Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
45. Busan


__ADS_3

please jangan tinggalin cerita ini, arra bakal bahagia


**Author


Jam 07:00 kst**.


Seperti biasa kini arra sedang menyiapkan sarapan yang akan di santap untuk jihyun ,jimin dan seulgi,


Mereka ( jimin dan seulgi) belum menampakan batang hidungnya, sedangkan jihyun baru saja masuk ke kamar nya lagi utuk mandi karna siang ini eomma park dan appa park akan menjemput jihyun untuk pulang..


Lima menit


Arra selesai memasak delapan butir telur , kini arra menaruhnya di atas meja makan bersama tersedianya roti tawar dengan selai coklat dan strawbery.


Langkah selanjutnya arra mengetuk pintu jihyun untuk memanggilnya ,agara segera menyantap sarapannya


Setelah jihyun, kamar jimin dan seulgi sebagai tujuan kedua dan terakhir


Arra mengetuk pintu kamarnya


"Jimin oppa,ย  ayo bangun sarapan sudah siap" ucap arra


"Seulgi...ayo bangun ini sudah pagi" ___ketuk arra lagi


"Jimin...bangun bukan kah kau harus pergi kekantor"__ ketuk arra untuk yang ke tiga kalinya


Sampai akhirnya arra menyerah dan tidak berusaha lagi untuk membangunkan jimin dan seulgi..mungkin rasa lelah membuat mereka terlelap sampai susah untuk mendengar suaraku--batin arra


Arra kembali kebawah mendapati jihyun, yang sedang mengoles roti dengan selai coklat dan menatap kearahnya


"Mana hyung dan noona seulgi?".tanya jihyun


"Mungkin dia lelah...dan belum bangun"


Jihyun mengangguk.


"Jihyun jika kau libur sekolah lagi, sering seringlah kemari" ucap arra


"Nee...noona, jika pun kau kesepian aku akan kemari jika kau mau " ucap jihyun


"Ku harap, kau menjadi orang sukses di masa depan, tiru hyungmu " ucap arra


"Ne , tapi aku tidak akan mengikuti kisah percintaan hyungku..karna itu aku membencinya"


Arra diam


Drrrrrttt...drrrrrt...drrrrtt..


Ponsel arra bergetar, panggilan masuk .ia menatap jihyun setelah memabaca sang pemanggil


Lalu mengangkatnya


"Ye..oppa"


"Apa kau sibuk hari ini"


"Ani..waeo?"


"Bukan kah kau yang sibuk"


"(Suara tersenyum) ye..memang aku sibuk perusahaan ayahku sedang berkembang pesat"


"Syukurlah..kalau begitu,"


"Ada apa menelpon?


" ani ..aku hanya ingin tau kabarmu?"


"Aku baik baik saja..kenapa ?"


"Tidak..kau pandai berbohong rupanya "


"Eh..ada apa?"


"Aku tau kau terluka!"


"Aku baik baik saja, tak ada luka di tubuhku"


"Bukan fisik melainkan hatimu"


Arra diam, tak mampu menjawab ucapan itu


"Aku sudah ingatkan kau ,,suatu saat nanti jika kau benar benar lelah, datanglah padaku"


Ara masih diam


"Yasudah..jaga dirimu baik baik kabari aku jika terjadi sesuatu,aku akan menutup sambungannya ,karna aku harus menghadiri rapat"


"See you arra, love you"


"Ye.."ย  putus arra mengakhiri sambungan

__ADS_1


"Siapa?" tanya jihyun yang penasaran ,karna sendari tadi dengan pembicaraannya


"Itu...seokjin oppa"


Jihyun mengangguk lalu melahap kembali rotinya yang kini di beri telur di atasnya.


"Kau sering berkomunikasi dengannya" tanya nya


"Ani...hanya tidak begitu sering" ucap arra


Jihyun pun diam karna mengerti


.


.


.


