Mawar, Bukan Benalu

Mawar, Bukan Benalu
Pernikahan Adi dan Siska


__ADS_3

...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Pernikahan Adi dan Siska benar-benar di laksanakan sesuai tanggal dan hari yang sudah di tetapkan. Mereka terlihat begitu bahagia, duduk bersebelahan di tempat acara. Di depan penghulu yang akan menikahkan mereka.


Setelan kemeja hitam juga dasi pita yang Adi kenakan, terdapat bunga kecil yang ada di saku jasnya berwarna putih.


Sementara Siska, dia terlihat begitu cantik dengan pakaian kebaya berwarna putih, rambut di sanggul dengan beberapa hiasan di atasnya.


"Akhirnya, sebentar lagi kita akan menikah, Mas." ucap Siska, terlihat dia sangat bahagia tapi juga tidak sabar untuk mengganti statusnya menjadi seorang istri atau bisa di sebut nyonya Adi.


"Iya, sebentar lagi." Adi juga menoleh, dia juga tersenyum.


Tak lama mereka saling senyum Adi menoleh ke belakang, sepertinya dia mencari seseorang.


'Sial, dia tidak datang.' batin Adi. Siapa lagi yang dia cari kalau bukan Arsy. Entah apa alasannya tapi dia sama sekali tidak terlihat, hanya ada pak Nirwan dan bu Tantri daja yang terlihat.


Sebenarnya mereka berdua juga sangat malas untuk datang mengingat bagaimana perlakuan Adi pada Arsy, tapi mereka hanya memenuhi kewajiban saja sebagai tamu yang mendapat undangan.


Bahkan semua orang-orang satu desa di undang untuk menyaksikan hari bahagia mereka. Jelas saja, Adi juga ingin semua orang tau betapa cantiknya istrinya yang sekarang.


"Cantik ya," ucap salah satu di antara mereka.


"iya, cantik. Tapi apa iya hatinya juga akan cantik seperti wajahnya?" jawab yang lainnya dengan berbisik. Jelas dia tak mau kalau sampai Adi atau Siska dengar dan akan jadi masalah nantinya.


Adi masih terus mencari, sementara Siska dia tau siapa yang Adi cari. Dia ikut mencarinya namun tetap sama saja, mereka tak menemukan Arsy.


"Bagaimana apa sudah bisa kita mulai acaranya?" tanya penghulu. Pertanyaannya berhasil mengejutkan keduanya dan membuat mereka seketika kembali tenang.


"Sudah, Pak." jawab Adi. Meski keinginannya untuk Arsy datang tak tercapai tapi dia harus tetap menikahi Siska sekarang juga. Dia tidak mau pernikahannya gagal hanya karena hal yang tidak penting.


Ucapan ijab qobul yang Adi ucapkan telah mengubah status mereka berdua menjadi suami istri, dari awalnya yang hanya teman, kekasih, mantan dan sekarang sudah menjadi suami istri.

__ADS_1


Siska terus tersenyum seiring ikrar yang Adi katakan, dia menoleh melihat wajah Adi, sungguh tampan di matanya.


'Akhirnya, sekarang kita bisa bersatu, Mas. tak ada lagi yang bisa memisahkan kita.' batin Siska.


"Bagaimana para saksi, sah?!" tanya Penghulu setelah Adi selesai dengan ikrarnya.


"Sah!" paling keras adalah suara dari Lusi. Dia yang paling bahagia setelah Adi dan Siska.


"Alhamdulillah," doa seketika di lantunkan oleh penghulu. Itu adalah bekal terbaik untuk kedua mempelai, menurutnya tapi entah jika mereka sendiri.


Seperti pasangan pada umumnya, Siska menyalami Adi dan mengecup punggung tangannya. Sementara Adi akan membalas mengecup keningnya. Tapi tidak! dengan tak punya rasa malu, di hadapan para tamu keduanya malah berciuman bibir. Bahkan tidak hanya sebatas menempel saja tapi juga begitu dalam.


Tak masalah di lakukan dari beberapa jenis golongan orang, tapi Adi dan Siska? pernikahan mereka di lakukan di desa, tak ada yang pernah melakukan itu di sana.


"Astaghfirullah!" seru salah satu tamu. Bahkan mereka mengabaikan anak-anak kecil yang juga ada di sana.


...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Arsy begitu panik di rumah, dia bahkan juga menangis karena Laili tiba-tiba pingsan. Baru saja dia mengeluhkan sakit perut tapi baru saja Arsy mengambilkan minum tapi pas kembali ternyata Laili sudah tergeletak di lantai.


"Sayang, bangun. Jangan buat ibu takut, Laili." ucapnya. Arsy semakin sesenggukan sembari terus mengeluarkan air matanya.


"Arsy!" Mendengar Arsy yang teriak Frans yang hendak berangkat kembali ke kota langsung menghentikan laju motornya. Dia langsung melihat, ingin memastikan apa yang terjadi.


Frans langsung berlari, dia ikutan panik setelah melihat Laili yang tak sadarkan diri. Ikut berlutut di sana.


"Arsy, apa yang terjadi pada Laili?" tanya Frans.


"Arsy tidak tau Mas, tadi dia bilang sakit perut. Tapi pas Arsy kembali saat ambil minum dia sudah pingsan. Ini bagaimana, Mas?" Arsy begitu bingung.


"Kita bawa ke rumah sakit," Frans langsung mengangkat Laili.

__ADS_1


"Tapi, Mas?"


"Sudah, jangan pikirkan apapun yang terpenting Laili cepat di tangani." Frans juga tergesa-gesa, melupakan tujuannya.


Arsy ikut berlari, menyambar dompet yang ada meja. Sebenarnya tadi niatnya memang ingin datang ke acara pernikahan Adi, tapi belum berangkat Laili malah mengeluh sakit.


Dengan mengendarai motor Frans dan Arsy membawa Laili ke rumah sakit, mereka tak akan memikirkan apapun lagi sekarang kecuali memikirkan keselamatan Laili.


"Mas, cepatlah," pinta Arsy. Dia sudah sangat takut kalau akan terjadi sesuatu pada Laili. Dia terus memeluknya di belakang sembari membonceng Frans yang juga sudah melajukan cepat.


"Sebentar lagi sampai, kamu sabar Laili pasti akan baik-baik saja," ucap Frans. Suaranya juga begitu panik. Semakin Frans mempercepat lajunya.


"Sayang, sabar ya." Arsy masih sesenggukan. Terus dia memeluk Laili dengan erat, seolah tak mau melepaskan.


*****


"Bagaimana, Dok. Apa yang terjadi pada anak saya," Arsy begitu tak sabar ingin tau apa yang terjadi pada Arsy ketika dokter keluar dari ruang UGD.


Arsy yang mendengar pintu terbuka dia langsung beranjak dari duduknya dan bergegas berlari.


"Dok, apa yang terjadi pada anak saya," Arsy semakin tak sabar.


"Arsy, kami yang sabar. Beri dokter kesempatan untuk bicara." ucap Frans menenangkan Arsy.


"Sesuai pemeriksaan anak ibu mengalami gejala tipes. Jadi dia harus mendapatkan perawatan dulu di rumah sakit."


"Astaghfirullah," lemas Arsy setelah mendengar.


"Arsy!" Frans langsung menangkap Arsy yang ingin jatuh karena saking lemasnya setelah mendengar ucapan dokter.


Bukan hanya memikirkan Laili yang sakit, Arsy juga memikirkan darimana dia akan mendapatkan uang untuk membahagiakan biayanya?

__ADS_1


...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Bersambung....


__ADS_2