Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
24.Blood?_


__ADS_3

Jimin POV


Ini sudah pagi,, seulgi masih di sisiku, aku membulatkan mataku untuk mengumpulkan kesadaran sepenuhnya,


Aneh...ruma ini terasa sepi, biasanya arra sudah membuat kegaduahan dengan aktivitas rumahnya, tapi kali ini hening hanya suara alat elektronik di kamar yang terdengar..


"Sayang kau sudah bangun?" ucap seulgi yang baru sadar dari tidurnya


"Nee.., bagaimana tidur mu"


"Nyenyak...sangat nyenyak, apalagi setelah melakukan adegan panas" ucapnya tersenyum


Aku pun tersenyum, tubuhku masih lelah,aku malas untuk turun dari ranjangku


"Kau mau pulang sekarang?" tanyaku saat seulgi sudah mulai mengenakan pakaiannya


"Nee...aku harus ke kantor agensiku"


"Eh...baiklah..maaf aku tidak bisa mengantarmu,, aku benar benar lelah hari ini" ucapku memegang tangannya


Dia menghampiriku, lalu tanpa aba aba dia mencium bibirku,


" gwaenchanha, istirahatlah, aku bisa pulang sendiri," __seulgi setelah melepas bibirku


"Baiklah..aku pergi" ucapnya meninggalkan kamar..


.


.


Hening


.


.


yang ter dengar hanya pendingin ruangan yang menyala di kamar ini..aku mengambil ramote control dan mematikannya,


Akupun mencoba memejamkan mataku kembali untuk menghilangkan rasa penatku, tapi tidak bisa, entah kenapa mandi , aku rasa adalah cara yang bisa menghilangkannya..denga tertatih aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi dengan handuk yang ku ambil dia atas meja.


Lima belas menit berlalu aku sudah selesai dengan aktivitasku sebelumnya, kini aku menggunakan boxer dengan kaos polos berwarna hitam,


Aku masih bingung rumah ini masi sepi, tak terdengar suara air maupun piring yang terbentur satu sma lain.


arra.....kemana dia?


Tiba tiba pikiran ku tertuju kearahnya,Akupun memutuskan untuk pergi keluar ruangan untuk memastikannya ,, yang mungkin saja dia masih tidur di kamar lain,


Mata ku terbelalak saat melihat darah di tepi tangga , dan berceceran memberi tanda pada setiap anak tangga sampai lantai bawa mengarah menuju pintu


Aku bingung darah..apa Ini???


Atau darah siapa ini ,


Seulgi ??


Apa dia terluka?, apa dia terjatuh? Bagaimana bisa ?


Jika dia terjatuh pasti ia akanberteriak meminta tolong, tapi ini???


Tapi untuk memastikanya aku mengambil handphoneku di kamar , dan menelponenya


"Seulgi-ah..apa kau terjatuh?" ucap ku tanpa basa basi


"......"


"Tidak...apa kau terluka?"


"......"

__ADS_1


"Eoh...tidak..aku hanya bertanya, ya sudah, aku tutup sambungannya"


Sambungan terputus, aku kembali keluar untuk mengetahui darah apa itu?


"Darah ini sudah kering?, berarti sudah lama" pekikku


Ah...mungkin ini darah tikus yang diamakan kucing- pikirku


Pikiran ku kembali ke semula, niat ku mencari arra melanjut, aku menyusuri kamar tamu tapi dia tidak ada disana, aku pun mencarinya ke dapur , dan hasilnya sama hingga akhirnya aku memutuskan ke kolam belakang dan nihil dia tidak ada juga.


"Ah..mungkin dia menemui eommanya" batinku


Aku pun kembali kedalam rumah untuk mengisi perutku,


Kosong...


Meja makan biasanya penuh dengan makanan walaupun aku sama sekali tidak menyentuhnya namun ara selalu memasakan makanan untukku, tapi kali ini air putih saja tidak ada.


Akupun kembali kemarku untuk mengganti celana ku dan mengambil jaket untuk per keluar menuju kaffe mencari makanan..


