
Pagi itu.
Kami semua berkumpul di meja makan, seperti biasa Kami sarapan bersama, dengan anggota lengkap karena ayah masih cuti kerja.
"Dek, Jangan lupa bawa kunci ya, Papa dan Mama akan pulang sore."Ucap Ibu ku di tengah sarapan.
"Kalian Mau kemana?." tanya ku dengan tatapan heran.
"Mau ke rumah Teman Mama, sekalian mau ke dokter periksa kehamilan Mama."Begitu balas Ibu ku.
Aku lalu menatap ke arah Kakak, Karena Aku sangat tidak mau di rumah sendirian. Meski Rumah kami aman dari makhluk gaib, tapi aku tetap merasa takut kalau harus sendirian.
Kakak yang seolah mengerti aku sedang menatap nya pun langsung berkata. "Aku ada kelas, dan ada acara, Aku akan pulang sore juga. kalau tidak mau di rumah, ke kampus kakak saja."Ucap Kakak. Mendengar aku diizinkan ke kampus kakak, Aku sangat senang, Aku pun lekas mengangguk kan kepala ku.
•••
Aku pun berangkat sekolah di antar oleh Ayah ku, Di sekolah aku di hampiri Arin saat mobil ayah sampai di depan sekolah.
"Hi Om."
"Arin, Om dengar kemarin kamu sakit, sudah sehat nak?." Tanya Ayah ku saat ia mengingat cerita ku kalau Arin sakit setelah mengikuti Kemah waktu itu.
"Sudah sehat om."
__ADS_1
"Pa, Aira sekolah dulu ya." Pamit ku.
"Bye Om." Ucap Arin. Ayah ku membalas dengan ramah nya.
Jujur saja, Aku sangat senang kalau ayah ku mengantarku ke sekolah, Karena sangat jarang aku bisa bersama ayah. Selain itu, Kalau ayah memakai seragam kerja nya, Teman-teman ku yang menyukai Tentara pun akan begitu antusias melihat ke arah kami. hihi dan aku senang merasa bangga pada Ayah.
Saat aku turun dari mobil, Aku dan Arin pun masuk ke dalam sekolah.
"Ra, Nanti main ke rumah yuk, Mama ku ada buat kue banyak. nanti kita nonton film di rumah ku."Ajakan Arin yang sangat kebetulan pun membuat ku tersenyum lebar karena sangat kebetulan aku juga sedang malas pulang ke rumah.
"Boleh dech, kebetulan Mama dan Papa aku juga pulang sore, Aku akan ke rumah mu sampai sore baru pulang."Balas Ku. setelah menyetujui hal itu.
Aku langsung mengirimi pesan singkat pada Kakak ku, kalau aku tidak jadi ke kampus nya, Aku yakin kakak, Pasti sangat senang aku tidak menganggu nya di kampus.
Aku pun ke rumah Arin, Aku langsung di sambut hangat oleh Ibu Arin.
"Eh Aira, Ayo nak masuk."Ajak ibu Arin. Aku pun mengiyakan dan masuk saat Tangan Arin juga menarik ku masuk ke dalam rumah.
"Tante banyak buat kue, Arin Kasi Aira makan ya, Mama mau keluar dulu beli barang, ku ci ya pintu nya."Ucap Ibu Arin.
"Iya Ma."
Awal nya tidak ada yang aneh saat kami bersantai, Namun tiba-tiba sebuah kamar tempat Kemi bersantai di ruang tamu saat ini terdengar suara sesuatu yang jatuh dan mengalihkan perhatian kami berdua.
__ADS_1
"Suara apa itu Rin?." tanya ku pada Arin. tentu aku sangat penasaran dengan suara kebisingan itu.
"Ra, sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku mintai tolong."Ucap Arin yang tiba-tiba menjadi sangat serius saat ku bertanya suara apa itu.
"Apa?."
"Di kamar itu sepertinya ada hantu Ra, Tapi aku tidak mengerti kenapa dia ada di kamar ku, Kamu boleh ga coba lihat sosok apa yang ada di kamar itu." Ucap Arin.
Mendapatkan permintaan tolong dari sahabat ku, tentu saja aku tidak bisa menolak, walau aku sebenarnya malas, Namun aku masih melakukan nya.
Aku mengangguk, Arin lalu mengajak ku ke kamar nya dan saat pintu kamar itu terbuka, Aku melihat sebuah sosok yang bertubuh besar. Aku menelan Saliva saat melihat nya. sosok itu berdiri tepat di samping tempat tidur.
Namun saat kaki ku melangkah masuk, sosok itu menghilang, Aku tidak tahu dia kemana, tapi aku masih bisa merasakan dia ada disekitar kami.
Aku lalu mengajak Arin keluar dan memberitahu Arin apa yang aku lihat, Arin tampak sangat takut saat mendengar hal itu. raut wajah Arin yang takut mendadak saja berubah datar, ia menundukkan kepala nya.
"Rin."
"Kamu gak apa-apa kan?." Aku yakin Arin sedang tidak baik baik saja. tapi aku bertanya untuk memastikan nya lagi.
Arin lalu mengangkat wajah nya, lalu tersenyum menatap ke arah ku. Arin kerasukan. Aku perlahan berjalan mundur, selangkah aku mundur selangkah juga Arin maju mendekati ku.
aku sangat takut, tapi aku tidak tahu harus melakukan apa selain keluar untuk meminta tolong. didalam hati ku, aku terus berdoa agar Tuhan melindungi ku.
__ADS_1
"Jangan datang dan menganggu, atau kau akan menjadi yang selanjutnya."Ucap Arin menatap tajam ke arah ku. Aku hanya diam, Aku lalu berlari ke arah pintu utama, Arin mengejarku. namun aku berhasil keluar dan menabrak Ibu nya Arin. Arin pun tampak berlari masuk ke dalam kamar.