
Sejak hari itu, Semua teman-teman menatap ku aneh, Karena aku sering ketakutan dan menutup mata ku ketika makhluk dari alam lain muncul di depan ku.
Aku kini lebih sering menyendiri, aku kalau istirahat duduk di kantin sekolah, yang ramai karena aku takut, kalau aku sendirian, aku akan melihat mereka, tapi tak ada yang mau duduk bersama ku, bahkan hanya untuk makan 1 meja dengan ku saja mereka tidak mau.
Saat bertelefonan dengan Nenek dan Kakek, mereka mengatakan kalau mereka akan suka mendekati ku ketika mereka tahu kalau aku bisa melihat mereka, mereka ingin berinteraksi dengan ku, dan ada juga yang ingin aku membantu mereka, masalah mereka yang belum tuntas saat mereka meninggal.
Karena aku kini menjadi pendiam, Ayah dan ibu memutuskan aku untuk pindah ke sekolah lain, Sebelum kami mendaftar, ibu ku mengajak ku untuk berkeliling melihat sekolah itu, tapi setiap sekolah semua ada penampakan nya, Hanya saja Mereka di sekolah lama ku telah tahu aku bisa melihat mereka dan mereka akan terus menganggu ku.
Hingga aku akan tetap pindah ke sekolah baru, dan mencari suasana baru.
Kini setelah aku pindah sekolah, Aku merasa lebih nyaman dan tenang, aku mencoba pura-pura tidak melihat mereka dengan cara mengajak teman-teman ku mengobrol. aku juga kini ada teman di sekolah. salah satu teman yang sangat dekat dengan ku saat ini adalah Arin, Dia juga tahu kalau aku bisa melihat sesuatu yang tak bisa ia lihat, namun ia tidak takut, Kami bersahabat dengan sangat baik.
•••
Beberapa tahun sudah berlalu, Aku kini sudah duduk di bangku SMP, Aku bersekolah di sebuah sekolah yang ada SMP dan SMA di dalam nya, Yah Arin tetap menjadi teman ku, kami bahkan memilih sekolah yang sama untuk bersekolah.
__ADS_1
Aku sangat senang karena aku sudah mulai membiasakan diri ku. namun tetap saja kadang aku suka terkejut.
•••
Pagi itu. adalah hari orientasi siswa, Kami ikut berbagai kegiatan seperti sekolah lain nya untuk pengenalan dengan lingkungan sekolah.
Aku berdiri di baris tengah bersama Arin, Saat aku melihat kakak kelas yang menjadi pembina kami, Aku melihat sesosok wanita tua, Nenek sedang duduk menatap nya.
Hal itu membuat aku merasa tegang kala nenek itu berjalan mendekati kakak kelas ku yang bernama Roni, begitu cepat nenek itu sudah mengendong di pundak kak Roni.
Saat jam istirahat tiba, Kami menyerbu kantin untuk makan sebelum masa Orientasi Siswa kembali di lanjutkan.
Di sana aku melihat Kak Roni sedang duduk bersama teman-teman nya, Ia memegangi pundak nya dan memijit mijit nya. seperti ia merasa berat di bahu nya, yang tentu saja tak di ragukan lagi itu karena sosok nenek itu masih berada di pundak nya.
"Liat apa sih Ra?." Tanya Arin juga ikut menoleh ke arah kakak kelas yang ku pandangan.
__ADS_1
"Suka ya??"
"Engak kok." Ucapan Arin membuat ku salah tingkah, padahal bukan karena itu aku melihat ke sana.
"Kenapa kalau engak?, ada hantu ya??" Tanya Arin dengan suara pelan di akhir kalimat nya.
Aku tak menjawab satu kata pun, Aku hanya mengangguk. Arin pun mendesis ngeri mendengar hal itu.
•••
Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.
Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.
Makasih semua 🙏
__ADS_1