
Saat aku melihat ibu menyapu di teras rumah, dan ternyata itu bukan lah ibu ku, melainkan Jin yang merubah sosok menyerupai ibu ku, Aku mulai sering terus di ganggu oleh nya, Dan itu sangat menyebalkan untuk ku.
Malam hari yang sangat cerah dan di penuhi bintang-bintang, Aku duduk di teras rumah bersama Kakak ku, Kami duduk menunggu ibu menyiapkan makan malam bersama Bibi pembantu baru di rumah ku.
Dalam hati ku, aku ingin tahu sosok apa yang menganggu ku selama ini, karena aku merasa di komplek ku sangat aman dan sangat jarang aku melihat sosok hantu yang berkeliaran di sini, Meski kadang kadang saja aku melihat mereka, tapi sangat lah jarang.
Kakak ku kini bekerja di sebuah perusahaan, dan kalau di rumah dia hanya memainkan ponsel nya saja, seperti saat ini, meski sedang duduk dengan Ku, pasangan nya hanya pada telefon saja.
"Dek, Abang masuk dulu ya, Mau ambil power bank." ucap Kakak pada ku.
"Jangan lama-lama, ga enak duduk sendiri."Ucap ku pada Bang Aan.
"Iya." Balas nya sembari berjalan pergi.
Aku tiba-tiba melihat sesuatu yang terbang, membuat aku lansung berdiri untuk melihat lebih jelas, aku mendekati pagar rumah ku. Namun sosok itu sudah menghilang dari pandangan ku.
__ADS_1
"Apaan ya tuh."Batin ku.
"Liat apa dek?." Tanya Bang Aan yang datang menghampiri ku.
"Engak ada Bang."Balas Ku.
"Nih kue." Bang Aan membawakan kue pada ku, Aku dengan senang mengambil kue itu untuk ku cicipin.
Namun teriakan dari dalam rumah membuat ku terkejut.
Sontak mata ku terbelalak, aku melihat bang aan yang ada di samping ku sedang memandangi ku dengan senyuman menyeringai yang sangat menakutkan ku. Aku sejenak mematung, lalu menyadari sesuatu yang ku pegang, saat sosok itu mengatakan.
"Ayo dek makan, enak loh kue nya bikinan kakak."Ucap nya dengan lembut.
Saat aku mengalihkan pandangan ku pada kue, Aku lansung membuang nya, karena itu adalah Daun yang bercampur dengan tanah, Sosok Hantu yang kini menyerupai Abang ku pun telah menghilang, saat aku mencari cari, Sesosok wanita bergaun merah itu berdiri di luar pagar rumah ku dengan senyuman yang menakutkan, sosok hantu wanita yang ku lihat saat aku masih kecil, sudah lama aku tidak melihat nya karena waktu itu adalah yang pertama dan terakhir aku melihat nya. tiba-tiba sosok itu kembali muncul menampakkan diri nya begitu dekat dengan ku. bahkan menganggu ku.
__ADS_1
"Dek, mau makan lagi??" Tanya nya pada ku, di ikuti tawa yang menyeramkan.
Persis tawa kuntilanak, tapi dia bergaun merah, tidak seperti kuntilanak yang bergaun putih.
"Dek, Dek, Di panggil kok ga masuk masuk sih." Bang Aan datang menepuk bahu ku, sontak membuat ku tersadar karena terkejut.
Sosok hantu itu masih ada disana, aku pikir dia akan pergi, tapi kakak tidak melihat nya.
"Iya Bang."Balas Ku sembari berjalan masuk, dan mata ku juga masih melirik-lirik sosok itu, sebelum aku menutup pintu dan tak terlihat lagi dia dari pandangan ku.
•••
Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.
Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.
__ADS_1
Makasih semua 🙏