mata batin

mata batin
chapter 39


__ADS_3

ketika austela dan angel sudah sampai di rumah kuncen pemakaman mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah kuncen itu


"Tel emang kamu yakin ini rumahnya?" ucap Angel menanyakan karena tidak yakin


"iyaa ini rumahnya tapi bangunannya kayak khas Belanda yaa" ucap austela


"iyaa nih hmm kayaknya bakal ada Noni Belanda nih" ucap Angel asal tapi perkataannya itu benar saja ketika angel dan austela melihat lihat tiba tiba saja ada Noni Belanda dihadapan mereka yang membuat angel terkejut hingga terjatuh karena tersandung


"aduhhh sakit banget" ucap Angel sambil mengusap ngusap belakang tubuhnya yang empuk


"oh maafkan saya" ucap Noni Belanda itu


"auww ngagetin aja deh" ucap Angel kesal dan angel pun berdiri karena uluran tangan austela


"kamu gak apa apa jel?" ucap austela

__ADS_1


"maaf yaa saya cuman ngetest aja apakah kalian bisa lihat saya atau tidak soalnya kalian memancarkan aura yang berbeda dengan manusia lainya, perkenalkan nama saya Bella" ucap Bella


"uhh gak gitu juga kali tapi ITS okey gpp kenalin namaku angel dan ini sahabatku austela yaa kami bisa ngelihat kalian" ucap Angel


"ohh baguslah jadi ada teman untuk saya, saya bosan disini sendirian terus karena anak dari punya rumah ini udah pada nikah jadinya ninggalin saya" ucap bela


"emang yang punya rumah anaknya berapa?" ucap Angel bertanya


"ada tiga yang satu sudah meninggal yaitu cowok dan tinggal dua lagi perempuan mereka cuman bisa melihat saya saja untuk bisa bermain dengan mereka" ucap Bella


"ada kok memangnya kalian ada apa nanyain jaya" ucap Bella


"kami ada urusan, kami ingin meminta izin dan pertolongan untuk memperlihatkan gedung ghaib yang ada di pemakaman pinggir kota " ucap austela


ketika austela berbicara seperti itu Bella begitu terkejutnya

__ADS_1


"apa? untuk apa kalian kesana, itu sangat berbahaya apalagi dijaga sama jin jahat" ucap Bella memberitahukan


"ayolah tolongi kami, ada teman kami disekap disana" ucap Angel memelas


"baiklah baiklah ayok kita temuin jaya, dia namanya jaya karena umurku sama dia lebih tuan saya makanya saya panggil jaya yaa karena aku jadi hantu gentayangan gini makanya mukaku seperti kalian" ucap Bella tersenyum walaupun Bella pucat seperti mayit tapi kecantikannya tidak hilang dengan bola mata yang biru


"emang umurmu berapa tahun Bella" ucap Angel


"yaa sekitar satu abad lebih, saya meninggal karena dibunuh sama pribumi tapi neneknya jaya yang menemukan jasadku dan menguburkanku dengan layak untuk tanda terimakasihnya saya ke dia, yaa saya akan menjaga jaya sampai meninggal dunia, mau nya sih sampai tujuh turunanya tapi karena anak jaya menikah dengan seorang indigo semua nya jadi saya tidak khawatir untuk mereka berdua ditambah anak anaknya juga indigo semua dan mempunyai pendamping, tapi kok kalian enggak ada pendampingnya yaa tapi saya ngerasa aura kalian begitu kuat apa saya tidak bisa melihat pendamping kalian?" ucap Bella panjang lebar


"udah tua juga yaa umurmu berarti eeh tunggu kamu bilang aura kami berdua kuat dan kamu gak bisa melihat pendamping kami? soalnya penjaga kakek kakek yang dipemakaman juga bilang gitu hmm aneh sekali" ucap Angel


"sudah sudah tidak usah pikirkan itu dulu lebih baik kita temuin kakek jaya" ucap austela yang menengahi ucapan Bella dan austela


"nah betul sekali, nanti aja yaa bell kita bahas lagi" ucap Angel

__ADS_1


"okey deh" ucap Bella mengiyakan


__ADS_2