Bell pintu terdengar , arra menghampirinya untuk menemui siapa yang datang,


"Eomma,,appa, ayo masuk"


"Nee...bagaimana kabar mu nak?" tanya appa park


"Aku baik,ย  bagaimana dengan kalian"


"Kami juga baik" ucap eomna park


"Mana yang lain,,?" lanjutnya


"Jihyun sedang makan, sedangkan seulgi dan jimin masih dikamar"


"Mereka belum bangun huh? Jam segini belum bangun wanita itu" tanya eomma park dengan nada tinggi


Dan dengan berat hati arra mengangguk


"Mungkin mereka kelelahan eomma , biarkan saja, tapi jika ada perlu dengan mereka aku akan panggilkan"


"Sayang..appa ada perlu dengan jimin, tolong bangunkan"


"Baiklah, eomma dan appa keruang makan saja bergabung dengan jihyun"


"Nee.kami menunggunya disana" timpal appa park


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Suara ketukan pintu yang berkali kali sambil meneriaki "bangun" membuat jimin harus membuka matanya , dengan cahaya yang belum di kondisika di mata ia mengerjapkannya, tangan yang sendari tadi melingkar dipinggang sang istri ia tarik untuk menghampiri suara yang berisik dari luar kamarnya


kau mengangguku saja" bentak jimin


"Aa..aa ni,, appa dan eomma sudah datang, kau di pinta untuk menemuinya" ucap perempuan itu dengan menundukan kepala


"Aish..kenapa kau tidak bangunkan aku sejak awal jika appa dan eomma akan kemari" kesal jimin


"Aku sudah membangunkan tapi kau dan seulgi tidak kunjung bangun" ucapnya


"Sudah bilang sanah, aku akan menemuinya lima menit lagi.." usir jimin lalu menutup pintunya..


"Sayang bangun..dibawah ada appa dan eomma" ucap jimin pada sang istri


Namun seulgi tak kunjung memberi respon


"Sayang ,,bangun kita harus menemuinya" ucap jimin lagi


Tapi yang didapatkan malah tangan jimin yang ditarik untuk dipeluk


"Aish..kau ini ..ayo cepat bangun ,,tidak enak jika membuat mereka menunggu"


Ucap jimin yang kesekian kalinya


Dan akhirnya seulgi bangun, dengan wajah bantalnya ia memeluk jimin dan mencium sekilas bibirnya,ย 


"Cepat mandi lalu susul aku kebawah menemui mereka"


Jimin berdiri tatkala seulgi telah melangkahkan kakinya kekamar mandi, dan ia melangkahkan kakinya kebwah dimana eomma dan appanya kini berada.


"Jimin....,," ucap appa park


"Yee..appa" sahutnya sambil menjatuhkan bokongnya pada kursi


"Mana seulgi?" tanya eomma


"Dia masih dikamar"


"Jimin.... Kau tau kan minggu lalu orang tua arra kemari,, untuk menemui arra. Tapi karna insiden itu , ia kembali lagi,,"


"Nee..appa,, lalu?" tanya jimin sedang kan arra, jihyun dan eomma park diam


"Appa..ingin kau mengantarka arra menemui orang tuanya, sudah lama bukan arra tidak bertemu dengan orang tuanya'


"Ani..bukannya aku tidak mau" ucap jimin dengan baik

__ADS_1


"Aku haru kembali bekerja, untuk mengecek proyek ku". Lanjut nya


"Urusan itu biar appa yang gantikan terlebih dahulu..setidaknya kau tinggal beberapa hari disana" pinta appa park


"Tapi...bagaimana dengan seulgi..kami baru menikah,, dan dia sedang mengandung"


"Kan ada, eomma yang akan tinggal disini guna menemaninya, tiga hari kamu meninggalkan arra, dan begitu pun sebaliknya,ย  "


"Dan bukankah kau telah berjanji jika akan adil pada arra " ucap appa park menyeruput teh yang di buat arra


"Baiklah...aku akan melakukannya"


"Ah...sepertinya ketinggalan topik" ucap seulgi yang baru datang dari kamarnya, lalu duduk disisi kanan jimin


"Seulgi..." ucap appa park


"Nee.?"


