mata batin

mata batin
18 - Persami 2


__ADS_3

Kami pun melanjutkan perjalanan hingga kami sampai di pos 3 yang adalah pos terakhir.


"Lama banget sih jalan nya, da lama ni kita nunggu." Ucap kakak pembina sembari melihat jam tangan nya. Aku pun melihat jam tangan ku, dan ternyata sudah pukul 8, padahal aku rasa tadi baru pukul 7, Ah sudah lah, Mungkin aku salah lihat batin ku.


Aku melihat sekitaran ku. "Udah yuk ke sekolah."Ajak Kakak pembina Yang arti nya, Kami yang terakhir.


"udah ga ada lagi kak?." Tanya ku, maksud ku ingin tahu apakah 3 orang tadi sudah sampai apa belum.


"Kalian kan rombongan terakhir pas jalan dari sekolah."Ucap Kakak pembina. Aku mendengar merasa sangat aneh, karena perasaan di belakang kami masih menyusul 3 orang lain nya. Namun saat itu aku tidak ambil pusing, Mungkin mereka rombongan yang tertinggal, meski aku tidak tahu, kapan kami melewati mereka.


Kami pun beristirahat, kami duduk makan di tenda kami masing-masing. tiba-tiba Bimo menghampiri Kami.


"Ra, Kamu tadi lihat kan mereka?." Tanya Bimo pada ku. Aku sejenak dia sembari mencerna siapa yang sedang di bahas Bimo dengan ku.

__ADS_1


"Liat apa Sih Ra?." Tanya Arin yang saat itu pun tak mengerti apa yang di maksud Bimo.


"Yang tadi itu, yang kita istirahat, kalian lihat 3 siswa lain yang lewat kan?." Tanya Bimo lagi.


Arin menatap Bimo dengan heran, ia mengelengkan kepala, sementara aku pun heran menatap Arin yang mengelengkan kepala nya.


"Aku ga liat siapa-siapa, lagi pula kak Pembina juga bilang kita peserta terakhir, berarti cuman ada kita."Balas Arin.


Bimo tersenyum menatap ku. "Tapi kamu lihat kan Ra?." Tanya Bimo lagi. Arin pun menatap ku dengan penasaran. Aku menganggukan kepala ku.


"Kamu tahu dari mana?."


"Kamu gak liat itu mukanya pucat banget, Ada darah di telinga mereka, kamu ga sadar?." Balas Bimo yang membuat ku sangat terkejut. Aku tak menyangka Bimo akan teliti seperti itu melihat mereka.

__ADS_1


Saat masih bicara, kami pun di kumpulkan mengelilingi api unggun, ada yang bernyanyi, dance dan banyak lagi yang di tampilkan, aku pun duduk menonton, namun saat aku tiba tiba teringat pada kata Bimo, Aku melihat ke arah Bimo, Bimo ternyata sudah melihat ku dan seperti nya sudah menunggu aku melihat arah nya.


Dengan mata nya dan gerakan kepala Bimo menyuruh ku melihat ke arah yang ia tuju, aku pun mengikuti dan melihat 3 orang yang ku lihat waktu berjalan ke pos tadi sedang berdiri di belakang siswa siswa yang mengelilingi api unggun, Melihat wajah yang pucat dan pandangan yang kosong, Aku pun kini meyakini kalau mereka pasti hantu.


Aku menatap Bimo yang juga melihat ku, Aku mengangguk sekali untuk mengiyakan kalau aku sudah melihat mereka.


Namun tiba-tiba ada yang kerasukan, orang yang kerasukan tepat berada di mata hantu-hantu itu berada.


Sontak suasana yang penuh tawa dan tepuk tangan mendadak sunyi dan tegang. bukan hanya 1 orang, tapi melainkan beberapa orang mulai kerasukan, ini adalah pertama kali nya juga aku melihat kerasukan masal.


•••


Hi Para Reader tercinta, Ini adalah novel Horor pertama aku, Mohon dukungan nya untuk tekan (❤️) dan (👍) nya ya.

__ADS_1


Bantu Vote nya juga ya, biar Novel Ku bisa naik.


Makasih semua 🙏


__ADS_2