
"Aaaaaahhhhhh."
Namun tiba-tiba terdengar suara Roni berteriak begitu keras, membuat kami semua berlari ke arah kamar nya.
Saat kami sampai di depan kamar nya, Roni tampak kak Roni kembali kesurupan. Ia duduk menatap ke arah depan dengan kosong, Ibu dan ayah nya yang melihat pun khawatir, Mereka lansung memanggil kakek Roni yang ada di samping rumah, dan Kakek Roni meminta sesepuh disana yang pandai mengusir hal ini datang untuk menolong kak Roni. mengeluarkan jin dalam tubuh nya.
Saat di baca kan ayat Alquran, Kak Roni malah tertawa, bahkan saat bacaan semakin keras, tawa pun ikut semakin keras, seperti suara laki-laki yang terdengar begitu berat dan mengema.
"Aku luwih bisa tinimbang sampeyan, ora ana gunane maca ayat-ayat itu." Ucap Jin dalam tubuh kak Roni.
Namun sesepu di sana, terus mengingatkan kami untuk terus membaca, karena jin ini hanya ingin membuat kita bimbang, Setelah beberapa saat, Jin itu pun keluar dari tubuh kak Roni, Kak Roni pun pingsan tak sadarkan diri.
"Jin dalam tubuh Roni hampir menguasai Roni seutuhnya, saya ada kenalan kyai yang mungkin bisa membantu nak Roni, saya juga berguru dengan beliau. saya akan berikan alamat nya, coba bawa kesana, kalau bisa lebih cepat lebih baik."Ucap bapak itu.
Setelah itu, kami semua pun pamit pulang, setelah Robi sudah kembali istirahat, Aku pun tidak tahu kapan Roni akan di bawa ke sana, Saat sampai di rumah, Aku pun di sambut oleh Ibu ku di teras rumah yang tengah membersihkan daun daun yang tertiup angin sampai di halaman rumah.
Hari kala itu sudah sore menjelang malam, Aku tak menyangka aku begitu lama berada di sana.
__ADS_1
"Iya Ma."Balas Ku.
"Ya sudah, masuk, jangan lupa lansung makan."Ucap
"Iya Ma."balas Ku tak lagi banyak bicara, Aku masuk ke dalam, karena lelah ku sudah tak dapat di katakan lagi.
saat aku masuk ke dalam rumah, Aku melihat kakak sedang bermain game di ruang tamu. Aku duduk di samping kakak lebih dulu.
"Dari mana sih Dek, baru pulang jam segini?." Tanya Bang Aan.
"Jengukin teman Bang, Kasian dia ketempelan Jin, sampai sakit sakitan."Tutur ku.
"Jangan kasi tahu Mama dong Bang, lagi pula Aku kan gak apa-apa."Balas Ku memeluk lengan Bang Aan untuk memohon pada nya jangan bilang pada ibu.
"Kamu ini."
"Nanti tunggu mama pulang, Kalau dia tahu kamu lakukan ini, Mama pasti akan khawatir."Ucap Nya.
__ADS_1
"Mama bukan nya di depan ya Bang??" Aku binggung saat Bang mengatakan Kalau ibu ku belum pulang dari luar.
"Mama kan keluar beli makan untuk kit, kamu ga lihat mobil di depan ga ada?". Aku terdiam membeku, Aku sama sekali tidak memperhatikan apa kah ada mobil atau tidak di depan rumah.
"Udah pulang kali Bang, tadi di depan liat Mama lagi nyapu."balas ku.
Bang Aan pun seperti mengerti sesuatu. "tuh kan, Abang bilang apa, Kamu ga usah liat lagi keluar, kamu masuk aja ke kamar Istirahat sana, jangan lupa Sholat."Ucap Bang Aan.
Aku pun mengangguk dalam ketakutan di pikiran ku, berarti tadi itu bukan ibu ku. Aku menoleh ke arah Bang Aan, Bang Aan tampak mencoba mengintip keluar dari jendela, memastikan kalau memang tidak ada ibu dan Mobil di luar.
"Lihat apa lagi, udah Abang lihat ga ada siapa-siapa."Balas Bang Aan.
"Iya iya." jawabku, Aku pun melanjutkan langkah ku ke kamar.
•••
Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.
__ADS_1
Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.
Makasih semua 🙏