mata batin

mata batin
Di ikuti Si Kecil Jeni


__ADS_3

bel sekolah menandakan waktunya pulang. Aku, Yuki, dan Miko berpisah saat pulang sekolah karena arah rumah kami berbeda.


Saat itu aku pulang sendirian, seperti biasa jalan yang aku lewati itu daerah sepi dan jarang banget orang lewat sini. Kalau tidak salah disekitar jalan yang aku lewati terdapat rumah kosong yang sudah tidak di huni lagi, dengan bangunan yang retak seperti tidak terawat, halaman depan yang banyak daun kering berjatuhan seperti sudah lama tidak ditempati, ini memberi kesan yang sangat menyeramkan. Sebenarnya aku tidak mau lewat sini, tapi tidak ada jalan lain lagi untuk pulang.


Aku berjalan pelan-pelan hingga sampai di rumah kosong itu. Sungguh aku takut sekali, udara yang terasa tidak nyaman. tapi aku tetap meneruskan perjalananku dan mengabaikan rumah itu.


Setelah sampai dirumah, aku tidak menyangka kepulanganku juga membawa seorang tamu tanpa diundang. Saat itu aku baru menyadarinya setelah aku tertidur.


Waktu menunjukan pukul 23.55, saat aku tertidur lelap tiba-tiba aku terkejut dan bangun dari tempat tidur karena pintu kamar tidurku terbuka sendiri. secara logika ini tidak mungkin karena pintu kamar ku terkunci rapat dan jendela pun tertutup tidak mungkin karena tiupan angin atau hanya kebetulan.


Aku langsung tidur kembali dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


Lalu aku di kejutkan lagi dengan suara anak kecil menangis, dan langsung aku terbangun dari tidurku. Secara mengejutkan ternyata itu hantu anak kecil yang penuh dengan luka, sungguh menjijikan darah yang mengalir di sekujur tubuhnya. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.

__ADS_1


Lily: " Dek,,, kamu siapa?? kenapa bisa mengikuti kakak. (berbicara dengan terbata-bata)


Hantu Jeni: " Jeni ". (suara pelan)


Lily : " kenapa mengganggu aku?? ".


Hantu Jeni: " aku ingin boneka ku kembali ".


Lily: " Boneka apa yg kamu cari?? ".


Lily: " Apakah kamu hantu dari rumah kosong itu?? ".


Hantu Jeni: " iya ".

__ADS_1


Lily: " boleh ceritakan kenapa bisa kamu menjadi arwah gentayangan dirumah itu ".


Hantu Jeni: " Dulu aku dengan keluargaku tinggal disana dengan 1 pembantu, keluarga kami harmonis dan baik-baik saja, tetapi suatu hari kedua orang tuaku pergi meninggalkanku dengan pembantu karena masalah pekerjaan mereka, tapi sebelum pergi orang tuaku meninggalkan sebuah boneka untuk bermain dan menemaniku. Sudah 3 hari aku bersama pembantu ku, dia yang menjaga dan merawat aku dengan baik. Tapi menjelang malam aku di bekap oleh orang yang tidak dikenal seperti perampokan rumah, aku melihat sendiri pembantuku tewas di bunuh oleh mereka, perampok itu terdiri dari 3 orang. Sungguh kejam......mereka hingga aku juga dibunuh secara brutal, ditusuk pisau berkali-kali, aku terbujur kaku persis dikamarku dan tidak bisa buat apa-apa lagi dan tetangga serta orang tuaku mengubur jasadku dengan layak setelah menemukan mayatku, tetapi arwaku tidak tenang karena barang yang aku terima dari oranng tua ku hilang. Aku hanya ingin boneka ku kembali ".


Lily: " baiklah,, aku akan mencari boneka pemberian dari orang tuamu, tapi apakah kamu tau dimana orang tuamu sekarang?? ".


Hantu Jeni: " ibuku sudah tidak ada lagi dan ayahku menjadi gila karena sedih melihat ku sudah ter bunuh oleh perampok ". (sambil menangis lagi)


Lily: " Jeni jangan sedih ya, kaka akan bantu agar arwahmu bisa tenang kembali ".


Hantu Jeni: " Iya (menghilang secara tiba-tiba) ".


Sekarang aku bisa tidur juga, Dalam Hatiku memikirkan ( Bagaimana cara agar aku bisa membantu si kecil Jeni untuk mencari Boneka kesayangan nya itu?? ).

__ADS_1


Sudah lah besok saja aku memikirkan nya lagi......


__ADS_2