mata batin

mata batin
16 - Kepulangan Ayah


__ADS_3

"Dek, Dek, Di panggil kok ga masuk masuk sih." Bang Aan datang menepuk bahu ku, sontak membuat ku tersadar karena terkejut.


Sosok hantu itu masih ada disana, aku pikir dia akan pergi, tapi kakak tidak melihat nya.


"Iya Bang."Balas Ku sembari berjalan masuk, dan mata ku juga masih melirik-lirik sosok itu, sebelum aku menutup pintu dan tak terlihat lagi dia dari pandangan ku.


•••


Di meja makan aku tidak bercerita apa pun pada Keluarga ku, Aku merasa itu hal yang wajar aku melihat nya, karena aku memang bisa melihat mereka.


Kami pun duduk makan bersama, sembari aku memberitahu ibu ku soal aku akan ikut jurit malam di sekolah ku, yaitu kegiatan malam Pramuka perkemahan Sabtu Minggu.


"Ma, Adek mau ikut jurit malam di sekolah Sabtu."Ucap ku pada ibu ku.


"Janganlah dek. bahaya."Ucap ibu ku, aku sebenarnya sudah tahu jawaban ibu ku yang pasti tidak mengizinkan ku, karena mata ku yang bisa melihat mereka. Ibu ku khawatir nanti aku tidak bisa menahan diri ku.


"Boleh Lah Ma, Kan ini jurit pertama malam adek. adek janji gak akan kenapa-kenapa, lagian ini juga ada nilai nya ma"Balas ku.


ibu ku terdiam sejenak sebelum ia mengizinkan ku untuk ikut.

__ADS_1


"Ya sudah, terserah kamu saja, tapi ingat banyak banyak berdoa dan jaga diri."Ucap Ibu ku.


Aku tersenyum penuh semangat dan mengangguk kan kepala ku.


"Yakin Dek?, kamu ga takut, malam-malam pasti banyak loh mereka."Ucap Bang Aan.


"Abang, kok ngomong gitu sih." Ucap Ibu memarahi Bang Aan yang harus nya tidak mengatakan hal itu.


•••


Keesokan hari nya, di hari Jumat setelah pulang sekolah, Aku Dan Arin keluar belanja bersama membeli keperluan kami untuk persami yang akan di adakan besok malam.


Hingga malam pun tiba, Aku sangat senang karena hari ini ayah ku pulang, Aku memeluk nya erat, karena aku merindukan nya. ibu ku tersenyum melihat kami.


"Papa kenapa kok lama banget sih pulang nya."Ucap Ku dengan manja.


"Sibuk sayang."Balas Ayah ku.


Ayah ku lalu melihat alat alat Pramuka yang memang ku letakkan di atas sofa.

__ADS_1


"Apaan itu Mah?."


"Itu Aira mau ikut jurit malam, padahal mama sudah suruh jangan ikut." Jawab Ibu ku. aku masih melihat wajah khawatir ibu ku.


tapi mau bagaimana lagi, rasa antusias ku mengikuti persami pertama ku sudah tak dapat aku tolak, Rasa ingin ku lebih besar dari rasa takut ku.


toh aku sudah terbiasa melihat mereka meski kadang masih takut-takut, tapi tidak separah dulu.


Respon ayah pun sangat tidak terduga.


"Bagus lah kalau Aira mau, Berarti Aira sudah jadi anak yang kuat, kita ga boleh takut sama mereka, kita takut nya hanya pada Tuhan saja."Ucap ayah ku yang mendukung ku 100% eh bukan-bukan 1000% tepat nya, Karena ayah memang selalu mengingatkan kami untuk berani.


•••


Saat aku melirik keluar dimana pintu rumah yang masih terbuka saat ayah masuk, aku melihat sosok wanita bergaun merah itu tengah menatap ke arah ku, Entah apa mau nya sosok ini terus datang, Aku pun tak mau peduli, aku lalu berjalan masuk ke dalam rumah, sementara bibi menutup pintu.


•••


Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.

__ADS_1


Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.


Makasih semua 🙏


__ADS_2