Mawar, Bukan Benalu

Mawar, Bukan Benalu
Posisi Yang Dibawah


__ADS_3

...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Hubungan Arsy dan juga Frans semakin dekat, apalagi Frans sekarang lebih sering datang ke tempat Arsy meski kadang hanya sekedar menyapa sebentar saja.


Sesekali Frans menyempatkan waktu untuk datang ke kios Arsy dan memastikan kemajuannya, dan alhamdulillah cukup baik hingga mulai banyak pelanggan yang berdatangan.


Frans yang dipindahkan tempat kerjanya menjadikan jarak yang semakin dekat hingga Frans bisa sering datang.


Frans terlihat buru-buru untuk pergi saat ini dari kantor, memang saat ini adalah jam istirahat dan Frans berniat untuk mengajak Arsy makan siang. Tentu dia juga ingin bertemu dengan Laili juga, dia sangat merindukan bocah kecil yang sangat menggemaskan itu.


Bruk!


Langkah Frans mundur dua langkah saat dirinya ditabrak oleh seorang.


Kedua pasang saling bertemu dan langsung sama-sama terkejut.


"Kamu!" pekik orang itu yang tiba-tiba menabrak Frans. Siapa lagi dia kalau bukan Adi yang sepertinya tergesa-gesa. Entah akan kemana dia hingga terlihat seperti itu.


"Mas Adi?" Frans mengernyit, dia tidak tau sebelumnya kalau ternyata Adi juga bekerja di sana. Adi berasa di bagian produksi sementara Frans ada di kantornya.


"Ngapain kamu disini, jamu sengaja mau membuntuti ku?" Adi terlihat begitu tak suka, dia langsung menuduh Frans melakukan hal demikian, padahal kenyataannya?


"Maaf, Mas. Saya tidak berniat melakukan itu."


"Halah, ngaku saja deh, Lo. Sebenarnya apa yang kamu rencanakan? kamu mau menjatuhkanku di tempat ini? Atau kamu mau jadi mata-mata, untuk apa? Hah!" terlihat Adi begitu tak suka. Jelas, keberadaan Frans di sana akan menjadi pengganggu untuknya.


"Maaf, Mas. Seperti anda salah paham dengan saya. Saya__," ucapan Frans terhenti karena ada seorang yang datang.


"Pak Frans!" panggil orang itu.


Frans ataupun Adi sama-sama menoleh ke arah sumber suara. Adi sangat mengenalnya karena dia adalah atasannya.


"Pak Susilo?" Adu mengernyit.

__ADS_1


"Ini berkasnya ketinggalan, Pak. Dan ya! saya hanya mau bilang, semoga bapak betah di sini dan bisa lebih baik dari saya," ucap Pak Susilo.


Dan ternyata, Frans menggantikan Pak Susilo sebagai manajer di tempat itu. Jelas saja, kedudukan lebih tinggi dari Adi.


"Terima kasih, Pak. Semoga Pak Susilo juga betah di tempat yang baru." jawab Frans. Keduanya asyik berbincang dan semua perkataan mereka tentu di dengar oleh Adi.


Adi nampak terkejut, dia tak percaya kalau ternyata Frans adalah atasannya yang sekarang. Meski bukan pemilik dari perusahaan itu, tapi Adi harus tetap patuh pada Frans. Sungguh masalah.


"Apa-apaan ini?" gumam Adi tak percaya.


"Kalau begitu saya permisi, Pak. Semoga sukses dan bisa lebih baik. Bisa menjadikan perusahaan ini lebih besar."


"Terima kasih, Pak. Sukses untuk Pak Susilo juga." Keduanya berjabat tangan sebelum Pak Susilo pergi dari hadapan Frans. Keduanya juga tersenyum ramah untuk perpisahan mereka.


"Ja-jadi, Kamu?"


