Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
19. 할머니_halmeoni


__ADS_3

Arra POV


Terkejut ,siapa tidak,? Mendapati suami yang sedang berhubungan dengan selingkuhan nya di depan mataku , tapi itu semua membuatku merasakan kenikmatan yang kedua kalinya,,


Ya walaupun permainan yang kasar yang sempat aku memberontak tapi akhirnya aku menikmatinya,, munafik bukan?


Aku terkulai lemas bersama jimin diatas tubuhku..malu?? Pasti..tapi apa boleh buat ini suami ku...suami yang membenciku..suami yang menyakiti ku tapi aku menerimanya dan bertahan sendiri karna ku mencintainya juga karna kedua keluarga ku..


drrrt drrrt drrrt


Handphone ku bergetar terus menerus.aku meraihnya diatas nakas dan melihat siapa yang menelpon ternyata appa


"Yoeboseo appa"


"........."


"Aku di rumah "


"......."


"Apa? Sekarang di rumah sakit mana?" ucapku terkejut yang mebuat jimin bingung dan bangun dari tubuhku


"......."


"Ya sudah aku segera kesana"


Sambungan pun terputus


"Ada apa"--tanya jimin yang penasaran


"Halmeoni masuk rumah sakit"


"Kenapa?ko bisa" -- jimin


"Katanya jatuh dari tangga"


"Kau..cepat kesana. Nanti aku nyusul." ucapnya datar


"Ne..."


Aku pun dengan cepat memakai pakaian ku yang baru dari lemari dan mengambil tas setelah itu meninggalkan rumah..


Aku menyusri jalanan ..untung saja baru pukul delapan angkutan umum masih ada..


Saat berjalan menuju halte bus aku, tiba tiba mobil hitam berhenti di sisi ku..


Siapa? Jiimin? Mana mungkin..--batinku


Dan tak lama turun seorang pria yang dari postur tubuhnya ku yakini jin... Seokjin


"Hay...?" sapanya


Dan ternyata benar dugaan ku itu jin..pria yang ku rindukan, pasalnya setelah pernikahan ku aku tidak sama sekali bertemu dengannya ..aku tau dia sibuk tapi kami sering bertukar kabar..,oh yah tentang ini jimin tidak mengetahuinya...bagaimana tidak sikapnya saja tidak peduli padaku...


"Ah...ka--kau." ucapku sambil tersenyum

__ADS_1


"Kemana saja? Kau sulit untuk aku temui dan ku hubungi"--tanyanya


"Ah...mianhae..jimin melarangku untuk ikut dengannya,, dan pergi keluar tanpa seizinnya,dan maaf soal kau menelpon ku itu aku sedang sibuk membersihkan rumah..."


Memang kemarin aku mendapati log panggilan tak terjawab lebih dari sepuluh kali dari jin..


"Ouh....,kau ada masalah?" tanya nya tiba tiba


"Tidak..kenapa kau berbicara seperti itu?"


"Aku lihat dari mata mu ,ada hati yang tersakiti"


(😛😛😛😛😜> author)


Seketika aku menangis lalu memeluknya dan diapun membalasnya , entah keberanian darimana.. Yang jelas aku butuh sandaran untuk menangis.


"Kau tidak bahagia dengannya"


Aku hanya diam,,


"Sudah ...kau jika kau punya masalah ceritakan pada ku,aku akan mendengarkannya," ucapnya sambil mengusap punggung ku


"Aku harus bagaimana hiisskk ,,


Menghadapinya.hiisssskk" ucapku di sela sela tangisan


"Sudah, jika kau sudah tidak kuat dengannya kau bisa datang padaku..aku akan membahagiakan mu"


"Oppa hiiissssk,,kenapa tidak kau saja yang menikahiku hiiissskk"


"Sudah jangan menangis,,kau jelek jika terus menangis seperti ini" rayu nya


"Oppa..ahh"


Siapa sangka diantara mereka ada mata yang memperhatikan dan melihat semua




Akhirnya Sampai di rumah sakit lama karna jin mengantarku dan jalannya macet,,



Aku masuk keruangan halmeoniku mendapati semua sudah ada termasuk jimin..



Kapan dia datang\-\-batinku


Kulihat halmeoni dengan tubuh yang penuh dengan alat alat batu seperti pernapasan dan alat pendeteksi jantung, dia melihatku..



"Halmeoni..apa halmoeni baik baik saja?" ucapku khawatir

__ADS_1



Halmeoni hanya tersenyum,


Memegang tangan ku


"Sayang. Kamu bahagiakan?" tanyanya yang membuatku terkejut,



Aku melirik jimin yang tersenyum padaku..



Dasar sok manis\-\-batinku



"Nee..halmeoni..aku bahagia"



Halmoeni ku tersenyum,lalu melirik jimin,lantas jimin pun menghampirinya



"Jimin\-ah..kau mau berjanji untukku?" tanya nya.



"Nee.halmeoni," jawab jimin



"Tolong jaga cucu kesayanganku ini,,buat dia bahagiakan.jangan sakiti dia" pinta halmeoni



"Nee...aku akan bahagiakan dia" ucap jimin sambil melirikku



Aku membalasnya dengan senyuman terpaksa



Bahagia darimana. Yang ada aku batin\-\-batinku



Tiba tiba halmoeni menutup matanya, aku kira dia tidur, tapi alat pendeteksi jantungnya berhenti..lantas semua histeris mendapati halmeoni yang sudah tiada,,aku menangis se jadi jadinya,, karna Rasa tidak ingin kehilangan,,tapi apa daya ku tuhan berkehendak lain dan aku tidak bisa menentangnya...



**Nantikan kelanjutannya reader..

__ADS_1


Jangan lupa vote, like and komennya....😊☺😊☺😊☺**


__ADS_2