30 menit berlalu aku kembali kerumah ku dan ku dapati mertuaku menunggu di depan rumah,


Ah., bukankah anaknya sedang berada di busan? Kenapa mereka kemari--batinku


Aku menghampiri mereka sambil menenteng plastik putih yang berisi makanan


"Eomma. Appa, kenapa kemari tidak bilang bilang huh?" sapa ku


"Ah..ani...kami hanya ingin melihat keadaan kalian.." ucap eomma


"Jimin- dimana arra" tanya appa


"Ah...nara sedang berkunjung ke rumah eommaku," bohong ku yang jelas aku tidak tahu dia kemana siapa yang peduli bukan?


Mereka mengangguk, mengerti


"Aku, baru saja pulang dari dorm " bohongku yang kedua kali


"Eoh..baiklah, istirahatlah , kami akan pergi kerumah eommamu," ucap eomma


"Nee..eomma..hati hati" balasku.


.


.


.


.


Setelah mereka pergi aku kembali masuk kedalam apartemen dengan memasukan kode pasword untuk menyantap makananku , tapi sebelumnya makanannya akan ku hangatkan kembali..


Sambil menuggu aku membuka jaketku dan ku letakan di kursi meja makan.


Lima menit makanan sudah dipiring tinggal menyantap, tapi rasanya tidak asik jika makan seorang diri tanpa di temani sesuatu dan tv ada di pikirannku.


Aku pergi menuju Ruangan TV , menyalakan dan memilih siaran yang asik di tonton,lalu perlahan menyuapkan makanan kedalam mulutku.


Saat suapan ke tiga kalinya handphoneku berdering dengan nada not to day, aku meliriknya dan melihat nama eomma yang menelponeku, segera aku mengangkatnya..


"Yeoboseo eomma"


"........"


"Eh..bukannya di rumah eomma?"


"........"


"Eoh...mungkin dia sedang berbelanja di mall eomma" bohongku

__ADS_1


"......."


"Eoh...nee..eomma aku akan menemuinya" ucapku


Sambungan terputus, makan ku terhenti dan aku malas untuk melanjutkannya di tambah eomma menyuruhku untuk menemui arra yang etah dimana,,


Tapi sebelum itu lebih baik aku menelponnya untuk mencari tau keberadaannya.


Tuttt...tuuuuttt....tuutttt


Sambungan tersambung namun tak ada jawab dari sang pemilik nomor, aku bingung untuk mencarinya kemana?


Tak lama handphoneku kembali berdering ku kira panggilan dari arra yang memanggil balik karna biasanya jika aku sekali memangilnya ia akan meanggilnya kembali.


Tapi ini eommaku kembali


"Yee..eomma"


"......"


"Ani...aku belum bersamanya"


"......"


"Aku sudah MenGhubunginya tapi tak ada balasan eomma"


"......"


Aku diam


"......"


"Hah" aku terdiam


"Baiklah..aku akan mencarinya"


Sambungan terputuh pikiran ku sekarang kacau frustasi harus mencari ara kemana sedangkan aku tidak mengetahuinya..


Mau tak mau aku harus mencarinya ke semua tempat siapa tau dia ada di luaran yang tak jauh dari sini


"Pokoknya eomma gx mau tau , kami harus cari arra karna dia sedang mengandung anak kamu jimin"


Ucapan eomma tergiang dik palaku semakin pusing membuatku memikirkannya ,bagaimana bisa dia tidak memberi tahuku kalau dia sedang hamil...


Darah??


Apa itu darah arra???


Apa itu ada sangkutannya dengan dia ??


Bagaimana kalau iya???


Aku mencoba kembali menghubunginya namun tak kunjung mendapat balasan


Ah...nara jangan buatku merasa bersalah seperti ini, membiarkan mu sendiri --- batinku


"Dimana aku harus mencarimu ara" pekikku melirik kiri kanan jalanan.


"please, please, understand Me"


***Maaf readers kalau ada kata kata yang penulisanya salah ataupun kurang hruf ,


Because, ini cerita udah lama di draf..awalnya author gak mau nerusin karna nganggap bakal gax ada yang baca,karan udah beberapa bulan di post gax ada satupun yang baca๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ tapi baru liat kemarin ada yang baca author jadi pengen nerusin,๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


Pokoknya makasih banyak ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™buat yang udah baca, udah bikin author seneng๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Baca cerita yang lain liat di akun semoga aja suka๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


Note;


BTW... Jimin berubah gax yah***?

__ADS_1


__ADS_2