
Hari berganti kembali
rumah begitu sepi ,seperti biasanya, jimin pergi kekantor, jihyun pergi sekolah dan seulgi pergi kerumah orang tuannya , dengan alasan untuk menjenguk sang ayah yang tengah sakit , dan memutuskan untuk menginap dalam beberapa hari
Awalnya jimin hendak ikut bersama seulgi , namun ia melarangnya, jimin pun menawarkan diri untuk mengantarkan seulgi tapi ia bilang jangan karna alasan jimin sibuk dengan pekerjaanya.
Arra binggung dengan alasan yang di berikan seulgi pada jimin. Di rasa
Sungguh tak masuk di akal mendengar pernyataan yang di berikan seulgi.
Padahal jiminkan pemilik perusahaan, jimin ia berhak untuk memutuskan sesuatu , tapi lagi seulgi kekeh tidak mau jimin ikut dengan nya.
Kini arra sedang berkutik dengan handphonennya karna selain itu tak ada lagi.
Arra bosan ketika ia sendiri di apartement , tak ada lawan bicara saat sang Mertua tengah tidur. Sampai akhirnya ia memilih untuk tidur,,
______///_
Jimin melangkahkan kakinya dengan Cepat menuju keluar kantornya, rasa tak sabar berjumpa dengan sang istri membuatnya ingin bersegera untuk melajukan mobilnya
17.00 sore Kst
Jimin sudah tiba di apartement miliknya, ia kini mengedarkan pandangannya kesetiap ruangan
Hari ini adalah hari dimana kebebasan jimin dengan arra bisa di lakukan.
Karna seulgi tak ada untuk hari ini dan beberapa hari kedepannya .selama satu minggu
Sungguh jimin rasanya sangat senang karna ia tak harus bermuka dua di depan arra.
Langkah jimin tertuju pada dapur, yang di yakini arra sedang berkutik dengan aktivitas rumah tangga seperti mencuci piring, tapi setiba di dapur jimin tidak melihat arra,
Jimin pun ber asumsi untuk kekamar sang ibu yang mungkin saja arra tengah mengurusinya, di tambah lagi jimin ingin menujukan rasa sayangnya pada arra di depan sang eomma.
Lima menit...
Jimin tiba di pintu kamar sang Eomma, jimin pun masuk kedalam kamar yang memang pintunya tidak dikunci, namun lagi jimin tidak mendapatkan batang hidung sang arra dan hanya mendapatkan sang eomma tidur dengan pulasnya,
Jimin pun memutuskan untuk keluar, lalu langkah selanjutnya jimin memilih untuk melangkahkan kakinya menuju lantai 2 .
Lima menit a
, jimin pun sampai. Dan benar tebakan jimin yang terakhir sangat benar, ia mendapati arra yang tengah tertidur pulas di ranjang dengan memeluk guling.
"Kau begitu lelah" pekik jimin melihat kerutan didahi arra di tambah lagi dari wajah sang istri yang begitu lelap
Jimin membuka jasnya, menyimpannya di sofa yang ada di kamar itu.
Jimin kembali melangkahkan kakinya mendekati ranjang yang di tempati arra
Ia menggulung lengan kemejanya, dengan hati hati jimin duduk dipinggiran ranjang
__ADS_1
Ia membelai wajah arra, menyingsingkan helaian rambut yang menempel di pipinya.
Jimin tersenyum, karna kebodohannya yang tak menyadari betapa baik nya arra yang telah menjaga semuanya,
Mulai hari ini jimin berjanji akan selalu menyangi arra dan mencintainya, dalam hal apapun..semoga saja
Berlama lama membelai wajah arra dalam keadaan duduk membuat jimin merasa pegal, ia pun memilih untuk membaringkan tubuhnya disisi ranjang yang terdapat sisa arra arra yang tengah tidur..
Dengan posisinya yang tertisur sekarang, jimin memberanikan diri untuk memeluk arra , dengan wajah yang saling berhadapan Jimin memperhatikan wajah arra, dan masih membelai wajahnya
Jimin tersenyum karna sejauh ini arra tidak tergubris dengan perlakuan jimin padanya.
Sampai akhirnya jimin memutuskan untuk ikut tidur bersama arra, ia mengeratkan pelukannya.
"Terimakasih sudah membiarkan ku mendekatimu, dan belajar mencintai mu" pekik jimin dengan suara halus seketika kelopak matanya tertutup.
____///_____///____//___///___
Arra merasa sesak kala merasakan tangan yang melingkar di pinggangnya.
Ia mencoba menyadarkan nyawanya Dan juga telinganya, namun tidak untuk matanya.
"Terimakasih sudah membiarkan ku mendekatimu, dan belajar mencintai mu"
Suara halus itu terdengar di telinga arra dengan jelas..ia tau siapa pemiliknya dan dengan ceoat ia membuka kelopak matanya.
Di dapati jimin yang tengah memeluknya sambil memejamkan mata
Dan seketika jimin terbangun dengan mata yang mebulat.
"Kau sudah bangun?" tanya jimin masih dalam posisinya yang semula
"Nee.."
"Sejak kapan?" tanya jimin lagi
"Sejak kau mengatakan "Terimakasih sudah membiarkan ku mendekatimu, dan belajar mencintai mu""
"Aish...bagaimana bisa kau menipuku?" tanya jimin menajamkan matanya
"Eoh...ada apa dengan mu..apa aku melakukan kesalahan" tanya arra bingung
"Ya...kau melakukan kesalahn karna kau sudah menipuku dengan pura tertidur" ucap jimin dengan pandangan yang tajam
"Eoh..tapi aku benar benar tertidur,aku tidak membohongimu" ucap arra
"Ouh...yah...lalu kenapa kau mendengarku berucap?" tanya jimin
"Ya..karna kebetulan aku terbangun karna kau yang membangunkan ku!" ucap arra
"Aku?kenapa jadi aku yang salah" tanya jimin
__ADS_1
"Ya karna kau membuatku sesak, dengan pelukan mu" ucap arra
dengan posisi semulanya jimin Tersenyum, ia langsung melumat bibir sang istri dengan kasar
*****
Arra terksiap, karna perlakuan jimin yang begitu cepat, namun arra tak munafik untuk membalasnya
"Jimin-mmffthh.." ucap arra dalam ciuamannya
Seketika jimin pun melepaskannya.
"Yee..mwoya?" tanya jimin
"Apa kau mengunci pintunya" tanya arra
"Kenapa?? Apa kau menginginkan yang lebih" tanya jimin
"Anii...aku hanya takut jihyun melihatnya" ucap arra
"Aku tidak akan lupa dengan hal itu jika aku dengan mu sudah berada dikamar" ucap jimin tersenyum
Arra diam
"Chagi-ah" ucap jimin kembali
"Nee?" balas arra menatap jimin
"Mianhae..karna kemarin aku membuat mu kesal"
"Nee...gwaenchanha.." balas arra tersenyum
"Kau memaafkan ku" tanya jimin
"Aku sudah memaafkan mu sebelum kau meminta maaf"
"Gomawo, kau begitu baik pada ku" ucap jimin
"Cheonmaneo" balas arra tersenyum
Jimin mencium kening arra dan berkata
"Lalu apa aku boleh atas dirimu" ucap jimin tersenyum
Arra mengangguk
"Tanpa ku berkata kau sudah melakukannya dari awal bukan?" ucap arra tersenyum
Dan setelah itu arra pun mengikuti permainan jimin yang membuatnya bahagia karna telah dicintai jimin seutuhnya.
VOTE,, LIKE AND KOMENT
__ADS_1