ini dan akan di putuskan di akhir bulan. Dan hadiah untuk para pemenang akan di lampirkan di bawah.
π’SYARAT!!
__ADS_1
-WAJIB LIKE DAN COMMENT DI SETIAP BAB (BUKTI AKAN DI SS)
-WAJIB VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK EMAK(HEHEHE, SEIKHLASNYA YA, NGGAK DI PAKSA)
π’WARNING!!!
-DI LARANG SPAM HADIAH DI AKHIR MINGGU DAN AKHIR BULAN. JIKA KETAHUAN, MAKA HADIAH AKAN DI BERIKAN PADA PESERTA GIVEAWAY YANG LAIN. TERIMA KASIH.
Juara 1
- Pulsa 100rb+300koin
Juara 2
-Pulsa 75rb+200koin
Juara 3
-Pulsa 50rb+100koin
Juara 4
-Pulsa 25rb+50koin
Juara 5
-Pulsa 10rb+50koin
πJangan lupa vote, like dan comment
πIg: rifani_nini
πFb: Rifani
__ADS_1