"Kamu tidak keberatan kan ditinggal jimin beberapa hari"


"Hah..eoh" seulgi diam ,menatap jimin dengan kode meminta penjelasan


Eomma park yang menyadari itu langsung menyikut sang suami untuk menjelaskan pada menantunya


"Seulgi...minggu lalu orang tua arra kemari untuk bertemu dengannya,, dan sekarang appa ingin mereka berdua pergi ke busan menemui mereka," jelas appa park


"Eoh....begitu" jawab seulgi terpasksa ia menganggukan kepalanya untuk menyetujui apa yang di ucapkan mertuanya,


"Kau tidak apa kan?" tanya jimin memegang tangan sang istri disampingnya.


Sedangkan arra yang duduk di hadapan jimin sebelah ibu mertuannya merasa miris melihatnya


"Anii...tak apa...jika kau mau pergilah." ucap seulgi tersenyum


(Palsu)


"Baiklah..kalau begitu appa, eomma dan jihyun akan menginap guna menemani seulgi selama kau pergi" ucap appa park mengambil keputusan


"Eoh ..begitu..baiklah, aku tidak perlu khawatir jadinya" timpal seulgi tersenyum


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah berdiskusi , arra dan jimin memutuskan untuk pergi kebusan sekarang pukul 10: 00


Arra sedang mengemasi beberapa pakaian,dan keperluan lainya seperti pembalut karna sudah tiga hari kemarin ia menstruasi sedangkanย  jimin pergi mandi, dikamarnya


"Arra..ku harap kau senang"


Ucapan itu membuat arra yang menata pakaian menoleh ,melihat siapa yang menyuarakannya dengan nada tak suka


"Eoh...kau...sedang apa kau disini" tanya arra melihat seulgi yang bersilang tangan didada


Seulgi masuk kedalam melihat setiap sudut kamar yang sekarang di tempati arra


"Tidak...aku hanya ingin mengucapkan itu saja,, puas puaskan dirimu disana dengan jimin..karna disini kau tidak punya kesempatan itu" ucap seulgi tersenyu miring


"Siapa bilang..sebelum kau menikah dengannya aku lebih dulu bersamanya" serga arra


"Aku tau, tapi jimin sangat sangat mencintai ku, dan apa kau merasakan cinta darinya?" tanya seulgi mendekat diri pada arra memberikan tekanan


Sedangkan yang di dekati diam..karna apa yang di bicarakan seulgi itu memang benar


"Arra kau sudah siap?"


Suara itu membuat keduannya terkesiap terutama seulgi yang menjadi berubah setelah mendengarnya,ia memegang tangan arra lalu berkata


"Hati hati dijalan..dan patuhi jimin saat dia membutuhkan mu"


Arra diam..rasanya ia ingin menarik tangannya dari geganggaman seulgi yang membuatnya meringis


"Seulgi sedang apa disini?"


Arra dan seulgi pun menoleh dengan bersamaan mendapati eomma park yang berdiri di penghujung pintu


Yang ditanya menjawab " aku..sedang ..berpesan pada arra supaya melayani jimin dan menjaganya dengan baik" ucapnya tersenyum kikuk


"Tanpa pesan mu arra akan MelakukanyA, karna dia juga istri dari park jimin bukan?" ucap eomma dan seulgi diam dengan senyuman terpaksa


"Arra, apa kau sudah siap?" ulang eomma


"Nee...eomma, aku tinggal mengemasi pakaian jimin"


Ucap arra


"Yasudah..ayo cepat kita bereskan pakaiannya,"


"Nee..eomma.."


Arra dan eomma park pergi meninggalkan seulgi dikamar itu sendiri..dan melihat tingkah arra yang di perhatikan oleh sang mertua Yg berbeda .membuatnya kesal ingin rasanya mencabik cabik mukanya.


.

__ADS_1


please Vote, like and koment readrs๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


__ADS_2