
"iss si Bella malah gitu" ucap Angel yang cemberut
layen yang melihat wajah Bella langsung tersenyum
"sudah yaa tuan layen" ucap Angel yang langsung melepaskan tangan layen
"ihh angel malah udahan aah gak seru" ucap Bella yang cemberut dan angel langsung melototin nya
setelah perbincangan yang cukup lama akhir nya austela,angel,layen dan Leon memutuskan untuk pulang karena waktu sudah mau malam
"baiklah terimakasih yaa kek" ucap layen kepada kakek jaya
"iya nak hati hati di jalan yaa" ucap kakek jaya kepada mereka semua
austela,angel, Yang sudah berada di rumah austela dan layen dan Leon Yang sudah pulang ke rumahnya
"Tel besok udah masuk kuliah nih tinggal dua semester lagi setelah itu kita wisuda" ucap Angel yang sambil memainkan handphone nya
"iya jel, setelah ini hidup kita ke depan nya bagaimana yaa orang tua kita semua nya sudah meninggal rasa nya hampa sekali" ucap austela
__ADS_1
"iya Tel aku sih memutuskan untuk menikah aja tapi sama siapa" ucap Angel yang langsung cemberut
"kan itu ada layen jel ajak aja dia menikah hehe" ucap austela yang bercanda
"hehe semoga aja dia memang jodohku Tel" ucap Angel yang cekikan sendiri
austela dan angel yang sedang bercanda karena membicarakan semua yang di alami nya, tiba tiba saja om Begi datang ke kamar austela
"ciee yang lagi pada seneng nih Yee" ucap om Begi yang mengacaukan suasana
"apa sih om, om juga kayak nya juga lagi berbahagia ni Yee" ucap austela
"ahh masa iya om?" ucap angel yang tak percaya
"iyaa beneran masa kalian gak percaya" ucap om Begi
"emang gak percaya om maka nya kita kaget" ucap austela
"iss kalian berdua ini yaahh itu mah terserah kalian deh mau percaya atau enggak nya" ucap om Begi yang langsung menghilang
__ADS_1
"eeh si om malah menghilang hadeuhh" ucap austela dan angel bersamaan
"yuk ahh kira tidur aja jel" ucap austela yang mengajak angel untuk pergi ke alam mimpi
"iya bener mendingan tidur aja" ucap Angel yang langsung merebahkan diri nya itu
sedangkan di rumah layen dan Leon, layen berbicara kepada Leon jika layen akan melamar angel karena sudah mengingat umur nya sudah tiga puluh tahun layen memutuskan ingin menikah karena layen merasakan kesepian
"Leon jika aku menikah dengan angel menurut mu bagaimana cocok tidak? " ucap layen kepada Leon dan Leon yang mendengarkan ucapan tidak percaya
"kau yakin mau menikah dengan angel? memang nya kau sudah sungguh sungguh?" ucap Leon yang tak percaya
"iya aku sudah yakin akan menikahi nya walaupun belum lama mengenal nya tapi aku yakin dia perempuan yang baik, apalagi mempunyai kemampuan yang spesial dan semua orang tidak mempunyai nya" ucap layen yang sambil memuji angel
"yaa sudah itu terserah kau saja" ucap Leon yang singkat
"bener yaa kau setuju terus kau Leon tidak ada rencana untuk menikah kah?" ucap layen yang bertanya kepada Leon
"tidak tahu, belum kepikiran" ucap Leon yang tidak tahu bagaimana rencana hidupnya
__ADS_1