
Austela yang di sapa itu langsung ingat dengan ucapan kakek jaya, austela terus saja berjalan tanpa menjawab pertanyaan bapak bapak tadi, saat austela telah begitu jauh dari taxi tadi austela pun membalikan badanya dan begitu terkejutnya ketika melihat bapak bapak yang tadi itu adalah makhluk setengah badanya seperti kuda tapi dari badan sampai kepalanya seperti banteng austela yang melihat itu langsung berbalik badan ke depan dan begitu syoknya dan sangat ketakutan
"tetap tenang austela tetap tenang yang penting jangan menanggapi makhluk makhluk itu" ucap austela yang menerangkan diinya sendiri karena saking takutnya apa yang di lihat nya tadi itu
austela terus saja berjalan jalan dan menelusuri kota ghaib itu austela mencari cari dimana gedung yang ada cahaya di atasnya
"dimana sih gedung itu hadeuhh mulai capek aku mana pasti waktunya mepet lagi" ucap austela kebingungan
saat austela yang kebingungan tiba tiba ada seorang wanita yang sangat cantik menghampiri dirinya austela yang melihat wanita tiba tiba saja jadi waspada takutnya itu seperti makhluk yang sedang menyamar
"tenang austela tidak usah khawatir dan takut, aku tidak akan menyakiti mu, malahan aku akan membantu mu" ucap wanita itu
"memangnya siapa kamu?, apakah aku harus percaya begitu saja kepadamu?" ucap austela tidak yakin
"nanti juga kamu akan mengetahui sendiri, dan percaya tidak percayanya itu adalah urusanmu yang penting aku tetap harus bersama dengan mu" ucap seorang wanita itu dengan tersenyum
__ADS_1
"hmm baiklah kalau begitu" ucap austela ragu
"kamu mau gedung Cahya itu kan" ucap wanita itu sambil menunjuk gedung di depan mereka
"mana gedung itu seperti biasa saja tidak mengeluarkan cahaya di atasnya" ucap austela sambil melihat lihat ke arah gedung cahaya yang tidak mengeluarkan cahayanya
"karena kamu belum mengeluarkan kekuatanmu akan aku perlihatkan memang gedung itu bercahaya" ucap wanita itu dan menutup mata austela setelah tangannya menghalangi penglihatan austela tiba tiba saja austela dapat melihat gedung itu yang mengeluarkan cahaya
"apa ternyata benar gedung ini ada cahayanya" ucap austela yang tidak percaya
"si*l ternyata Ben sangat licik" ucap austela yang geram
"tenanglah austela tidak usah kau terpancing oleh nya, jangan perlihatkan kelemahan mu austela" ucap wanita itu tersenyum kepada austela
"baiklah jika begitu" ucap austela
__ADS_1
saat ini mereka berdua sedang berjalan menuju gedung itu dan saat mereka sudah berada di depan gedung itu austela begitu takjub dengan ketinggianya yang begitu tinggi
"wahh tinggi sekali perasaan tadi kita lihat di sana tidak setinggi ini sepertinya" ucap austela yang heran
"austela mendingan sekarang kita masuk saja tapi jangan kau pegang semua nya karena ini akan mencelakai mu pakailah kekuatan mu" ucap wanita itu
austela yang mendengarkan ucapan itu begitu bingung bagaimana menggunakan kekuatannya sedangkan austela tidak tahu cara mengeluarkan ke kuatannya itu
"bagaimana caranya aku tidak tahu" ucap austela
"tutuplah matamu, berkonsentrasi lah dan ucapkan dihati mu apa pun itu" ucap wanita itu yang mengasih tahukan
"baiklah" ucap austela dan austela pun menutup matanya dan memikirkan untuk menghancurkan pintu utama dari gedung itu dan
duaarrrr
__ADS_1
pintu itu pun hancur, austela yang mendengarkan suara itu langsung membuka matanya dan tidak percaya apa yang dia lakukan saat ini