"Maaf Mas Adi, saya harus pergi.Assalamu'alaikum," pamit Frans. Dia sudah janji akan datang tepat waktu dengan Arsy.


"Wa'alaikumsalam," meski kesal tapi Adi tetap menjawab uluk salam dari Frans. Memandanginya dengan lekat kepergiannya.


...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Dengan perlahan Arsy menutup pintu kiosnya, dia sudah bersiap untuk jalan bersama Frans. Tapi Arsy tidak tau untuk apa.


"Assalamu'alaikum," sapa Frans yang ternyata sudah datang.


"Wa'alaikumsalam," Arsy seketika menoleh. Melihat Frans dengan pakaian yang sangat rapi. Meski Frans sering datang tapi baru kali ini Arsy melihat penampilan Frans yang sesungguhnya ketika bekerja.


Jas hitam, kemeja putih dengan dasi juga celana hitam dan sepatu pantofel yang begitu mulus. Rambut Frans juga tertata rapi membuat Arsy terpana.


"Kenapa, apa ada yang salah?" tanya Frans. Melihat dirinya sendiri dari bawah hingga atas, mengikuti tatapan Arsy yang terlihat terkejut.


"Ti-tidak ada," jawab Arsy gugup. Seketika dia juga melirik kecil ke arah Frans dengan malu. 'Norak banget sih aku,' batin Arsy.

__ADS_1


"Sudah siap?" tanya Frans.


Arsy mengangguk.


"Kita pulang dulu jemput Laili, setelah itu baru jalan." imbuh Frans.


"Tidak usah, Mas. Tadi Laili bilang tidak mau ikut. Katanya mau main saja di rumah." jelas Arsy.


"Begitu ya? Baiklah kita jalan sekarang."


Keduanya mulai berjalan, melangkah menuju mobil yang terparkir tak jauh dari mereka.


Tak lama mobil mulai berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke tempat yang sudah menjadi tujuan yang direncanakan oleh Frans.


Setelah beberapa detik mobil itu pergi motor Adi datang terparkir tepat di depan kios Arsy yang sudah tertutup. meskipun melihat dia sudah tertutup namun Adi tetap turun untuk memastikan apakah benar sudah tidak ada orang di dalam.


"Arsy kemana?" gumam Adi.


Setelah dipastikan ternyata Arsy benar-benar sudah tidak ada di tempat, Adi berusaha membuka pintu ternyata dikunci. tadi membalik badan melihat keadaan sekitar Siapa tahu dia bisa melihat Arsy di sana namun ternyata tidak dia temukan.


"Arsy pergi kemana, apa jangan-jangan?" ingatan Adi seketika tertuju kepada Frans yang tadi pergi begitu buru-buru.


Salah satu tangan Adi seketika mengepal sempurna dengan sorot mata yang tajam, dia begitu marah membayangkan jika Arsy benar pergi dengan Frans.


"Rupanya hubungan mereka semakin dekat, ini tidak bisa dibiarkan aku tidak rela juga Arsy bersama dengan laki-laki itu. dia bukanlah laki-laki yang baik." gumam Adi.


Begitu negatif penilaian Adi terhadap Frans padahal dia sendiri lebih parah daripada laki-laki yang dianggap tidak baik.


"Dia hanya perjaka tua!" umpatnya.


Adi kembali ke tempat motornya dan bergegas pergi dari sana. entah dia akan pergi ke mana tetapi kepergiannya membawa amarah yang begitu besar terhadap Frans yang kini semakin dekat dengan mantan istrinya itu.


Begitu jelas kalau Adi tidak suka kalau Arsy melanjutkan hidupnya dan melupakan semua hubungan dengannya. sepertinya dia masih menginginkan Arsy untuk kembali kepadanya, itu sangat jelas! apalagi istrinya yang sekarang begitu berbeda dengan Arsy dan selalu saja menuntut.

__ADS_1


...◆◇◆◇◆◇◆◇...


Bersambung...


__ADS_2