
Arra POV
Tiga bulan berlalu aku sudah mulai menerima kepergian halmeoni..tapi rasa sakit yang ku terima belum juga kandas..di tambah perlakuan jimin yang makin makin membuatku tersakiti..
Dan setelah kepergian halmeoni dia terus menyebutku dengan panggilan Jalang..sepat berpikir ingin meninggalkannya dan menemui jin,tapi rasanya sulit mungkin semua akan menyalahkan ku..
Dan soal benalu di keluargaku ini masih ada,tak jarang setiap jimin pulang selalu membawa kekasihnya,dan kerap kali berhubungan di kamar ku ketika ku tidur di sisi nya..
Sadis bukan,
Minggu lalu aku mendapati eomma dan appa park berkunjung kerumah ku,
Dia kaget dengan kondisi ku yang pucat ditambah luka lembam di keningku,mereka bertanya kenapa dan aku menjawab hanya kelelahan dam terjatuh dari tangga padahal kenyataan jiminlah yang membuatnya. Dengan khawatir mereka membawa ku kerumah sakit olehnya dan mendapati kabar gembira,,
Yakni aku hamil,usianya sudah mecapai 2 bulan, konyol bukan aku selama aku menikah dan berhungan dengan jimin aku tidak menyadari kalau aku hamil karna perutku tidak membesar,ditambah aku yang tidak mengalami mual mual seperti ibu ibu hambil biasanya
Eomma dan appa ku sangat antusias mendengar kabar itu,namun aku meminta eomma dan appa tidak memberitahu jimin. Karna aku berencana membuat kejutan untuknya...
"Ahh semoga saja dia senang dengan kabar ini dan merubah perlakuan nya padaku" batinku.
Hari ini jimin pulang dari dormnya,aku sudah menyiapkan makan untuknya sekaligus berencana memberitahu kehamilan ku
Suara pintu terbuka,membuatku yang duduk di ruang makan terperanjat menyambut suamiku dan bersiap memberi kejutan namun sayang yang kudapati hanya sesak di dada..lantaran jimin pulang tidak sendirian lagi lagi dan lagi dia pulang bersama benalu itu,siapa lagi kalau bukan seulgi,,,mereka tertawa seolah tidak menyakitiku
Aku menatapi nya yang lagi lagi dan lagi menaik tangga yang masuk ke kamar ku,
__ADS_1
Perasaan ku geram, hatiku panas,,dengan langkah gontai aku menghampiri mereka yang sudah menaiki anak tangga.
Dengan sigap aku menjabak rambut terurai milik seulgi dengan tangan kiriku
Lantas dia kesakitan,dan jimin terkejut dengan ulahku
"Dasar jalang,,tega teganya mengambil suamiku"
"Lepas arra-ah." bentaknya yang marah
Namun aku tidak bergeming, sedangkan seulgi meronta ronta minta di lepaskan..
"Kau sama seperti ku wanita..bagai mana jika kelak suami mu diambil orang lain? Sakit bukan?" ucapku dengan emosi
"Lepas arra-ah" untuk yang kedua kalinya jimin memebelanya dan masih dengan sikap yang sama
"Lepaskan arra-ah" ucap jimin dengan emosi yang memuncak
Lagi lagi aku tidak bergeming,malah tangan kananku menampar pipi mulusnya..sontak seulgi merintih kesakitan,dan itu menambah jimin yang kalut dalam amarahnya..
PLLLAAAAAAAAAKKKKKK
Bunyi tamparan yang keras mengisi ruangan,pipiku panas seolah tersiram air panas,,aku meneteskan air mata, jimin menamparku, aku tau jimin sering melakukan ini tapi ini menyakitkan.
"Kau lebih memilih dia,dibanding aku." tanya ku seolah tegar
__ADS_1
"Ya..aku memilih dia.dia lebih baik dari kau,,kau yang pantas di sebut jalang," ucap jimin yang menarik seulgi kedalam pelukkanya
"Dan kau harus tau,,aku dan seulgi akan segera menikah, karna tak lama lagi aku mundur dari dunia hiburanku,untuk meneruskan perusahaan appaku,"lanjutnya
Dengan mulut terbuka aku tak percaya,aku menghampiri jimin lalu menamparnya..
"Jahat kamu jim,aku ini dianggap apa hah?" tanyaku dengan nada bergetar menahan tangis
"Kau..kau hanya ku anggap sebagai pemuas nafsuku,dikala seulgi tidak bersamaku" ucapnya sambil tersenyum miring
"Selama ini aku sabar kau abaikan,dengan harap kamu akan berubah,tapi kamu malah menjadi jadi,segitu bencinya kamu pada ku,hanya karna hal spele,,dan hanya karna wanita ini" ucapku dan untuk kedua kalinya aku mendorong selugi namun tertahankan oleh tangan jimin yang memeluk pinggangnya, dan jimin mendorong ku untuk membalas perbuatanku pada seulgi sampai aku terjatuh dengan perut ku yang membentur keras ke meja hias,
Aku meringis ,namun sayang jimin tidak mempedulikanku,, ia malah terus melangkahkan kakinya menuju kamar..
aku melihat bercak darah yang mengalir dari paha ku,
Dengan langkah yang tertatih menahan sakit diperut, aku berjalan ke luar menuju rumah sakit,memastikan kondisi kandunganku..satu satunya tujuan hanya pusat kesehatan terdekat
Aku menyusuri jalan mencari taksi namun sayang belum kunjung ada,sedangkan darah kian bertambah mengotori bajuku,
Oh ...tuhan ku kira ini akan menjadi akhir dari semuanya tapi ternyata ---batinku
Terlintas wajah seokjin di pikiranku dengan cepat aku menelpon nya.memintanya mengantarkan ku..karna tidak mungkin aku menelpon eomma dan appa park, sedangkan eomma dan appa ku di busan..ditambah aku tak mau mengkhawatirkan mereka.
Itupun untung saja aku memabawa handphone
__ADS_1
Vote , like and komen๐๐ญ๐ญ๐