
Dengan mata nya dan gerakan kepala Bimo menyuruh ku melihat ke arah yang ia tuju, aku pun mengikuti dan melihat 3 orang yang ku lihat waktu berjalan ke pos tadi sedang berdiri di belakang siswa siswa yang mengelilingi api unggun, Melihat wajah yang pucat dan pandangan yang kosong, Aku pun kini meyakini kalau mereka pasti hantu.
Aku menatap Bimo yang juga melihat ku, Aku mengangguk sekali untuk mengiyakan kalau aku sudah melihat mereka.
Namun tiba-tiba ada yang kerasukan, orang yang kerasukan tepat berada di mata hantu-hantu itu berada.
Sontak suasana yang penuh tawa dan tepuk tangan mendadak sunyi dan tegang. bukan hanya 1 orang, tapi melainkan beberapa orang mulai kerasukan, ini adalah pertama kali nya juga aku melihat kerasukan masal.
Bahkan sahabat ku Arin yang duduk bersama ku, tiba-tiba menatap ku sembari tersenyum sumringah, sontak aku terkejut, kedua mata ku membulat besar menatap Arin.
"Rin, kamu gak apa-apa kan Rin?." Panggil ku, harapan ku Arin tidak kerasukan seperti mereka, tapi yang kulihat mengatakan hal yang berlawanan.
Hi hi hi hi hi hi hi hi hi hi
Arin tertawa begitu menyeramkan, menatap ku dengan tanpa berkedip sekali pun. tentu saja hal itu lansung membuat ku terdiam, Kakak pembina yang menyadari tentang Arin, lekas memegangi Arin.
__ADS_1
"Rin, kamu harus lawan Rin, jangan biarkan dia menguasai mu."Ucap ku.
Namun sosok itu seolah begitu leluasa di tubuh Arin, Mungkin karena Arin sedang kelelahan saat ini.
"Keluar dari tubuh Arin."Marah ku tanpa rasa takut. namun ucapan ku tidak ada guna nya, Arin malah tertawa semakin keras dan terasa melengking di telinga ku. namun meski sudah terasa melengking ku dengar, orang di sekitar seolah tidak mendengar apa-apa.
Seorang Pak ustad datang dengan beberapa orang santri yang lansung membantu mendoakan mereka semua, Tatapan ku hanya pada Arin, Arin adalah sahabat ku, Aku sangat tidak tega para setan itu merasuki Tubuh Arin, tapi tak banyak yang bisa ku lakukan selain menemani Arin dan terus memperkuat diri ku.
Karena situasi yang tidak lagi kondusif, semua siswa siswi pun di pulangkan untuk berjaga jaga, agar tidak lebih banyak lagi yang kerasukan.
"Makasih ya Aira, sudah kabarin Tante, Aira pulang sama siapa?, Mau bareng ga?." Tanya Ibu nya Arin.
"Boleh Tan?."
"Tentu saja boleh, Biasa kan juga Arin pulang bareng Aira kan."Ucap nya lagi.
__ADS_1
Aku pun mengangguk, Aku duduk di belakang bersama Arin, menyandarkan kepala Arin di bahu ku, sementara Ibu Arin menyetir di belakang.
"Banyak yamg kerasukan ya seperti nya Ra?." Tanya Ibu Arin pada ku.
"Banyak Tante, itu pas yang Tante sampai, semua siswa yang ada di sekolah itu yang baru sadar dari kerasukan."Ucap ku. sontak ibu nya Arin terkejut.
"Sebanyak itu?." Aku pun hanya menganggukkan kepala ku mengiyakan.
Obrolan singkat mengantar ku pulang sampai ke rumah, Persami kami berakhir di pukul 12 malam, tidak sesuai dengan jadwal yang di rencanakan.
•••
Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.
Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.
__ADS_1
Makasih semua 🙏