Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
67. rain


__ADS_3

arra baru saja selesai membeli kebutuhannya , hingga ia memutuskan untuk pulang karna Hari makin sore.. Awan pun berubah menjadi mendung dari sebelumnya , sepertinya hari ini akan menjadi awal dari musim hujan di seoul


Beberapa langkahย 


arra melangkahkannya keluar dari area gedung seketika pula hujan deras menerpa. Dengan cepat arra berlari menuju halte yang tinggal lima langkah lagi dari posisinya.


karna lambat menghampiri halte bus ,Baju arra basah tapi tidak kuyup seperti seseorang di sisinya..dan karna itu arra sedikit bersyukur.


Beberapa menit berlalu semula orang orang yang ada di sisinya kini telah pergi menumpangi bus yang menjadi tujuannya, berbeda dengan arra yang menunggu dari tadi tak kunjung tiba..


badan arra mengigil karna percikan air hujan yang menyambarnya, walaupun halte bus telah terhalangi atap tapi Angin yang melakukan sehingga menambah suasana menjadi pilu,


Suara gemercik air dengan suara kendara membuat arra terkesiap.


Untung arra bisa bersabar kalau tidak sendari tadi arra pergi menyusuri jalan karna hari mulai gelap , takut jimin sudah pulang terlebih dahulu sedangkan makanan belum tersaji


Suara klakson bus menyadarkan arra dari pikirannya, dengan cepat ia membawa belanjaannya menuju bus yang hendak ia tumpangi.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Waktu berlalu beberapa menit. Kini arra sampai di rumah dengan basah kuyup karna pada saat sampai hujan bertambah deras,


Dengan menenteng belanjaannya arra masuk kedalam ruangan , menemukan jimin sedang menyilang dada,


Arra menatapnya takut lantas menudukan kepala nya


"Mianhae...aku pulang telat"


"Siapa yang meminta mu memberi penjelasan..memangnya aku peduli huh?"


Jimin tersenyum miring


"Ah....begitu, baiklah aku akan membuatkan makanan untuk mu" ucap arra beralih kedapur meninggalkan jimin


Jimin hanya bisa diam menatap perginya arra


Tanpa mengganti bajunya arra memasakan makanan untuk makan jimin, tak peduli ia akan sakit yang dipikirkannya hanya jimin pasti sedang lapar.

__ADS_1


"Noona..kau darimana...apa kau baru pulang belanja..? Baju mu basah" ucap jihyun dari belakang tubuh sang noona


"Nee..aku baru pulang..mianhae...kau pasti laparkan" ucap arra


"Ani...kau seharusnya menganti pakaian mu dulu..nanti kau sakit" ucap jihyun


"Andwae...kalian sedang lapar, aku tak mau membuat kalian menunggu" tolak arra pada pendiriannya


"Noona. Kau ini--"


"Hey..arra bisakah..kau membelikan Samgyetang untukku?" ucap jimin


"Ah... Kau mau itu...aku akan membuatkannya untuk mu" _ucap arra


"Tidak...aku tidak mau buatan mu aku mau Samgyetang, yang dijual di pertigaan itu" ucap jimin


"Arrasseoh"


Ucap arra mau tak mau ia harus menuruti sang suami, walau keadaan badannya kini sudah lemas menahan dingin


""Biar aku saja yang pergi" - sergah jihyun pada arra yang hendak pergi


"Tidak...aku akan melakukannya, dia menitahku,,dan sebagai istrinya aku harus mematuhinya" ucap arra bergegas pergi keluar


Tiba diluar hujan pun berhenti seakan mengasihani arra yang melakukan nya untuk suami


Dengan cepat arra berjalan karna jaraknya lumayan jauh dari apartemennya


"Ajhumma,,bisakah kau membungkuskan satu porsi Samgyetang untukku" ucap arra saat tiba di depan rumah makan sederhana pertigaan . setelah menempuh waktu kurang dari 15 menit


"Eotteon ,, sungan daegineo" ucap sang penjual


Arra mengangguk lalu menuggu sang ajhumma menyiapkan Samgyetang,


"Bi deo" pekik arra saat melihat butiran air jatuh dari atas langit


(Hujan lagi)

__ADS_1


"Ini... Pesanan mu" ucap sang ajhumma


"Ghamshahamida" balas arra tersenyum lalu memberikan uang untuk membayarnya


Sekarang arra sendiri bingung harus bagaimana untuk pulang, badannya terus menggigil untuk kesekian kalinya terkena hujan sedangkan mungkin jimin menunggu menahan laparnya.


Dengan tekad kuat tak peduli kondisi fisiknya arra melangkahkan kakinya menerobos butiran hujan yang dia pikirkan hanya jimin yang sedang menginginkan Samgyetang , lagipun baju arra sudah terlanjur basah sendari tadi.


"Lima belas menit kemudian


Arra sampai di apartemennya dengan basah kuyup total


Ia membuka pintu di dapati jimin yang sudah menunggu


"Mianhae..kau menunggu lama ini Samgyetang yang kau inginkan" ucap arra memberikan pesanan jimin


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Jimin tidak berucap ataupun berterimakasih padanya , malah ia meninggalkan arra begitu saja tanpaย  rasa salah


"Seulgi sayang...pesanan mu sudah datang.." teriak jimin


Dilihat seulgi yang sedang membaca majalah pun kembali meletaknnya diatas meja


"Mana sayang....?" tanya seulgi menghampiri sang suami


"Ini...ayo dimakan...pasti baby kita sudah lapar dari tadi" ucap jimin mengelus perutnya


"Gomawo chagi-ah"


Jimin tersenyum..lalu mengecup kening sang istri saat seulgi memeluknya


Arra yang melihat itu hanya bisa berharap segera berlalu..dan memilih tidak menghiraukan keduannya bermesraan dihadapannya .


pergi menuju kamar itu menjadi pilihan arra ditambah lagi bandannya yang seakan ambruk harus segera merendamnya di bath up dengan air hangat.


"Semoga saja besok tidak terjadi apa apa dengan diriku " batin arra

__ADS_1


__ADS_2